Review Civilization VI – Penerus dari Fusion Dua Sekuel Sebelumnya

Akhirnya… setelah sekian lama barulah sekarang bikin review lagi yak. Maafkan atas kegabutan kesibukan saya selama ini. Review ini saya bikin juga atas dasar pemanasan karena sudah lama tidak menulis.

Review ini ditulis oleh saya, fanboy Civilization yang baru main Civilization V, Civilization: Beyond Earth, dan Civilization: Alpha Centauri (ini game jadul banget, tapi sengaja saya coba karena pengen tahu seperti apa perbedaannya dengan Civilization: Beyond Earth). Mohon maaf bagi para veteran Civilization yang sudah main dari jaman jebot, main Civilization pakai PC lama sampai sekarang ini. Kalau saya ada salah, mohon dimaapkeun.

Hemat Sumberdaya saat Dibuka

Pas saya coba main Civilization V, masih ada opsi pilih mau pakai yang versi DirectX 9 atau DirectX 10/11. Tapi kalau Civilization VI? Udah langsung pakai DirectX 11 dong. Makanya siapkan VGA kamu buat mainin ini. Sekurang-kurangnya pakai yang bisa ngangkat medium aja udah cukup.

Saat loading screen, Civilization VI nggak makan waktu terlalu lama. Berbeda di saat memainkan Civilization V atau mungkin Civilization: Beyond Earth, di mana loading screennya justru memakan waktu lama. Ada kira-kira sampai 3-5 menitan buat sampai ke main menu. Di Civilization VI kamu nggak perlu khawatir, nggak sampai 1 menit kamu sudah di main menu.

civ-mainmenu
Tampak main menu Civilization VI.

Di versi vanilla Civilization V, ada 18 bangsa yang bisa kamu mainkan. Sedangkan di Civilization VI, ada 20 bangsa dan akan terus bertambah nantinya jika ada DLC. Untuk sekarang ini, 20 di antaranya ada 2 yang berasal dari negeri yang sama. Jadi dalam 1 negeri ada 2 pemimpin, dan terpisah. Kamu bisa main sebagai salah satu dari kedua opsi yang disediakan.

Kali ini saya coba tes main Civilization VI pakai negeri Jepang dengan leadernya Hojo Tokimune. Tingkat kesulitannya Prince (Normal), map typenya Pangaea, map sizenya Standard, dan game speednya Quick. Ada satu opsi baru di game speed yaitu Online, tapi saya kira itu cuma buat online doang, jadinya saya pilih Quick. Tapi saya baru nyesal di kemudian, karena lamanya Quick sekarang seperti main Standard di Civilization V.

civjapan
Loading screen saat menjadi Hojo Tokimune, leader Jepang yang diassign di Civilization VI.

Okelah, langsung saja kita ke inti pembahasannya.

UI Asik Tapi “Tidak Biasa” Bagi Pemain Civ V

civcomparation
Civilization VI (kiri) dan Civilization V (kanan).

Jujur aja nih, buat saya yang pertama kali migrasi main dari V ke VI itu, sumpah, nggak biasa banget. Bayangin aja, kalian main dengan tampilan kartun, baik normal/strategic view maupun animated leadersnya. Kerasanya kayak… udah terbiasa sama tekstur gambar yang realistis. Beda banget. Jadinya di awal itu udah nggak dapat feelnya. Tapi setelah lama main sih ya dapet juga, tapi feel yang didapat malah bosan hahahahaha. Dan saya tetap ngotot main sampai habis nanti.

Apa aja yang beda di user interfacenya Civilization VI? Saya rangkum satu-satu ya. Kalian bisa baca di bawah ini:

