Datang sebagai Mahasiswa di Tech in Asia Jakarta 2015

Datang sebagai Mahasiswa di Tech in Asia Jakarta 2015

Pernah dengar Tech in Asia? Portal berita startup, teknologi, dan game sekaligus merangkap sebagai komunitas pemersatu startup di Asia ini mengadakan konferensi yang diadakan tiga kali setiap tahunnya di tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Jepang. Khusus tahun depan akan bertambah menjadi empat kali dengan India menjadi salah satu tuan rumahnya. Tidak lengkap rasanya bila startup founder, angel investor, dan startup observer tidak mengikuti konferensi regional berkelas internasional ini.

Beruntung Indonesia menjadi salah satu tuan rumah konferensi Tech in Asia. Di tahun ini, acaranya diadakan di Balai Kartini. Saya sebagai pengamat muda startup yang antusias berkeinginan yang amat kuat untuk mengikuti acara seperti ini. Hanya saja, tahun lalu saya belum memiliki kesempatan untuk ikut karena keterbatasan waktu dan dana untuk pergi sendiri ke sana. Pada waktu itu saya masih kelas XII SMA, menabung masih gampang gampang susah, dan orangtua masih belum rela melepas anaknya untuk pergi sendirian. Oleh karena itulah keinginan saya masih sebatas wacana.

Dan pada akhirnya saya bersyukur sekali karena tahun ini saya berkesempatan untuk mengikuti perhelatan akbar ini di Balai Jakarta. Awalnya saya mengira saya tidak bisa datang ke sana. Begitu membuka laman pembelian tiket masuknya, saya terkejut. Bagaimana tidak, seorang mahasiswa membayar sekitar 700 ribu rupiah untuk tiket masuk saja. Dan itu baru sebatas tiket masuk untuk umum, belum lagi transportasi pergi-pulang, makan, dan penginapan. Tiba-tiba teman saya menunjukkan satu tautan laman web yang membawa saya ke penawaran paling spesial: tiket gratis khusus mahasiswa! Alhamdulillah… doa saya yang terpendam selama ini menjadi tidak sia-sia. Saya langsung mendaftar sesuai informasi yang ada di laman tersebut dan kembali berdoa, berharap semoga saya menjadi salah satu yang dapat ikut serta dalam acara tersebut.

Hari demi hari saya menunggu kiriman surel dari Tech in Asia, namun surel tersebut tak kunjung datang. Teman saya yang beberapa hari lalu memberikan tautan laman web bertanya ke saya. “Gimana, dapat nggak?” katanya. Saya cuman bisa bilang dengan pasrah bahwa saya nggak dapat. Muncul reaksi sedih darinya setelah mendengar saya tidak mendapatkan surel yang ditunggu-tunggu. Dan harapan itu pun seketika menjadi pupus.

Harapan yang hilang itu pun kembali muncul. Satu hari sebelum acara, saat saya menonton pertandingan olahraga dari kelas saya sekaligus menjaga ruang kesekretariatan sebuah unit kegiatan mahasiswa yang saya ikuti, tiba-tiba sebuah SMS masuk ke handphone saya. Isinya tentang apa saja yang musti dipersiapkan untuk esok hari di konferensi Tech in Asia Jakarta 2015.

“Hah!?”

Saya pikir saya tidak dapat tiketnya, tapi setelah saya cek benar-benar kotak surel saya, ternyata saya memang mendapatkannya. Dan sialnya surel tersebut menyasar di bagian “Pembaruan”, bukan di bagian “Utama”. Dan surel tersebut sudah lama berada di kotak surel saya selama 10 hari. Apes nian.

Tapi keapesan karena telat membuka surel tersebut menjadi terkalahkan dengan euforia mendapatkan kesempatan untuk datang ke konferensi. Saya langsung buru-buru mendaftarkan kode tiket yang saya dapatkan dari surel. Untungnya pendaftaran tiket masih belum ditutup sehingga saya masih sempat mengklaim tiketnya saat itu juga.

