Kekhilafan di Bandung Japan Festival 2

Khilaf. Kata yang sering digunakan untuk mengakui sebuah kesalahan yang tak disengaja. Walaupun demikian, khilaf yang saya maksud di sini adalah mengakui keterlanjuran dari apa yang sudah dilakukan. Seperti di Bandung Japan Festival ini. Saya mengaku khilaf karena telah melenyapkan seperempat jatah uang bulanan. Tapi saya rasa malah nggak mengaku telah menyesali apa yang sudah saya beli sih, haha. šŸ˜†

Persiapan ke Bandung Japan Festival 2 yang berlokasi di GOR Sepak Bola Lodaya sebenarnya nggak muluk-muluk amat. Saya cuma bermodalkan hape, motor pinjaman teman beserta kunci dan STNKnya, helm, tas (karena kebetulan saya baru saja selesai kuliah, baru kelar ujian, dan IDGAF sedikit pun setelah ujian), dan dompet. Setelah semuanya komplit, saya langsung cus dari kampus ke GOR Lodaya.

Sebelum ke sana, sebelumnya saya udah janjian sih jemput mantan (yha) dan pergi bareng. Karena saya masih katrok sama jalanan di Bandung, tentunya saya alami miskomunikasi sama dia. Semula saya tunggu di seberang, eh ujung-ujungnya saya musti putar arah karena arah perginya dari tempat dia menunggu. Ya udah deh, ujung-ujungnya saya yang mengalah.

Tiba di sana, saya dan mantan langsung masuk ke tempat pembelian tiket. Jauh-jauh hari sih harusnya nggak ada tiket OTS, tapi entah mengapa di H-7 malah diterapkan penjualan tiket dengan bonus gratis 1 Kopiko 78C. Saya tahu mereka langsung dapat sponsor dari Kopiko, tapi enggak gitu juga kali sampai jualan tiket masuk…

Satu tiket harganya Rp20.000. Harusnya lumayan sih buat makan di warteg dua kali. Minus Kopiko 78C maka harga tiketnya bisa Rp12.500. Murah untuk ukuran acara kelas kota.

Setelah saya beli tiketnya, petugas mulai melakukan pengecekan isi tas dan barang yang berpotensi tidak boleh dibawa. Saya rasa itu cukup oke sih untuk pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan ya.

Begitu selesai pengecekan, saya malah langsung pergi ke tempat jualan doujinshi. Yang lain mah nggak saya perhatikan, haha.

Sementara saya asyik memutari booth doujinshi, eh saya jumpa sama Cornel yang baru aja lulus dari Nanyang dan udah dapet kerjaan di Bandung. Kami berdua sempat ngobrol-ngobrol sedikit tentang kerjaannya. Terus habis itu kami pun berpisah (cielah bahasanya).

Belum lama pisah, eh udah ketemu temen satu sekolahnya mantan aja. Agak gimana-gimana gitu, sok-sokan inosen. Urang sedih lihatnya.

Berdiam cukup lama setelah ketemu temen-temennya mantan, aku memutuskan untuk misah dan kembali melanjutkan perburuan doujinshi.

Di tengah-tengah perburuan, saya ketemu juga sama Witsqa, anak Malang yang satu kampus dan sejurusan, cuma beda kelas. Baru kenal pas Game Developer Gathering Prime di TUCH lalu, terus sampai sekarang aktif banget kalau ada ajakan acara-acara gitu haha. Karena beberapa hari yang lalu dia baru beli Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, maka otomatis untuk hari itu dia nggak beli apa-apa. Sedih.

Setelah ketemu, dia ikut nemenin saya lihat-lihat doujinshi yang ada.

Bosan keliling booth doujinshi, kami berdua mampir ke booth komunitas. Di antara semua booth, yang paling rame sih boothnya Wikiba Asia. Well, sebenarnya saya lagi kepengen cari relasi, tapi entah mengapa saya yang bukan siapa-siapa ini (halah, kalau bilang sejujurnya malah takut dikira sombong atau apalah). Yang pasti sih saya masih belum siap banget buat kenalan gitu haha. Padahal banyak banget yang saya tahu dari Facebook (rata-rata saya lihat dan tahunya dari inner circlenya teman-teman saya), namun ya gitu, tetep aja ada rasa groginya. Mungkin next time deh, kalau udah ada kartu nama jadi lebih mantep buat kenalannya (padahal mah apa atuh, gak pake kartu nama juga bisa kale hahaha).

Selain boothnya Wikiba Asia, ada booth komunitas Gundam (yang seharusnya saya ikutan nimbrung, tapi justru malah cuma sekadar ‘Going’ di eventnya mereka, haha), dan Nendonesia. Foto-fotonya sih bisa dilihat di bawah.

Cukup lama mengitari setengah dari area GOR, saya memutuskan untuk break sejenak dan memesan okonomiyaki bersama teman saya Witsqa. Soalnya saya pada belum makan sama sekali sejak pagi tadi. Begitu makan di pinggiran lapangan yang ada rumputnya. Setelah makan, saya langsung ambil ancang-ancang untuk solat dan kemudian kembali lagi melanjutkan sesi berburu doujinshi.

Lagi-lagi saya ketemu sama mas Hanung dkk yang kini merencanakan sesuatu yang tak dapat dijangkau oleh kapasitas seorang masyarakat awam: membudayakan sarung di tengah acara festival yang mayoritas berbau Jejepangan. Dan juga saya untuk pertama kalinya baru ketemu sama Caesar, eks-kontributor Indonesian Otaku yang dulu saya rekrut, sekarang sudah bekerja di sebuah perusahaan game developer.

Singkat cerita, saya sudah menghabiskan banyak duit demi doujinshi. Entah kenapa kali ini kesambetnya ngeri banget. Khilaf bukan main. Terus di tengah-tengah break berburu, saya sempat melihat dance di tengah-tengah lapangan. Dan beberapa lama setelahnya hujan turun dan nggak bisa langsung pulang. Tepatnya pukul setengah 6 sore barulah saya dan mantan (yang baru aja balik lagi ketemu habis berpisah dengan teman-temannya).

Well, di sini saya nggak terlalu banyak foto-foto karena asyik beli ini-itu. Tapi saya berterima kasih banget untuk yang sudah pernah bertemu dengan saya maupun yang baru pertama kali ketemuan. Saya juga menyayangkan banget sih, kenapa skill kenalannya nggak diimplementasikan saat acara berlangsung. Cuma ya mau gimana lagi, sayanya grogi plus canggung pas ketemu orang-orang yang sebenarnya tahu ini temennya temen saya, tapi… ya gitu lah. See you at the next event, guys!

bjf.jpg
Aslinya cuma foto-foto ini doang saking fokus sama belanja doujinshi dan hemat baterai hape.
Advertisements

2 thoughts on “Kekhilafan di Bandung Japan Festival 2

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s