  • Berhubung Civilization VI ini mencakup semua fitur yang ada di Civilization V dan semua DLCnya, maka otomatis fitur seperti tourism di culture dan faith di religion ada di Civilization VI. Semuanya sudah terangkum di bar kiri atas.
  • Di Civilization V kalau mau lihat progress mesti salah satu aja kan? Sekarang dua, jadi ada tech progress dan policy progress.
  • Tombol next turn dan petanya dipisah. Di Civilization V kan digabung tuh, sekarang tombolnya yang digabung sama unit/building info.
  • Yang baru ada info waktu local time di PC. Dulu kan nggak ada, cuma bisa diakali dengan mod. Jadi bisa nampilin waktu yang di local time di Civilization V.
  • Dan yang menyebalkan itu adalah animated time of day. Kayak main Dota 2, kan ada waktu siang-malamnya. Nah, Civilization VI itu ngikutin kayak gitu. Bagi saya yang udah terbiasa lihat terrain dan tilenya di siang hari semua, otomatis mengganggu banget ketika dibikin jadi gelap.
civ-peta
Begini nih petanya ketika POVnya kelihatan dan tidak kelihatan. Seperti peta kartografi penjelajah.

Fitur Lama Kembali Hadir, Fitur Baru Meramaikan

Nah, sekarang kita masuk ke dalam gameplaynya. Untuk basicnya sih sama aja ya, kita mesti menang salah satu dari semua trigger yang disediakan: menang dalam skor, dominasi, sains, budaya, dan agama. Salah satu aja, nggak mesti semua. Dan oh ya, tidak ada trigger menang dari diplomasi. Mengapa? Karena sudah tergantikan oleh trigger agama dan juga karena ada sedikit perubahan dalam city-states yang akan dibahas di bawah.

Beberapa hal yang musti saya bilang berbeda dari sebelumnya bisa kamu baca di bawah ini.

Tampilan Kota Menyesuaikan dengan Distrik dan Tile

Tampilan kota di Civilization VI jadi lebih tertata. Ingat kan pas di Civilization V, semua bangunannya disatuin semua? Sekarang jadi dipisah-pisah berdasarkan distrik. Nah, di masing-masing distrik itu mewakili masing-masing improvement. Semisal yang menghasilkan output science, maka disatukan di Campus. Building yang dapat ditambah seperti Library dan University. Begitu juga dengan yang lainnya.

Selain itu, Wonder juga dipisah dengan District dan City Center (kota itu sendiri). Dan beberapa Wonder hanya bisa dibikin di terrain tertentu dan ada yang harus bersebelahan dengan distrik tertentu.

Perkembangan Kota Diperbaiki dengan Sistem Housing

Perkembangan kota di Civilization VI ditentukan berdasarkan meter Housing, yang dapat diibaratkan sebagai tempat tinggal para penduduk. Housing bertambah seiring banyaknya bangunan-bangunan tertentu, tiles yang dialiri air, dan tile improvement. Dari Housing ini yang nantinya akan diisi oleh Citizen.

Sistem Happiness yang Kompleks Namun Tidak Memberatkan

civ7
Kurang amenities = warga tak senang. Kurang housing = sulit menambah citizen.

Sistem Happiness jadi mirip seperti Civilization IV. Berbeda dengan Civilization V, sistem Happiness sekarang lebih kompleks namun lebih membantu karena Housing dan Amenities. Jadi umpamanya di satu kota ada tempat tinggal buat rakyatnya, kemudian ada sumberdaya berupa fasilitas, sarana, dan prasarana yang disediakan.

Bagusnya lagi, Amenities (pengganti Happiness) diterapkan di masing-masing kota, tidak berlaku lagi seperti Civilization V yang menyamaratakan jadi keseluruhan untuk satu bangsa itu sendiri.

Great Works dan Great People Kembali Hadir

Ada Great Works dan Great People juga lo di Civilization VI. Untuk menggunakan manfaat dari Great People di Civilization VI, sekarang kamu bisa arahkan mereka ke distrik berkaitan yang terdekat. Misal Great Merchant harus ke distrik Commercial Hub. Dan masing-masing dari mereka juga punya bonus tersendiri sama seperti bonus Founding Fathers di Civilization IV: Colonization. Nggak kayak Civilization V yang Great Peoplenya sama semua untuk setiap jenis Great People.

Mata-mata Tidak Lagi Dibatasi

 

civ-gossip
Tampilan gosip di Civilization VI.

Fitur mata-mata kini diwakili dengan adanya espionage dan gossip. Malahan gossip jadi fitur utamanya game ini. Biasanya fitur gossip muncul sebagai pesan notifikasi ketika trader atau spy kamu kedapatan info baru.

Dan di espionage sendiri, tidak ada batasan mau berapa spy yang bisa kamu rekrut untuk mengeksploitasi lawan dan mencounter dari eksploitasi lawan. Kalau dulu di Civilization V kan dibatasi maksimal 3 spy (bisa nambah jadi 4 kalau bikin wonder entah apa itu namanya). Setelah dieksploitasi, biasanya distrik kamu bakal kena efek pillage (dan kota kamu, bukan builder, harus repair untuk bisa memanfaatkan distrik).

civ-spy
Tampilan jumlah spy.

Stacking Unit Menjadikan Penyerangan Lebih Efisien

civ-corpsarmy
Army: gabungan 3 unit yang sama; Corps: gabungan 2 unit yang sama

Fitur stacking unit kini kembali lagi di Civilization VI. Di Civilization V dulu, tidak ada fitur stacking unit, padahal di Civilization III dan Civilization IV ada. Ketika ada dua unit yang sama berada bersebelahan, kamu bisa menggabungkannya menjadi satu. Sebutannya untuk dua unit yang digabung bernama corps (kekuatannya jadi nambah 40%).

Mau ditambah satu lagi? Bisa! Namanya pun jadi army, bukan corps. Jadi kamu bisa dengan efisien menyerang unit lain dan malah kota lawan dengan unit-unit yang sudah digabung ini.

Tidak hanya air dan land unit, naval unit juga bisa digabung dan akan menjadi fleet. Selain military unit, support unit juga bisa bergabung dengan military unit dan begitu juga dengan civilian unit yang bisa dimerge dengan military unit.

Mekanisme Eureka Mempercepat Research

Sistem Research berubah dengan penambahan mekanisme Eureka. Di Civilization V kamu bisa melakukan Research seperti biasa dan bisa diboost dengan Research Agreement dengan bangsa lain atau dengan policy dan building/tile improvement/wonder. Nah, di Civilization VI jauh makin dipermudah dengan adanya Eureka. Hal ini berkaitan dengan dunia nyata, di mana terkadang beberapa penemuan sangat ditentukan dari seberapa besarnya hal-hal yang ditemukan baik dari penelitian secara konsisten maupun muncul mendadak dan cepat seperti penemuan Penicilin.

Jika sudah melakukan beberapa aksi tertentu, maka itu akan membantu memajukan Research jadi lebih cepat. Ini juga berlaku di Civics Research yang kali ini menerapan sistem tech tree sama seperti Science Research.

Penambahan Unit dan Unit yang Berubah

Ada beberapa unit yang fungsi dan namanya berubah. Yang paling menonjol adalah Worker dan Caravan. Kalau Worker di Civilization V dulu bisa dipakai tanpa batas, maka kalau di Civilization VI namanya jadi Builder, dengan kemampuan hanya bisa dipakai beberapa kali (minimal 3 kali, setelah itu hilang) saja untuk tile improvement dan wonder build boost. Lumayan juga sih, nggak terlalu makan unit cost kalau dipakai terus sampai akhir era.

Sementara Caravan di Civilization V, diganti namanya jadi Trader. Nah, Trader ini fungsinya selain ekspor-impor juga berfungsi sebagai pembuat jalan secara otomatis dari kota ke kota lain. Jadi bukan tugas Builder lagi yang buat jalan, melainkan Trader.

Diplomasi Antarbangsa Berevolusi

Fitur Diplomacy kini dibuat semakin berevolusi seiring majunya zaman. Sama perlu diperhatikan juga kalau kamu mau perang, soalnya perang yang mendadak biasanya lebih mencederai hubungan diplomasi ketimbang perang yang sudah dideklarasikan.

Sistem Pemerintah yang Dapat Menyesuaikan

Sudah tidak asing lagi di Civilization V kalau kita mesti ikuti aturan main social policy tree secara umum. Nah, sekarang balik lagi ke fitur lama yang ada di Civilization IV, yaitu Goverments. Dari sini, kamu bisa mendapatkan kartu-kartu yang berasal dari hasil civics research bangsa kamu yang selanjutnya bisa kamu bongkar-pasang kartunya yang sesuai dengan perkembangan bangsa kamu, tentunya dengan format pemerintahan yang sesuai sama kamu. Dan bisa diganti-ganti juga tiap kali kamu sudah menyelesaikan civics research tertentu.

Penyebaran Agama Semakin Menantang

civ-religion

Fitur Religion kini juga hadir di Civilization VI, dan jauh lebih rumit dari sebelumnya. Setelah menemukan Great Prophet, langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah membuat Apostle dan menemukan 2 belief tambahan dari agama yang telah kamu temukan. Apostle sendiri merupakan unit baru yang bisa kamu ajak perang dengan unit Apostle dari agama lain (jadi kenyataan deh sekarang kalo ada debaters agama saling lawan). Kemudian kamu juga bisa bikin bangunan keagamaan, tentunya bangunan tersebut akan muncul di distrik agama.

Efisiensi Tempat untuk Unit Laut

civ-naval

Oh ya, kalau mau buat kapal di Civilization V kan kotanya harus di deket pantai kan? Nah, sekarang di Civilization VI kamu nggak perlu bikin kota di dekat pantai! Selama kamu punya tile yang dekat ke pantai, kamu bisa bikin Harbor dan bisa bikin kapal dari situ.

AI Dinamis

AI sekarang sudah mulai diperbaiki, baik dari bangsa lawan maupun barbarian. Untuk bangsa selain kita, mereka sudah punya agenda sendiri-sendiri. Nah, agenda itu sendiri ada dua. Satunya berdasarkan sejarah dan satunya lagi random. Agenda-agenda tersebut yang menentukan playstyle dari Ainya.

Sedangkan untuk AI barbariannya sendiri lebih teratur, jadi di awal-awal kita main itu mereka keliling dulu pakai scout buat mantau kita, lalu perlahan-lahan bakal nyerang kita.

City-States Kini Menggunakan Sistem Envoy

Pada bagian city-statesnya nih, nantinya selain kita bisa kirim trader kita, juga bisa kita kirim envoy ke mereka. Nah, apa sih envoy itu? Envoy itu semacam perwakilan dari kita untuk ditempatkan di sana. Di 1, 3, dan 6 envoy, kita bakal dapat bonus dari city-state tersebut.

Jika kita mendapat maksimal 6 envoy (dan bisa bertambah kalau bangsa lain mengiirmkan envoy lebih banyak dari kita), maka kita bisa mendapatkan status suzerain dari city-state tersebut. Suzerain itu istilahnya seperti Allies di Civilization V. Memang kita tidak mendapatkan lagi status hak suara buat memenangkan diplomatic victory, tapi jika kamu menginginkan bonus lebih maka kejarlah status suzerain dari city-states yang ada.

Verdict

Nah, kira-kira setelah baca review saya di atas, bisa saya simpulkan bahwa Civilization VI ini kebanyakan mengambil mekanisme gameplay dari Civilization IV dan Civilization V. Memang, saya akui bahwa Civilization V sebelumnya, walau sudah Complete Edition, tetap masih banyak kekurangan (sekalipun sudah ada mod yang menutupi kekurangan-kekurangan itu). Sejujurnya pun dari awal itu Civilization V terlalu fokus kepada unit dan empire, nggak seefisien seperti Civilization IV yang udah ada fitur stacking unitnya. Akan tetapi, dengan style grafis seperti Civilization V — hanya saja kali ini terlihat cartoonish — dan beberapa mekanisme dari DLC Civilization V, difusionkan dengan mekanisme gameplay Civilization IV, maka jadilah Civilization VI yang ciamik.

Oh ya, berhubung saya baru coba versi bajakannya, jadi saya belum sempat review multiplayernya. Tapi sejauh ini, yang saya dapatkan infonya… katanya nggak bisa main bertim ya? Terus settingannya nggak seribet dengan yang ada di Civilization V?

Untuk nilai game ini, saya beri skor 88. Minus 2 poin karena saya maish belum terbiasa aja sama UInya. Udah kebiasaan sama Civilization V yang sederhana tapi teksturnya realistis. Semoga saja nanti di rilisan expansion pack akan ada fitur-fitur yang lebih membuat pengalaman bermain di Civilization VI jauh lebih menyenangkan dari sebelumnya.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s