Sempat terpikirkan oleh saya beberapa hal ini: Apakah saya bakal mengikuti acara tersebut selama dua hari? Apakah saya dapat akomodasi satu malam untuk mengikuti acara selama dua hari? Apakah mereka menyediakan transportasi untuk pergi ke sana, pergi-pulang? Saya coba tanyakan hal-hal tersebut ke contact person yang ada di SMS tadi, dan jawabannya adalah: hanya sehari, tidak ada penginapan, dan memang menyediakan transportasi pergi-pulang Bandung-Jakarta. Agak kecewa di poin pertama dan kedua (walau sebenarnya saya memaklumi alasan di balik mengapa cuman satu hari untuk satu universitas), namun perasaan kecewa saya masih dapat diobati dengan poin ketiga. Syukur transportasi masih ditanggung, kalau tidak, ah sudahlah tak bisa berbuat apa-apa lagi hahaha.

Keesokan harinya, tepat di tangga Learning Center Telkom University, saya sudah siap untuk berangkat. Saya menunggu panggilan dari perwakilan kampus untuk arahan selanjutnya. Eh, tahu-tahu jadwalnya mengalami pengunduran waktu. Jam karet. Sudah standby dari pukul 06.30, bus baru datang jam sejam kemudian. Parah banget, tapi ya mau bagaimana lagi, namanya juga negara kita yang serba jam karet, haha.

IMG_20151111_073214
Deretan kakak tingkat yang udah lama juga menunggu.
IMG_20151111_073326
Akhirnya busnya datang juga. Ini bus pertama yang datang. Aslinya ada dua bus.

Saat mau masuk bus, saya baru sadar kalau yang ikut dari kampus nggak hanya puluhan orang, namun yang diundang bisa sampai seratus orang. Saya tidak habis pikir soal pendanaan yang dikucurkan oleh Tech in Asia sendiri, mengingat mereka juga banyak sekali mendapatkan sponsor dari berbagai pihak.

IMG_20151111_083705
Lumayan deh, dapat HokBen gratis.

Singkat cerita, akhirnya bus rombongan dari kampus melaju juga. Perjalanan Bandung-Jakarta membutuhkan waktu sekitar lebih kurang 4 jam 30 menit, dengan jeda berhenti sebentar di rest area Cikampek.

IMG_20151111_122818
Sudah sampai nih..

Ketika bus rombongan kampus saya tiba di parkiran Balai Kartini, rintik-rintik hujan turun dari langit. Kami, yang baru saja turun dari bus, langsung lari dengan tergopoh-gopoh menuju ke pintu masuk.

IMG_20151111_124001
Tempat registrasinya Tech in Asia. Keren euy!

Pertama kali masuk Balai Kartini, impresi pertama saya dengan acara ini adalah acaranya sudah dipersiapkan dengan baik sekali! Tapi itu baru luarnya saja, lo. Saya harus masuk terlebih dahulu untuk lihat lebih lanjut apakah acaranya benar-benar dipersiapkan dengan baik.

Saya bersama rombongan mulai berjejer mengantri untuk mendapatkan nametag, goodie bag, dan guide book untuk para mahasiswa yang mengikuti acara ini. Setelah mengantri, saya bersama rombongan menyempatkan diri untuk foto di stage. Saya mencoba meminta tolong salah seorang kakak tingkat untuk memotokan saya, tapi yang terjadi adalah hasilnya buruk. Kayaknya kalau bukan saya yang foto hasilnya selalu jelek ya…

Usai berfoto di stage, kami masuk ke lorong yang mulai gelap menuju student stage. Ketika mengambil posisi tempat duduk, saya sudah melihat beberapa mahasiswa dari berbagai universitas seperti Binus, ITB, dan Mercu Buana, sudah mengambil posisi tempat duduk terlebih dahulu.

IMG_20151111_125624
Student stagenya Tech in Asia Jakarta 2015.

Menurut guide booknya, selama mengikuti acara konferensi kami mendapatkan jatah mendengarkan dua sesi seminar dan mendapatkan sesi networking baik di bootstrap alley maupun di stage-stage yang disediakan.

Sambil menunggu acara dimulai, saya menyempatkan diri sebentar untuk salat jama’ qasar di mushola yang ada di luar sambil berkeliling melihat-lihat suasana acara di luar main alley. Beberapa foto di bawah ini dapat menggambarkan betapa asyiknya acara konferensi Tech in Asia (yang untuk pertama kalinya baru saya datangi).

Selesai berkeliling sebentar, saya kembali ke student alley dan bersiap-siap mendengarkan seminar yang sebentar lagi dimulai.

