Apa yang Dapat Dipetik dari Startup Talk 8?

Apa yang Dapat Dipetik dari Startup Talk 8?

Sebagai seorang anak muda yang memiliki spirit entrepreneurship dalam diri dan kepengen dari dulu untuk buat startup, kini saya tidak hanya fokus mengikuti acara bertema Jejepangan khusus wibu saja, namun juga mencari-cari event yang berkaitan dengan startup.

Sesekali mencoba keluar dari zona tidak nyaman, saya mendapat informasi acara bincang-bincang bersama founder startup di Startup Talk 8 yang berlangsung di Dicoding Space pada Jumat, 11 Maret 2016 lalu.

Dan di hari yang sama pula, ada acara yang sudah jauh-jauh hari ingin saya ikuti yaitu acara opening dari Nihon no Matsuri, acara tahunan yang diselenggarakan oleh kepanitiaan di bawah Nippon Bunka-Bu. Acara tersebut berbentuk seminar dengan mengundang dua pembicara dari latar belakang game. Kebetulan sih tema yang diusung adalah dunia game.

Sebenarnya saya kira saya nggak perlu datang untuk seminar dari opening Nihon no Matsuri ini, karena ya sebenarnya saya juga sudah melihat ada talkshow dari masnya yang dari Digital Happiness saat TEDxITTelkom (dulu namanya begitu sebelum IT Telkom jadi Telkom University) tiga tahun yang lalu. Oleh karena itu saya, yang udah bayar tiket, terpaksa merelakan acara seminar tersebut demi mengikuti Startup Talk yang sebenarnya saya juga kepengen untuk ikut, cuma nggak bisa ikutan karena telat daftar.

Tidak lupa saya mengajak teman sekelompok saya yang juga mau buat startup bersama. Dari lima orang (termasuk saya), yang ikut cuma saya dan Eben. Saya lihat jiwa bisnis anak mudanya masih terlihat begitu menggelora.

Jumat itu saya relakan untuk meninggalkan seminar Nihon no Matsuri dan pergi bersama Eben dengan sepeda motor milik teman saya. Kami berangkat dari kampus menuju lokasi mulai sekitar pukul 17.30, dan sampai sekitaran pukul 18.15. Lumayan lama sampainya dari perkiraan di Google Maps sih, soalnya ya saya sempat bingung sama jalur alternatif yang diarahkan sama teman saya ini. Belum lagi pas sudah jaraknya mau dekat menuju ke lokasi, eh saya putar-putar arah karena instruksi teman saya. Akhirnya saya bingung sendiri ini mau ke mana. Walau demikian, akhirnya saya dan Eben sampai juga di lokasi.

Sesampainya di sana, kami disapa oleh rekan-rekan Startup Bandung dan Dicoding. Saya sempat kagok saat tanya ke mas Narendra Wicaksono, co-foundernya Dicoding Indonesia, kapan acaranya dimulai. Katanya sih acaranya baru mulai pukul 7. Terus beliau juga mempersilahkan kami untuk mendapatkan boks ukuran besar yang ada di pojokan sambil berpesan untuk melepas lapar. Apakah ini makanan gratis untuk kami berdua?

IMG_20160311_182555
Dapat bento harga kurang lebih 30 ribuan, gimana nggak seneng?

“Wah, nggak sia-sia datang ke sini ya Ben!” ujarku pada temanku yang kuajak ke forum diskusi bulanan di StartupLokal, grup Facebook yang menampung banyak orang yang antusias dengan startup. Awalnya sih kami mau makan di luar setelah sampai di lokasi, tapi.. karena sudah ditraktir sama mas Narendra dkk, kami batal deh cari makan di luar hahaha. Kurasa ini salah satu plusnya aku datang ke Startup Talk. Nggak bakalan dapet deh di seminar Nihon no Matsuri, hahahaha. //kabur

Setelah makan, saya langsung solat Maghrib di musola yang ada di pojokan dekat tangga. Sementara Eben istirahat dulu sejenak, menunggu saya.

Cukup lama saya menghabiskan waktu untuk solat sembari mengeluarkan sisa-sisa yang mengganjal di perut dan bikin saya mulas, saya pun akhirnya keluar dari tempat ishoma. Eh ternyata Eben nggak ada lagi di tempat duduk tadi. Rupanya dia udah naik ke atas. Yaudah deh saya naik juga.

Setiba saya di atas, saya mengambil tempat duduk bersebelahan dengan Eben. Kemudian kami berdua menunggu sampai acara dimulai. Sementara yang lainnya sibuk ngobrol satu sama lain, rasanya saya juga nggak etis kalau saya potong pembicaraan mereka. Jadinya saya cuma bisa diam aja, nggak ngapa-ngapain. Nggak kenalan, nggak ngobrol, cuma iseng-iseng ambil buku notes kecil bewarna merah di tas, lalu corat-coret sedikit.

