Melihat Antusiasme Mahasiswa SBM ITB dalam Zero Exhibition

Melihat Antusiasme Mahasiswa SBM ITB dalam Zero Exhibition

Startup sebagai salah satu bentuk bisnis yang paling marak diterapkan oleh banyak wirausahawan dari berbagai kalangan dan usia, menunjukkan harapan yang sangat besar di dunia perbisnisan. Ketika dot-com bubble berakhir, banyak petinggi-petinggi perusahaan terpaksa mematikan usaha mereka dan kemudian membangun sebuah perusahaan muda yang masih menemukan identitas perusahaan dengan mencoba berbagai business model yang tepat untuk dapat berkembang. Perusahaan-perusahaan muda itulah yang selanjutnya disebut dengan startup.

Indonesia, daerah yang potensial untuk investasi, mulai menabur startup-startup baru dari para wirausahawan muda. Salah satu faktor yang memicu berkembangnya banyak startup yang tumbuh dan berkembang adalah universitas-universitas yang mendorong mahasiswanya untuk berpikir seperti seorang wirausahawan. Seperti yang terjadi saat ini di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB.

Dalam agenda perkuliahan fakultas SBM ITB, ada sebuah mata kuliah yang mengharuskan mereka untuk mendirikan startup yang di dalamnya ada produk atau jasa yang mereka tawarkan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi perlu riset, pengembangan, percobaan, dan pengemasan secara inovatif untuk dapat menyukseskan proyek yang mereka ingin ciptakan.

Setelah melewati proses yang panjang dan waktu yang cukup lama, mereka dapat memajangkan perkembangan startup mereka sampai sejauh mana dalam acara Zero Exhibition yang diadakan pada Sabtu (05/12) mulai pukul 10.00 sampai pukul 17.00 WIB.

Informasi yang saya dapatkan terkait acara ini terbilang sangat mendadak. Saya baru saja membacanya saat sebuah akun resmi mewakili sebuah entitas dari ITB menyebarkan informasi tersebut di Sabtu pagi. Saya pribadi tertarik ingin menghadiri pagelaran yang menampilkan startup-startup mahasiswa SBM ITB angkatan 2017 (baca: tahun akhir studi).

Saya sempatkan untuk hadir di siang hari walau mendung menghambat perjalanan saya. Dengan menggunakan Go-Jek, saya pergi dari asrama menuju ITB selama kurang lebih 45 menit.

Lokasi pameran terletak di Galeri CC Timur ITB. Membutuhkan waktu lebih kurang dari 6 menit jika berjalan dari pintu masuk utama.

Dari depan gedung, pengunjung disuguhkan dengan stage utama yang menampilkan logo dari 27 startup yang ada di pameran ini.

IMG_0293
Are you support? Support kuy!

Memasuki gedung tempat pameran berlangsung, pengunjung dapat melihat deretan startup booth. Menurut pengamatan saya, masing-masing startup sedikit yang menampilkan aplikasi. Rata-rata lebih ke produk nonteknologi seperti baju, notes plus tempatnya, dompet dengan banyak kantong, dan bahkan jas antihujan yang memiliki banyak tempat.

IMG_0249
Suasana Zero Festival.

Kunjungan booth pertama saya adalah sebuah booth kerja sama SBM ITB dengan Kibar. Awalnya saya pikir ini adalah startup teknologi, rupanya ini adalah sebuah inkubator khusus untuk mahasiswa-mahasiswa ITB dalam mengembangkan startup mereka. Ada satu mata kuliah yang menawarkan mahasiswa ITB, terbuka bagi seluruh jurusan, untuk mengembangkan sebuah bisnis, dan di sini peran inkubator kampus untuk membantu membimbing, merencanakan business model yang matang, dan mengeksekusi rencana bisnis yang dijalankan. Untuk saat ini sudah ada dua batch dan selanjutnya akan ada batch ketiga yang bisa langsung saat ini didaftarkan di http://itb.kibar.id/reg sebelum 12 Desember 2015.

IMG_0253
Mata kuliah kolaborasi SBM ITB dan Kibar, inkubator startup.

Startup booth yang saya kunjungi selanjutnya adalah Navire. Mereka menawarkan jas antibasah yang berbahan… err saya lupa bahannya apa, memiliki banyak kantong yang berguna untuk menyimpan berbagai barang, penutup kepala, dan sarung tangan. Saya sempat mencobanya sebentar untuk merasakan seperti apa jasnya.

IMG_0254
Tes jas Navire. Dipaksa untuk pesan jasnya sama teteh-teteh di sini :’))

Lalu saya mampir ke startup boothnya House of Code. Salah seorang penjaga booth menjelaskan esensi dan fungsi dari produk mereka. Mereka memproduksi buku agende yang di halaman depan buku agenda tersebut terdapat tempat alat tulis. Alasannya mengapa ada tempat alat tulis karena untuk memudahkan orang yang menulis untuk mengambil alat tulis langsung dari tempatnya di buku agenda tersebut.

IMG_0258
Buku agenda + tempat alat tulis = !?

Kemudian booth Morpheus seketika menjadi pusat perhatian saya, karena mereka membuat kreasi pin-pin dengan tagline menarik. “Future Jobs”, demikian tagline yang diusung. Saat pameran berlangsung, mereka menawarkan prapesan produk mereka dan mendapatkan gratis 1 pin apabila memesan 5 pin. Menarik.

Saya sempat prapesan juga nih hahaha.

IMG_0268
Pin kreasi Morpheus.

Melanjutkan perburuan saya dalam melihat-lihat startup booth, kali ini saya tertarik untuk mendengarkan teteh-teteh cantik dalam menjelaskan produk yang dijual oleh Kavie. Secara singkat mereka menjelaskan produk yang ditawarkan adalah gabungan tas dan dompet besar yang dapat menyimpan peralatan-peralatan yang penting saat bepergian seperti uang, buku agenda, alat tulis, kartu ATM, dan lainnya.

IMG_0283
Produk Kavie dengan balutan leather case.

Lanjut ke booth berikutnya dan saya menemui A-Luna-N. Produk yang mereka tawarkan berfokus ke ranah musik. Mereka memperkenalkan gramofon yang dapat mengonversikan suara dari handphone ke luar corong seperti mendengarkan lagu-lagu klasik. Gramofon ini dijual dengan jumlah yang terbatas dan lubang untuk mengantarkan suara ke corong dikustomisasi sesuai handphone pembeli dan dibanderol sekitar lebih kurang 5 juta rupiah.

Oh ya, produk ini merupakan hasil rancangan anak-anak SBM ITB dan dosen Teknik Fisika ITB. Wow!

IMG_0286
Gramofon A-Luna-N.

Sebelum mengakhiri kunjungan, saya mampir ke booth Ganikâ, startup yang fokus ke bisnis fashion. Menawarkan paduan jenis pakaian Hanbok dari Korea Selatan dan Baju Bodo dari Indonesia, startup ini fokus ke audiens wanita yang ingin memakai pakaian corak luar negeri tapi tidak meninggalkan sentuhan fashion lokal.

IMG_0291
Teteh yang jadi modelnya kece deh.. *salah fokus*

Saya tidak sempat menghimpun semua startup yang dikembangkan oleh mahasiswa-mahasiswa SBM ITB, tetapi dari apa yang saya lihat dan ketahui, dapat saya simpulkan bahwa pameran bisnis ini mampu menciptakan awal daya saing dan semangat para mahasiswa untuk berbisnis.

Advertisements

2 thoughts on “Melihat Antusiasme Mahasiswa SBM ITB dalam Zero Exhibition

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s