Hedon (Lagi) Sembari Mengikuti Lokakarya di DNA Fest 2016

Hedon (Lagi) Sembari Mengikuti Lokakarya di DNA Fest 2016

Sekian banyaknya acara yang mengutamakan konten indie lokal membuat saya jadi maniak acara-acara tersebut setelah 8 bulan menetap di Bandung. Setelah Bandung Japan Festival 2, kekhilafan saya terus berlanjut di acara DNA Fest 2016 ini.

DNA Fest merupakan acara yang diadakan oleh DNA, sebuah komunitas desain dan gambar dari UKM kesenian Jepang, Nippon Bunka-Bu. Setelah melalui penelurusan yang panjang, acara ini sudah dibeberkan sejak 2015 silam, namun baru terealisasikan kemarin. Tidak ada tema khusus di acara, hanya saja acara ini mengkhususkan konten desain, gambar, dan produk indie dari komunitas-komunitas maupun circle desain/gambar.

12821387_1028578133869885_8407220843133980647_n

Continue reading “Hedon (Lagi) Sembari Mengikuti Lokakarya di DNA Fest 2016”

MangaRev #1: Mill

MangaRev #1: Mill

Sebagai langkah awal, di post ini saya mulai mengulas manga dan memberi judul MangaRev yang merupakan kependekan dari Manga Review. Supaya keren saya singkat saja jadi MangaRev haha.

Karena selama ini saya belum ada review manga di blog ini (ada sih satu di Facebook, tapi memang belum ada sama sekali di blog), oleh karena itu saya kepengen buat juga di blog.

Untuk ulasan manga pertama, saya akan mengulas manga bernama Mill. Kelihatannya namanya kebarat-baratan, namun ini yang jadi appealing point untuk saya baca.

Continue reading “MangaRev #1: Mill”

Funkot dan Prasangka Sosial Negatif di Indonesia

Setiap kali saya bepergian, entah itu ke mana saja, di kala saya membuka handphone saya, saya membuka aplikasi Soundcloud dan mencari lagu-lagu yang tampaknya terasa eksotis dan gaul di negeri Matahari Terbit tetapi cukup miris jika didengar di Indonesia. Dalam boks pencarian, yang ingin saya ketik ada lagu yang mengandung kata kunci ‘funkot’.

Ketika saya mendengarkannya dengan monitor headphone yang saya dapatkan dari Game Music Talk beberapa minggu lalu, di mana monitor headphone tersebut suaranya jebol sampai ketika saya mendengarkan dengan volume maksimal orang-orang bisa mendengarnya dari luar cup headphone saya ini. Lain cerita kalau saya mendengarkannya dengan in-ear monitor berbentuk earphone, akan tetapi earphone saya tinggal di rumah saudara saya sewaktu pulang kampung saat liburan UAS semester lalu.

Continue reading “Funkot dan Prasangka Sosial Negatif di Indonesia”

Bagaimana Cara Menjaga Semangat?

Bagaimana Cara Menjaga Semangat?

Semua orang pasti punya semangat dong. Entah itu semangat meraih cita-cita, semangat mendapatkan IPK tinggi, semangat semoga bisa ketemu sama artis idolanya, semangat bisa kelar Tugas Akhir sampai bertahun-tahun belum tamat juga gara-gara nyangkut satu hal itu, dan lainnya. Tapi di saat kita masih memiliki semangat tersebut, ada kalanya semangat yang kita miliki dapat menurun dan goyah akibat tekanan dan dorongan dari dalam maupun luar diri.

Continue reading “Bagaimana Cara Menjaga Semangat?”