Until I Find The Cure – Part 1

Berjalan sendirian di koridor kosong tanpa alat bantu dan pelayan memberikan rasa yang luar biasa sakit dari badanku. Bayangkan saya, aku yang sedari dulu sudah menderita penyakit langka ini ketika melangkah keluar dari kamar saja rasanya badanku mulai terhuyung lemas. Kondisi fisikku yang tidak memungkinkan seharusnya membuatku tidak dapat bergerak leluasa, namun karena tidak setiap saat pelayan dapat membantu melakukan pekerjaan rumah untukku, maka mau tak mau aku harus mencoba untuk melakukannya sendiri.

Aku terlahir di kerajaan termasyur seluruh negeri, namun karena gen aku mengikuti gen ibuku yang berasal dari kalangan jelata sehingga menjadikan aku terlahir lemah. Tak bisa kupungkiri bahwa aku lahir dengan kondisi seperti ini. Ayahku yang merupakan raja kerajaan juga tidak bisa berbuat banyak atas kondisi fisikku. Beliau sudah mencoba banyak cara untuk menyembuhkanku, termasuk menyuruh penasihatnya untuk mencarikan obat penawar.

Kondisi tubuh yang kualami pun juga sebenarnya terbilang langka. Dari sekian banyak rakyat yang tinggal di negeri ini, hanya aku yang mengalami kondisi seperti ini. Ibuku yang bawaannya juga lemah tidak mengalami kondisi separah aku. Apakah jangan-jangan aku ini terbawa kondisi oleh leluhurku? Apakah kondisiku ini memberikan pertanda mengenai keluarga dan kerjaan? Pikiranku masih bertanya-tanya akan hal itu.

Di malam hari, ketika pelayanku datang dan masuk ke kamar untuk mengantarkan makan malam, aku menceritakan keluh kesahku terhadap kondisi fisik yang kualami. Pelayan sempat sedih mendengar ceritaku. Aku berharap ia memberikan saran atau bantuan, namun ia tak bisa banyak diharapkan. Lalu aku mencoba menanyakan kepada pelayan jika seandainya dia menjadi sepertiku, apa yang akan dia lakukan. Pelayan kemudian menjawab bahwa tak banyak yang bisa ia lakukan dengan kondisi sepertiku. Hanya saja ada beberapa kegiatan yang mungkin ia lakukan, seperti menjahit atau membaca. Aku kurang yakin kalau menjahit, namun kalau membaca… aku bisa. Aku berterima kasih kepada pelayan yang telah menjawab pertanyaanku, lalu dia pergi keluar dari kamar.

Beberapa saat setelah pelayan keluar dari kamar, aku terpikir kalau aku membaca buku, mungkin aku bisa menjawab pertanyaan yang selama ini terus mengiang di kepalaku. Di kastil kerajaan ada satu perpustakaan besar. Sepertinya aku bisa mencari jawaban atas segala kekeluhkesaan aku di sana.

Esok harinya aku pergi ke perpustakaan, membaca berbagai macam buku-buku. Tepat ketika aku membuka pintu, aku mencium debu yang amat tebal. Uhuk uhuk! Begitu tidak terawatnya perpustakaan ini sampai tebal sekali debu yang bertumpuk di perpustakaan. Aku menutup hidung dengan telapak tanganku dan mulai mencari buku satu per satu.

Kuambil tangga beroda yang ada di rak paling ujung dan kudorong ke mana saja aku akan mengambil buku. Pelan-pelan aku mengambil buku yang hanya bisa dicapai dengan menggunakan tangga beroda. Buku-buku yang kutemukan dan kubaca selama berjam-jam bermacam-macam pula. Ada buku tentang kisah perjalanan hidup seorang petualang, buku memasak, buku memanah, dan lain-lain. Tapi selama aku mencari dan membaca buku-buku, belum ada satu pun buku yang kutemukan dapat memecahkan masalah kondisi fisikku.

Dan setelah sekian lamanya aku hinggap di ruang perpustakaan yang sudah sekian lama tidak terurus ini, aku tak kunjung menemukam buku itu. Aku mulai putus asa, menganggap bahwa apa yang kuusahakan itu sia-sia. Namun aku tetap optimis, aku pasti akan menemukan buku itu.

Dari fajar hingga senja aku berada di perpustakaan, pencarianku terhadap buku tersebut tidak menuai hasil. Aku pasrah. Pada akhirnya aku menyudahi pencarian buku itu dan kembali ke kamar.

Aku langsung merebahkan badanku di atas kasur dan berharap semoga aku akan mendapatkan buku itu.

Saat aku terlelap, aku masuk ke dalam mimpi. Sebuah mimpi yang membuatku menemukan jawaban dari masalah fisik yang selama ini kualami…

(bersambung)

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s