The Backstage SBM ITB #5: ‘Ledakkan’ Pikiran dengan Pola Pikir Baru

The Backstage SBM ITB #5: ‘Ledakkan’ Pikiran dengan Pola Pikir Baru

Jumat kemarin, SBM ITB bersama Ziliun mengadakan acara seri talkshow dengan nama “The Backstage”. Topik yang diusung adalah “Inovate or Fall: Status Quo Challenges”. Acara ini diadakan di Auditorium SBM ITB mulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB. Dalam acara ini, pihak penyelenggara acara turut mengundang dua pembicara alumni (kalau tidak salah) yaitu kang Anto Motulz selaku founder dan editor Motzter Think Creative dan kang Dicky Sukmana selaku co-founder Nusantara Estetika sekaligus marketing digital consultant.

Sebelum sesi talkshow dimulai, ada sedikit pembukaan oleh dosen Kewirausahaan SBM ITB, ibu Isti Raafaldini. Beliau menjelaskan sedikit mengenai mata kuliah Technology-Based Business yang terbuka bagi seluruh mahasiswa yang berasal dari jurusan dari mana pun. Tujuan dari adanya mata kuliah tersebut adalah menyelesaikan permasalahan oleh anak-anak muda yang mempunyai ide-ide cemerlang. Selama perkuliahan, mahasiswa-mahasiswa mendapat mentoring, bagaimana cara market validation, kerja grup/lapangan, buat produk, dan field trip. Nantinya di akhir akan ada demo day yang akan menampilkan hasil kinerja dan perkembangan startup yang mereka kembangkan untuk sampai pitching.

Setelah bu Isti menjelaskan bagaimana perkuliahan Technology-Based Business, selanjutnya beberapa dari peserta Demo Day TBB Batch 1 dan Batch 2, Dilla dan Fuar, menjelaskan sedikit tentang pengalaman mereka terkait mata kuliah tersebut dan juga sedikit tentang Ziliun. Ziliun adalah media yang dipercayakan untuk mengubah paradigma masyarakat luas khususnya mahasiswa dan yang ingin membuat bisnis dengan serangkaian tulisan yang memiliki judul catchy namun distruptive.

Dalam sesi talkshow, kang Motul dan kang Dicky saling membahas bahwa kolaborasi itu penting untuk membangun sebuah bisnis startup. Dalam mencari ide-ide, kang Motul menyarankan betapa pentingnya untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dengan keep questioning, karena dengan terus bertanya dan bertanya tentunya akan menambah jangkauan ilmu yang tentu akan berguna jika di saat ingin mematangkan ide dan di kala sedang menerima proyek. Kang Dicky menyetujui pendapat kang Motul dan menambahkan bahwa penting juga untuk menimbulkan rasa ketidakpuasan dan penasaran. Tentunya ini berkaitan dengan sifat kekritisan yang wajib dimiliki ketika ingin mendalami dan mengetahui hal-hal yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Ketika ditanya apakah kolaborasi itu penting, kang Motul menjawab ya. Dalam mengerjakan sesuatu tentu seseorang pasti ingin mengerjakan semua halnya tetapi hasilnya bakal tidak maksimal. Oleh karena itu kolaborasi sangat penting untuk meminimalisasi terjadinya hal tersebut. Kang Motul juga menekankan bahwa kolaborasi tersebut bukan berarti kerja sama, karena kerja sama hanya sekadar membuat memorandum of undestanding tanpa menilik lebih lanjut mengenai potensi sebenarnya dari orang yang ingin diajak bekerja sama demi mencapai kepuasan atas kriteria kinerja yang dilakukan. Kang Dicky justru mengatakan bahwa kolaborasi bukanlah bagian dari business partner, karena kolaborasi benar-benar memanfaatkan orang-orang yang ada, mengerti potensi dan kemampuannya, tidak hanya sekadar bekerja demi mengejar tujuan semata saja.

Saat sesi diskusi dimulai, kang Motul dan Kang Dicky dilempar berbagai pertanyaan menarik untuk disimak. Ada salah satu yang menanyakan pertanyaan bagaimana cara mengorganisir input yang ada menjadi output yang bagus. Kang Motul menjawab dengan cara sistematis dari bagian mata kuliah Metodologi Desain. Jadi sebelum mengoutput, ada kalanya memetakan dulu masalahnya seperti apa, kemudian membedah masalah itu menjadi beberapa aspek, lalu pilih mana yang menjadi prioritas. Kemudian saat kolaborasi, sharing masalah tersebut dengan orang yang menguasai salah satu bidang yang ada, keep questioning, dan chill saat stuck mencari ide brainstorming.

Usai sesi diskusi, acara ditutup dengan pembagian kaos bagi pemenang dengan postingan paling distruptive dan sesi foto bersama.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s