Nyoba Makan di Fukuzushi Bahureksa

Nyoba Makan di Fukuzushi Bahureksa

Belum cukup hedon di DNA Fest 2016 kemarin, masih ada aja godaan yang harus saya lalui hari ini. Yaitu makan hedon bersama kakak kandung saya yang juga sudah lama menetap di Bandung sejak awal masuk kuliah di ITB tahun 2011 silam.

Karena saya masih kuper sama kota Bandung, jujur aja… saya nggak punya kendaraan sendiri untuk bisa menjelajah spot-spot bagus di kota. Hapal jalan aja gampang gampang susah. Begitu udah lewat sekali, eh pas udah lama nggak pernah pergi lupa lagi. Makanya saya agak susah kalau ditanya sama kakak soal mau pergi jalan-jalan ke mana atau mau makan di mana.

Berhubung saya juga masih di masa-masa UTS, saya pikir agak susah kalau mau jalan-jalan. Saya nurut aja kalau mau makan di mana. Rencana awalnya sih di Trans Studio Mall, tapi belum saya konfirmasikan iya sebelumnya. Terus kakak saya ngasih saran mau makan di mana. Dia ngasih saran makan di Sushi Tei, Hanamasa, sama Fukuzushi. Saya ambil Fukuzushi deh. Terus dia bilang mau pilih di PVJ atau dekat Riau Junction. Berhubung kondisi cuaca yang tak menentu dan bakalan hujan serta posisi yang serba menentukan jalan pulang dan waktu pulang, maka saya pilih di Bahureksa alias dekat Riau Junction.

IMG_20160306_142732

Waktu yang ditempuh untuk pergi dari asrama ke sana membutuhkan waktu sekitar 35 menit. Sesampainya saya parkir yang ternyata parkiran saya dekaaaaaat banget sama restorannya, saya malah turun ke bawah, ke Riau Junction. Terus saya ditelpon sama kakak saya, ditanya saya lagi di mana. Saya kira restorannya di Riau Junction, eh rupanya setelah saya tanya sama aa cleaning service di depan pintu masuk Riau Junction rupanya di Jalan Bahureksa sebelah sana. //tepokjidat

Masuk ke dalam dan ternyata kakak saya sudah menunggu di tempat duduk yang dekat dengan kasir, tepat di hadapan depan saya masuk pintu. Saya sempat dimarahi sedikit karena keterlambatan saya. Maklum, baru siap-siap dan dapat motor rental pukul 13.45 siang, hehe.

Kakak saya sempat bilang begini ke saya: “Kenapa kamu nggak mau di Hanamasa aja, De?”. Entah apa yang membuat saya kepengen di Fukuzushi dan nggak mau ke Hanamasa, tapi yang jelas ada satu ulasan yang sempat saya baca di Internet dan membuat saya kepengen makan di Fukuzushi.

Okelah, jadi langsung saja deh. Mulai dari tempatnya. Saya sendiri nggak foto tempat-tempatnya semua, hanya beberapa tempat yaitu spot belakang dan di posisi saya duduk. Tempatnya cukup cozy dan nyaman untuk hangout sama teman-teman. Ornamen seperti tempat menaruh katana membuat suasana restoran menjadi lebih berasa Jepang.

Wifi sih saya kurang tahu kualitasnya seperti apa. Nggak saya tanya passwordnya ke aa dan nengnya.

Kalau makanan sih, pas lagi pesan gitu jelas-jelas lebih lama masak sushi ketimbang ramen. Yang ramen malah lebih cepat diantar daripada sushi.

Saya lupa pesan mana-mana aja, tapi yang saya ingat cuma pesan Mix Volcano yang kelihatan kayak sushi tapi ukurannya lebih besar, Beef Katsu Ramen, sama Kama Spicy Ramen. Aslinya, kalau ditotal mah saya dan kakak saya ada pesan sekitar 7 piring sushi dan ramen, yang mana saya habiskan lebih banyak porsi ketimbang kakak saya. Kakak saya ini orangnya cepet gemukan kalau makannya banyak, jadi porsi makannya dijaga betul. Beda banget sama saya yang susah banget gemuk walau udah makan banyak.

Untuk rasa makanan, saya yang nggak terlalu professional dalam mencicipi dan merasakan enaknya makanan ini cuma bisa bilang “di sini makanannya oke punya”.

Nggak terasa dari jam 2 saya datang, eh sudah jam 5. Kakak saya menyarankan saya untuk solat Asar dulu sebelum balik ke asrama. Saya gunakan waktu solat sekalian survei tempat restoran yang ada di belakang. Ada tempat seperti pancuran air, kemudian di belakang ada ruangan khusus staf, lalu di sebelah kirinya ada toilet, dan di sebelah kiri toilet ada tempat privat, mungkin khusus VIP, ada tataminya, dan sekaligus juga bisa digunakan sebagai tempat solat. Saya rasa kurang nyaman untuk solat di situ, soalnya ruangan privat yang nggak terpakai malah dipakai buat tempat solat.

Setelah solat, kakak saya langsung bayar tagihan makanan all you can eat kami berdua. Totalnya Rp206.500 atau Rp103.250 per orangnya. Dan saya nggak bayar sepeserpun karena saya ditalangin sama kakak saya yang udah dapat jatah uang dari ibu saya :v

Kesimpulannya: tempatnya cocok buat yang mau makan rame-rame, cuma perlu diingat ada batas waktunya dan kalau mau mesan makan sebaiknya pilih sedikit dulu baru pesan lagi kalau sudah habis. Pesan ramen lebih cepat ketimbang pesan sushi. Dan bagi yang mau solat juga ada tempatnya cuma saya rasa kurang nyaman. Rating saya 3.7 dari 5.

Advertisements

2 thoughts on “Nyoba Makan di Fukuzushi Bahureksa

    1. Kena per orangnya Rp103.250. Tapi di gambar harusnya kenanya Rp89.000:

      Belum termasuk pajak. Belum termasuk entah apalah itu.

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s