Tak lama kemudian, mas Adrian dari Kolaborasi mulai membuka acara. Sebenarnya mas Herry yang buka, namun karena masih di jalan, so.. daripada kelamaan, mas Adrian yang buka duluan deh.

Mas Adrian membuka acara dengan memperkenalkan sedikit mengenai Startup Bandung, apa yang mereka lakukan, menanyakan sedikit basa-basi bagi yang sudah pernah mengikuti konferensi startup, dan menanyakan siapa saja yang sudah bikin dan yang masih mengembangkan startupnya. Kemudian mas Adrian juga sedikit mempromosikan e27, berhubung mereka adalah partner dari acara tersebut. Dalam penjelasannya, nanti e27 juga akan mengadakan konferensi startup yang akan diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta di 6-7 April 2016. Dengan harga tiket yang… nggak ada gratisannya (ngarep banget kamu, De), harapan saya untuk datang sedikit kabur. Antara bisa datang atau nggak. Padahal udah dikasih promo lagi, diantar PP dari Dicoding Space ke Balai Kartini. Setelah saya coba tes kupon diskonnya, eh cuma kena diskon 20%. Harganya jadi tetep 360 ribu rupiah (SGD 38).

Setelah sedikit pembukaan dari mas Adrian, acara selanjutnya yang ditunggu-tunggu yaitu sedikit kata-kata dari mas Narendra selaku co-foundernya Dicoding Indonesia.

IMG_20160311_193205

Awal beliau sebelum membuat Dicoding ini adalah saat dia gagal lolos memenangkan Microsoft Imagine Cup tetapi diberi kesempatan oleh Microsoft untuk bekerja di kantor di Indonesia. That is a great opportunity, I think. Ya, sebagai karyawan yang paling muda di antara mereka, tentu jelas merupakan peluang yang oke banget. Di sela-sela bekerja, mas Narendra juga pernah menyibukkan diri untuk membuat aplikasi tandingan Nike yang sudah jauh-jauh hari diluncurkan satu tahun sebelum aplikasi dari Nike ada. Selama bekerja di Microsoft, mas Narendra benar-benar berada dalam comfort zone. Gaji gede, kerja di perusahaan multinasional. Tapi atmosfir bekerja juga menentukannya untuk tidak selamanya bekerja di sana. Ada beberapa budaya kerja yang membuatnya musti beradaptasi seperti godaan kerja, entah itu minum bir yang dilarang dalam agama dan budaya ‘makan memakan orang’.

Setelah melalui banyak pengalaman di sana sini, pun akhirnya mas Narendra mencoba keluar dari zona nyaman tersebut, merekrut 3 orang yang menurutnya handal dalam bidangnya masing-masing, dan mencoba membuat satu digital startup bernama Dicoding Indonesia yang dikenal sebagai developer hub Indonesia.

Dalam sesi bicaranya, tentu mas Narendra membeberkan sedikit mengenai 5 tips untuk membuat startup. Yang pertama adalah build your passion. Sebisa mungkin bangun startup dari apa yang kamu ingin wujudkan, entah itu berupa cita-cita atau angan-angan. Lalu build your team, cari investor terbaikmu untuk mengembangkan startup yang memberikan resource dan time yang benar-benar dilowongkan untuk itu. Setelah mendapatkan tim, langkah selanjutnya adalah build your product. Tidak ada yang tidak mustahil bagi sebuah tim untuk membuat suatu produk yang jadi. Dengan dimulai membuat Minimum Viable Product, kemudian perlahan-lahan bisa lanjut ke tahap making money. Dan langkah terakhir adalah lean and run, ikuti produk kamu dan tinjau kembali perkembangannya.

Melaksanakan langkah-langkah tersebut tidaklah mudah tanpa memikirkan tiga tips terbaik versi mas Narendra:

IMG_20160311_195239

  • Cari passionmu, jangan hidup di kehidupan orang lain
  • Kurang-kurangi procrastinate; potong waktu membuka media sosial dan hiburan
  • Selalu percayakan (selebihnya) kepada Tuhan

Kata-kata terakhir yang dapat saya ambil dari mas Narendra sewaktu sesi tanya jawab, adalah ketika berusaha mencari tim yang baik, usahakan untuk bergaul dengan orang-orang baik dan selalu berbuat kebaikan. Dijamin akan datang dengan sendirinya anggota-anggota tim yang terbaik untuk membantu mewujudkan rintisan startup.