Seminar pertama dibuka oleh Rektor Universitas Ciputra Bapak Tony Antonio dan Kepala Binus Incubator Bapak Karyana Hutomo. Dalam seminar yang dibawakan oleh masbro Enricko Lukman (yang kebetulan cuma bisa menyapa dari jauh, huhu), topik yang diusung seputar faktor universitas dalam membantu mendongkrak para mahasiswanya menjadi seorang pendiri startup. Topik yang menarik dan menginspirasi bagi saya sebagai seorang mahasiswa.

IMG_20151111_130821_HDR
Sesi seminar pertama.

Sesi seminar selanjutnya yang membahas tentang apakah harus bekerja di korporat terlebih dahulu atau langsung mendirikan startup dibawakan oleh dua narawicara dari founder VIP Plaza Tesong Kim dan co-founder sekaligus direktur HotelQuickly wilayah Indonesia-Malaysia Faustine Tan.

IMG_20151111_142448_HDR
Sesi seminar kedua.

Agak puyeng juga mendengarkan dua seminar tersebut. Kalau yang pertama rada-rada campur ngomong pakai setengah bahasa Indonesia setengah bahasa Inggris, nah di seminar kedua justru pakai bahasa Inggris seluruhnya. Agak sulit mencerna terutama saat mendengarkan pelafalannya bagaimana. Setidaknya saya bisa mendapatkan intisarinya dari apa yang disampaikan pada kedua seminar tersebut…

Rangkaian kegiatan acara selanjutnya yang paling saya tunggu akhirnya datang juga. Sesi networking. Sebenarnya nggak bisa dibilang sesi networking juga sih, karena saya lebih tepatnya lurking ke beberapa bootstrap booth sambil menanyakan beberapa hal nggak penting ke representative dari masing-masing startup.

Selama berkeliling di bootstrap alley selama lebih kurang 100 menit, saya sudah mampir ke boothnya Neliti (direktori terbuka berisi riset dan data-data penting yang ada di Indonesia), LabSatu (tempat jual beli alat-alat laboratorium di Indonesia), Shopback (startup asal Singapura yang menawarkan barang apa-apa saja yang kini sedang diskon di berbagai situs jual beli dan menampilkannya dalam satu situs), Jurnal.id (startup penyedia Software as a Service berupa alat penghitung keuangan perusahaan), Talenta (startup penengah antara penyedia lowongan dan pelamar pekerjaan), Seekmi (serupa dengan Talenta), AdaAcara (startup mahasiswa UI berupa direktori acara dari berbagai universitas), dan Sembako (startup yang katanya salah satu pengembangnya dari Telkom University, mempunyai target menjadi Instagramnya khusus makanan).

Masih banyak lagi bootstrap booth yang ingin saya telusuri lebih jauh, tapi karena keterbatasan waktu (cuma 100 menit!), akhirnya saya pun harus ikut aturan main yang ada. Kami serombongan kembali ke student stage, menunggu sebentar. Tak dinyana, eh ada pengumuman lomba selfie. Sempat tadi sudah diterangkan, cuma saya kelewat asyik menjelajah bootstrap booth jadinya ya nggak ikut deh hahaha.

Usai pengumuman pemenang lomba selfie, masing-masing universitas kebagian jatah foto bersama panitia Tech in Asia. Kebetulan universitas saya kedapatan jatah juga nih 😀

12239406_450096378526779_677739166467339857_o
Foto bareng, yay!

Langit sudah redup. Hari sudah malam. Dan saya masih ingin datang ke hari keduanya konferensi Tech in Asia Jakarta 2015. Namun apa daya, saya harus bisa menerima kenyataan pahit untuk datang hanya sehari dan mengalah karena universitas-universitas lainnya juga dapat jatah untuk mengikuti kegiatan serupa. Setidaknya saya sudah pernah datang, untuk pertama kalinya.

Walau demikian, saya masih berkeinginan kuat untuk datang lagi di acara selanjutnya. Tepatnya kapan, saya masih kurang tahu. Mungkin kembali bersama rombongan kampus atau datang dengan dana sendiri. Semoga saja saya bisa datang dengan uang sendiri di kesempatan berikutnya ya, hehe.

IMG_20151111_175628_HDR
Selamat tinggal, Jakarta! 😦
Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s