Mendengar Bincang Musik dan Suara dalam Penguatan Branding di Game Music Talk #5 Bandung

Jumat lalu, beberapa media seperti Tech in Asia, Duniaku Network, dan Nubigames telah mempromosikan satu acara talkshow bertajuk Game Music Talk #5: Music & Sound for Media Enhancement. Acara talkshow ini diadakan di Telkomsel Dago Digilife, Jalan Ir. H. Juanda No. 8 Bandung pada Sabtu, 16 Januari 2016 pk. 15.00-18.00. Dibawakan langsung oleh 3 speaker dari tiga bidang berbeda: film & media, game, dan musik. Walaupun saya rasa bidangnya nggak jauh berbeda, namun dari segi talkshow yang dibicarakan diharapkan mampu membuka wawasan bagi orang awam (seperti saya) untuk mengerti bagaimana proses dan cara kerja membuat musik dalam proyek yang mereka kerjakan dan juga menepis rasa ingin tahu para penggiat musik dari berbagai kalangan dan usia untuk dapat diterapkan dalam kehidupan kerja mereka.

Tepat satu jam sebelum acara dimulai, saya sudah siap untuk pergi ke sana bersama seorang teman dengan menggunakan sepeda motor milik temannya teman saya (jangan sampai salah bingung ya, haha). Karena saya masih belum hafal dengan jalanan di Bandung, maka kami berdua mengandalkan satu aplikasi penunjuk jalan di handphone. Perjalanan yang harusnya hanya memakan waktu ~45 menit saja, malah molor menjadi 1 jam. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 4 kurang.

IMG_20160116_160521

Begitu kami masuk ke lokasi talkshow, rupanya kang Jodi Handoyo sudah lebih dulu memaparkan teknis melakukan proyek mengkomposisi musik dengan rekan kerja. Kami tidak sempat mendengarkan paparan beliau sebelumnya dikarenakan waktu yang harusnya dipakai seefisien mungkin malah mundur dari ekspetasi karena tersesat.

Setelah kang Jodi hampir selesai menyelesaikan sesi bincangnya, tentu ada satu petikan di akhir yang membuat kami semua terpesona (cielah). Dia bilang, untuk urusan bermusik, pasti harus setidaknya bermain musik atau mendengarkan musik. Karena sejatinya seorang pemusik, baik itu musisi, komposer, dan lainnya tetap harus melakukan aktivitas tersebut. Tidak bisa ditinggalkan sama sekali.

IMG_20160116_170802

Sesi bincang sejenak berhenti dan ada acara break, music jam oleh duo Winso. Lagunya sih enak dan calming buat didengar.

IMG_20160116_163509

Selanjutnya sesi bincang dibawakan oleh kang Babams. Dengan gayanya yang keren, dia menuturkan bagaimana seorang musisi mulai bergerak dari awal, yang harusnya bukan berada di bidangnya namun karena memiliki potensi di situ maka terus ia kembangkan. Kang Babams juga menceritakan kisah pahitnya menjadi seorang kuli musik yang dipikul rata dengan job role yang serbabanyak dan dibayar dengan harga yang sudah murah, ditawar murah lagi. Tapi itu nggak mematahkan semangatnya untuk terus berkarya di ranah industri musik dan suara. Di akhir, kang Babams menjelaskan bahwa masih banyak orang yang salah kaprah antara sound designer dan composer. Kedua hal ini tidak bisa digabungkan menjadi satu. Sound designer adalah bagaimana kamu bisa membuat satu suara apapun menjadi satu suara yang dibutuhkan, sedangkan composer adalah bagaimana kamu dapat mengaransemen alunan musik yang pas untuk dapat didengar saat mendengarkan di media seperti film dan game.

IMG_20160116_171415

Dan di akhir sesi bincang, ada kang Septian. Beliau ini adalah pendiri Monkey Melody, sebuah perusahaan yang fokus dalam pembuatan score, musik, dan efek suara game. Di sesi ini kang Septian banyak sekali menceritakan pengalaman beliau semasa menjadi game music composer pada awalnya, kesan keluarga mengenai pekerjaannya, dan pengalaman kerjanya dengan klien.

Sesi bincang ditutup dengan sesi tanya jawab. Kebetulan saya lagi nggak mau tanya (dan enggak kepengen dapat CD musiknya, entah mengapa), namun karena saya lagi keranjingan buat dapatin monitor headphonenya (ngarepnya sih Audio-Technica ATH-M50). Kan di tengah-tengah acara ada sesi doorprize tuh buat yang ngetweet paling oke dengan menggunakan hestek #GameMusicTalk bakal mendapatkan satu monitor headphone. Saya, yang kala itu sedang kebingungan gara-gara kunci sepeda motor pinjaman hilang (saya tinggal di musholla, terus hilang deh), masih sempat-sempatnya ngetwit. Tweet saya sebenarnya ngasal sih:

tapi entah mengapa saya yang dijadikan pemenang. Dan kebetulan saya nggak dapat mentahan foto menangnya (dan teman saya pun entah mengapa juga nggak mau fotoin saya). Hampir sempat saya syok gara-gara headphone yang saya menangkan ini dijual buat ganti kunci sepeda motor. “Kurang ini mah,” kata teman saya yang sudah khawatir juga nggak bisa pulang gara-gara saya :’))

Well, saya nggak menyesal jauh-jauh datang dari kampus ke sini buat dengar talkshow 3 speaker kece, yang malah saya sendiri salah fokus ke layar iklannya Telkomsel (ngehek memang), kehilangan kunci sepeda motor, masih sempat-sempatnya ngetwit dan ternyata menang, dan di akhir saya malah diwawancarai, huwe. Terima kasih banyak untuk Monkey Melody yang sudah menginisiasi acara talkshow ini, Kummaha TV, dan Hurtrock Music Store yang sudah menyediakan doorprizenya! Ditunggu acara selanjutnya~

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s