18 Tahun

Sebelum UN tiba, sebenarnya ada satu hari yang paling saya nantikan, yaitu hari ulang tahun saya. Di saat saya berulang tahun, biasanya saya pasti selalu meminta sesuatu yang saya inginkan.

Namun, di usia yang ke delapan-belas tahun ini, bisa dibilang saya ingin menghindar dari orang-orang banyak untuk sekadar mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Mungkin kedengarannya aneh ya untuk kalian?

Belakangan ini saya memutuskan untuk lebih banyak menyendiri ketimbang bergaul bersama teman-teman. Saya lebih memilih untuk tidak mengobrol sama sekali dibandingkan dengan ikut nimbrung obrolan teman-teman. Kadang kala saya juga ikut bergabung, namun saya hanya sebatas mendengarkan saja. Kalau pun ikut mengobrol, yah, untung-untunganlah jika saya bisa mengeluarkan kata-kata pada saat itu.

Semua itu bermula dari perubahan pola pertemanan dari teman-teman saya yang semula dekat, kini tidak lagi saya rasakan begitu dekat. Hanya sebatas pertemanan biasa. Ini bisa saya rasakan sendiri ketika saya di sekolah dan sedikit di tempat les.

Kalau di Internet sendiri sih menurut saya rasanya bercampur aduk, antara sebenarnya saya ini benar-benar temannya mereka atau saya hanya orang asing di mata mereka alias bukan benar-benar teman mereka? Tapi karena ada beberapa teman yang saya cerna memandang pertemanan mereka hanya sebatas pertemanan biasa, maka saya rasa pun saya mereka bukan teman dekat. Begitu juga dengan mereka. Saya sekarang tidak terlalu mempermasalahkan pertemanan di Internet, hanya saja pertemanan di kehidupan sehari-hari saya mengusik kepribadian dan mental diri saya.

Tidak heran bila ada teman yang sering menanyakan saya: “Kenapa sih, De?”. Saya lebih sering diam dan terkadang mengucapkan, “Tidak apa-apa kok”.

Menurut bahasanya cewek, kalau ngomong begitu tandanya ingin menguji seberapa pedulinya si cowok terhadapnya. Di saya, ngomong dengan sesama teman cowok tidak mempan bila dikode begituan! Tanggapan mereka, kalau tidak mengiyakan, cuek bebek, atau malah beri tanggapan begini: “Ade itu orang baik”. Persetan!

Di satu sisi, hal yang menyebabkan saya lebih suka menyendiri karena hilangnya rasa percaya diri, kurangnya rasa kepedulian terhadap sesama teman, dan juga karena faktor internal dan eksternal lainnya. Ada satu penyebab krusial yang sampai sekarang menjadi mengapa saya jadi lebih mudah depresi, tidak mudah bahagia, lebih senang menyendiri, tidak punya rasa kepercayaan diri yang besar, dan sebagainya. Karena ini.

Saya tidak menceritakan lebih lanjut, tapi tautan di atas sudah menjelaskan semuanya.

Karena itulah maka saya memutuskan untuk menghindarkan diri dari interaksi teman-teman yang mengucapkan selamat ulang tahun baik di keseharian dunia nyata maupun dunia maya. Saya coba nonaktifkan Facebook, tapi percuma, karena sore jam enam kemarin saya justru malah membukanya. Alhasil 34 teman dan terus bertambah mengucapkan selamat ulang tahun ke saya. Tak hanya itu, di Ask.fm, Skype, Last.fm (mungkin), dan Google+, di tempat-tempat itu tidak bisa saya nonaktifkan. Mau tak mau, mereka yang aktif di sana pun tahu dan mereka pun telah mengucapkan selamat ulang tahun ke saya di media sosial alternatif selain Facebook.

Saya bukan mencari sensasi di sini. Saya bukan mencari kebenaran. Saya hanya ingin menjadi lebih pribadi yang lebih baik, dengan tidak menyinggung teman-teman dan menyakiti hati teman-teman sekalian. Saya cuma ingin khalwat. Bukan berarti saya menyendiri untuk berdua-duaan, bukan. Mengisolasi diri dari orang banyak untuk memperbaiki diri menuju ke lebih baik.

Terima kasih buat teman-teman yang sudah mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya, walaupun sebenarnya ulang tahun itu membuat umur saya berkurang satu menuju kematian. Dan mohon maaf buat teman-teman yang sudah capek-capek ingin merayakan hari ulang tahun saya dengan mempersiapkan segala macam kue dan bingkisan serta saya mohon maaf apabila pesan ucapan selamat ulang tahunnya tidak saya balas.

Memang rasanya berat bila saya tanggung sendiri beban yang amat berat ini, apalagi teman-teman sendiri tidak tahu dan tidak merasakan apa yang saya rasakan sekarang. Jadi untuk sekarang ini saya memutuskan untuk tidak banyak bicara dan tidak bergaul dengan teman-teman karena sedang memperbaiki kondisi mental. Maaf ya…

Advertisements

3 thoughts on “18 Tahun

  1. Mau menghindari dari ucapan selamat ulang tahun di sosmed tapi malah membukanya. Sama aja bohong!! Kl emang mau mau menghindari ucapan tersebut kenapa ga di buat provate aja, misalnya kiriman ke wall fb ga ada yang bisa kirim.

    Anyway happy birthday ade, semoga lulus sekolahnya dan masuk PT sesuai yg di harapkan, aamiin

    1. Nggak sengaja itu bang. Ibaratnya lagi puasa, eh ada godaan, jadinya setengah hari aja.

      Sebenernya udah satu hari 12 jam itu, cuman gara-gara mau liat Ask.fm dan bukanya pake Facebook pula, maka nggak sengaja pula kebuka Facebooknya.

      Anyway, makasih bang.

  2. Saya bisa bilang saya pernah yang kamu hadapi sekarang ini, meski kita tahu sendiri, setiap orang punya permasalahan unik sendiri. Dan masalah kamu dan saya bisa saja berbeda. Yang saya alami tidak jauh berbeda, menutup diri, mempertanyakan “hubungan” di lingkungan kita. Ada yang bilang hal tersebut wajar, ada juga yang bilang “ah kaya gitu dipikirin”. Pribadi, memang kalau kita lihat jangka pendek, kesannya “lembek”. Tapi jika lihat jangka panjang, konflik ataupun krisis ini akan membuat kita lebih baik menghadapi hal yang serupa di depannya. Pertanyaannya, kamu ingin menghadapi sekarang atau nanti? Ada kok yang sudah berumur mengalami krisis seperti yang kamu hadapi.

    Mungkin kamu ingin mengenal diri kamu sendiri di waktu saat ini. Mengenal pribadi diri sendiri jauh lebih penting daripada mengenal karakter orang lain. Dan membiasakan diri dengan karakter kamu tidak biasa loh dan tidak instan. Perlu waktu dan ruang, untuk mengenal diri kamu sendiri.

    Saran saya, jangan berlarut terlalu lama di krisis seperti ini. Krisis ini akan ada atau muncul di suatu waktu selama kehidupan. Jadi jangan terlalu memaksa untuk menjadi pribadi yang “sempurna” dengan sebutan “pribadi” yang baik. Ada saatnya kita berpikir kritis, ada saatnya dimana kita bilang “F* it, let’s do this!”, dan ada saatnya kita tidak memikirkan apapun.

    meski saya gak kenal kamu, sekedar tahu nama kamu di internet, saya berharap yang terbaik untuk kamu. semoga ucapan dari “stranger” ini bisa membantu kamu untuk meraih target kamu sekarang. Happy bi… good day and good luck. 🙂

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s