Impresi Mabar Pertama IDNSteam

Memasuki tahun 2016, kali ini saya mencoba melakukan penggiatan bermain bersama di komunitas yang saya urus saat ini, Indonesian Steam Community.

Untuk game yang akan jadi tempat mabar alias main bareng pada minggu ini, game tersebut adalah Dota 2. Rencananya diadakan pada Sabtu, 16 Januari 2016. Semula saya belum menetapkan jadwal waktu pada hari-hari sebelumnya.

Sekitar kurang lebih 16 jam sebelum permainan dimulai, saya membuat satu pengumuman bahwa mabar akan diadakan pada pukul 9 malam. Namun hal tersebut meleset dari perkiraan karena saya pulang agak telat, pukul 10 malam. Alhasil mabar kurang terkoordinasi dengan benar.

Sejujurnya saya rasa masih memiliki orang yang bersedia untuk menggantikan saya sewaktu saya masih berada di luar karena alasan tertentu, namun karena masalah kepercayaan, kultur, dan etika, sehingga membuat saya kurang mempercayakan orang-orang tersebut untuk dapat menggantikan saya. Jadi akhirnya saya hanya bisa merelakan diri saya sendiri untuk menghost lobby server Dota 10vs10 tersebut.

Sementara itu sudah saya buka lowongan kepada yang bersedia untuk menghimpun lobby server sekiranya sudah melebihi 20 orang, namun alangkah sedihnya bila justru di antara 15 ribu dan sulit sekali mengajak teman-teman sekalian untuk bermain bersama. Saya akui tidak semua orang bermain Dota, namun ayolah, mari lepaskan semua keseriusan itu demi kesenangan dan keceriaan selama sepekan.

Saat saya baru saja sampai dari kota ke kamar asrama dan langsung saja saya membuka laptop demi bermain bersama kalian, saya kira saya sudah berusaha keras mengumpulkan orang (walau tidak semua orang hadir karena ajakan saya), namun saya masih bersikeras bersabar dan bersabar.

Lebih dari 30 menit berlalu dan masih menunggu orang sampai benar-benar penuh 20 orang. Selama itu, telah terjadi masuk keluar lobby, menunggu lobby sampai benar-benar terkoneksi semua, dan di kala ada satu-dua yang failed, saya dan yang lainnya masih pada bersabar untuk bermain sampai benar-benar bermain di game.

Dan akhirnya 20 orang pun terkumpul, semuanya sudah terkoneksi ke dalam game. Hanya satu-dua yang masih mengalami diskonek, dan itu pun masih mengalami yang namanya gameplay gap selama permainan berlangsung. Antara ketidakmahiran saat bermain atau justru baru pertama kalinya menggunakan hero tersebut dan belajar menggunakan hero tersebut saat game itu.

Match pertama yang saya mainkan sih masih tolerable. Tapi sebenarnya masih kelihatan, maaf, geng yang merasa dirinya elitis dalam komunitas saya, dan itu jelas memberikan handicap yang cukup tinggi. Saya nggak keberatan sih mereka semua bermain dalam satu tim. Itu berarti saya nggak harus tersiksa secara mental karena tertekan dianiaya atau disiksa baik dalam literal (perkataan) maupun tindakan berupa penyalahgunaan skill terhadap hero yang saya pakai.

Lalu di match kedua, selain karena saya yang cepat sekali mengantuk karena baru saja pulang, ternyata shuffle dan all in + lock memberikan saya pengaruh tekanan yang amat besar. Nggak main-main, layaknya di chatroom, tanpa saya mute orang tersebut saya jelas-jelas dipermainkan. Mungkin orang tersebut menganggap, “ah, lucu ini orang. digituin aja lemah”, namun bagi saya itu nggak main-main. Citra kamu oleh saya sudah tercemar dengan gaya penulisan kata-kata baik di chatroom maupun di permainan. Saya tahu dia selalu sarkas, namun kerap kali tidak pada tempatnya. Selain itu, dia juga sering kali menyalahgunakan skillnya untuk dipakaikan ke saya. Selebihnya sih ritme permainan dan sinergi tim dalam bermain jelas-jelas terasa kurang menyenangkan karena selain hanya mengandalkan text chat dan minus voice chat, benar-benar mengurangi interaksi saya terhadap teman-teman yang tidak berada di satu tempat dengan saya.

Kesimpulan yang bisa saya tarik adalah bahwa mabar pertama di Dota 2 dengan mode game 10 vs 10 kali ini:

  • Keterlambatan dalam membuat lobby mabar membuat sebagian orang bingung dan tidak jadi bermain. Kiranya saya mohon maaf atas kelalaian dan ketidaksiapan saya dalam mengantisipasi hal ini.
  • Ketidakadaan orang yang bersedia menggantikan host lobby mabar sekiranya saya masih berada di luar.
  • Sudah ramai. Ada sekitar lebih kurang 25 orang bepartisipasi dalam custom game ini.
  • Toxic bagi sebagian orang dalam text chat. Ada kalanya game harus menjadi menyenangkan, tapi membully dalam permainan itu memberikan kesan simbiosis parasitisme secara tidak langsung.
  • Masih terlihatnya elitisme dan geng dalam memilih tim.
  • Kurangnya interaksi voice chat baik ingame maupun server Discord.

Mungkin begitu saya yang dapat saya sampaikan. Kalau ada saran, kritikan, atau pendapat, kamu dapat menyalurkannya ke post ini melalui boks komentar di bawah. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut sekiranya kamu memberikannya dan akan menjadi bahan pertimbangan saya untuk ke depannya.

Terima kasih kepada teman-teman yang sudah meluangkan waktunya tadi untuk mabar bersama saya dan anggota IDNSteam lainnya dan jangan lupa untuk ikuti acara kegiatan selanjutnya! 🙂

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s