 

Setelah mas Narendra bercakap lebar mengenai experience dan tipsnya untuk membangun startup di usianya yang sudah menyentuh 30, selanjutnya sesi bicara startup lanjut dibawakan oleh mas Novistiar Rustandi selaku co-founder HarukaEdu, startup yang fokus ke layanan e-learning di perkuliahan.

IMG_20160311_202235

Berawal dari saat melanjutkan S2 di Amerika dan bingung mau masuk bimbingan startup di mana. Karena saat itu diharuskan untuk keluar dari pekerjaan jika ingin mengikuti inkubator startup, maka mas Novistiar masih galau. Sampai pada akhirnya ada Founders’ Institute, sebuah inkubator startup yang membantu menjawab kekhawatirannya. Oke, sekarang beliau sudah mengikuti. Namun startup yang dikembangkannya masih belum maksimal. Why? Karena di awal-awal beliau cuma meluangkan waktunya di akhir pekan untuk mengembangkan startup, sementara mas Novistiar juga ada pekerjaan utama di hari-hari kerja. Karena ketidakadaan waktu banyak untuk mengembangkan startup, maka di sini mas Novistiar mengambil kesimpulan bahwa mengembangkan startup tidak bisa dilakukan secara part-time kecuali jika sudah memiliki manajemen waktu yang baik. Untuk langkah awal, beliau menyarankan membuat secara full-time. Dan tips dari beliau adalah sebelum ingin pivot, siapkan tabungan sebagai last resort untuk biaya hidup.

Setelah mengetahui kegagalan tersebut, mas Novistiar mencoba pivot dengan kembali ke Jakarta dan membuat startup di sana. Dengan kondisi yang cukup sulit, pada awalnya mas Novistiar masih mematangkan idenya untuk mengembangkan startup. Setelah coba sana sini, ditemukanlah ide membuat startup yang scalenya besar: e-learning. Melalui validasi ide, mas Novi mencoba melakukan penyasaran segmen pasar yang tepat dan menemukan permasalahan yang menjadi pokok utama bahasan orang banyak. Didapat bahwa faktanya masih banyak orang yang kesulitan ingin kuliah sementara waktu dan tempat tidak memungkinkan untuk dapat kuliah. Oleh karena itu, mas Novi mencoba mendirikan startup HarukaEdu ini.

Selama awal mendirikan startup, mas Novi dkk sempat mandeg mengalami penurunan dan tidak ada hasil. Sementara dana funding juga semakin menipis. Mas Novi sempat pesimis soal perkembangan HarukaEdu ke depannya, namun beliau beruntung bisa membujuk seorang investor untuk mendanai startupnya sehingga bisa dilanjutkan berkembang lagi. Mas Novi memberikan tips untuk menggaet investor yang baik, adalah dengan melihat background kehidupan sang investor dan lihat pengalamannya seperti apa, kemudian perhatikan betul tentang pandangan dia mengenai bisnis yang sedang kita kerjakan. Jika semuanya lampu hijau, maka tidak ada masalah untuk tidak menggaetnya.

Semua usaha yang dilakukan mas Novistiar tidak terlepas dari beberapa alasan. Beliau ingin membuat startup, ingin memecahkan masalah, ingin exit, punya passion yang tinggi, dan menemukan solusi untuk masalah yang besar.

IMG_20160311_205834

Satu jawaban menarik dari beliau saat ditanyakan mengenai masalah sue atau tuntutan karena ketidakkonsistenan tim saat membangun startup di Indonesia, menurut beliau adalah yakinkan mereka dan buatlah satu perjanjian. Karena mas Novistiar adalah orang yang mengutamakan hitam di atas putih, maka tidak ada masalah baginya jika ada satu-dua anggota yang tidak sanggup saat ditinjau kembali kinerja mereka. Mereka pasti akan malu berat jika ingin melanjutkan proyek startup tersebut.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan networking. Sayang foto bersamanya belum saya dapatkan sampai sekarang dan juga berhubung saya musti tiba di asrama sebelum jam 10.30 (karena kalau nggak, saya bakal susah masuk karena pintu asrama ditutup). Saya cuma kenalan sama orang yang tadi duduk di sebelah kanan saya, mas Adrian dari Kolaborasi, dan basa-basi dikit sama mas Adjie dari Tinker Games dan CO&CO Space.

Untuk pertama kalinya saya datang ke acara startup di coworking space pertama yang saya kunjungi, kesan saya sih luar biasa. Pengalaman dapet, makanan (eh) dapet, terus kenalan juga dapet. Memang sih, ramah banget komunitasnya. Habis sesi bincang-bincang aja langsung pada kenalan. Tempat coworking spacenya juga oke punya. Saya jadi tertarik untuk ikut di acara-acara selanjutnya nih..

IMG_20160311_185711IMG_20160311_213024

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s