Demonstrasi Smart Presence System Menggunakan Raspberry Pi di Kelas

Minggu lalu berlalu seperti biasanya. Hanya saja, ada sesuatu hal menarik yang disampaikan bapak dekan. Beliau mengatakan bahwa minggu depan akan ada yang mendemonstrasikan sebuah penelitian bagus yang menggunakan Raspberry Pi sebagai alatnya. Penelitian ini sekaligus mendukung tugas akhir dari seorang mahasiswa yang sudah mengambil kelas Tingkat Akhir II. Penelitian ini adalah smart presence system (yang mana pada awalnya bapak dekan menyebutnya smart attendance system, tapi kurang lebih samalah maknanya, sama-sama untuk mencatat kehadiran mahasiswa).

Beberapa hari setelah kuliah oleh bapak dekan, saya melupakannya. Pun saya nggak catat di kalender kalau minggu depan ada demonstrasi penelitian. Barulah saya teringat kembali janji bapak dekan setelah ada mahasiswa senior datang membawa sebuah monitor dan mulai menunjukkan hasil perkembangan penelitiannya.

Sembari mempersiapkan alat-alatnya, bapak dekan pun datang dan mulai menjelaskan mengenai mekanisme sistem penelitiannya. Mekanismenya kira-kira seperti ini: bluetooth perangkat mahasiswa dinyalakan terlebih dulu dalam keadaan dapat dicari. Lalu mahasiswa senior tadi menghidupkan bluetooth perangkat dan menyalakan pencarian melalui OS Raspberry Pi. Program hasil penelitiannya sendiri menggunakan Python sebagai basis bahasa pemrogramannya.

Setelah program dijalankan dan dieksekusi, program mengambil serangkaian mac address hasil pemindaian melalui bluetooth, lalu dari hasil pemindaian tadi mac address yang dikumpulkan dapat ditautkan secara manual ke NIM dan otomatis NIM tersebut sudah terdaftar sesuai mac address masing-masing perangkat milik mahasiswa. Setelah didaftarkan, mahasiswa cukup mengaktifkan bluetooth saja ketika masuk kelas, sehingga tidak diperlukan lagi untuk mengisi daftar presensi secara manual atau melalui pendeteksian kartu tanda mahasiswa di mesin RFID.

Pada saat itu juga, bapak dekan menyampaikan prinsip yang diterapkan dalam program hasil penelitian mahasiswa tingkat akhir ini menganut prinsip one-to-many, di mana pada satu NIM (nomor induk mahasiswa) dapat ditautkan ke banyak perangkat melalui mac address perangkat. Tentu saja ini menarik perhatian para mahasiswa yang hadir di kelas. Bapak dekan pun menambahkan bahwa alat ini akan segera dipasang dan diuji coba di beberapa tempat, juga menjadikan kelas kami sebagai pelopor pertama kelas yang mencoba alat hasil penelitian mahasiswa senior kami. Luar biasa!

Originally written in my campus blog and reposted it here.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: