Penertiban PKL oleh aparat di Jalan Dr. Mansyur

Siang ini, saya menghabiskan waktu di sebuah meja dan tempat duduk di sebuah tempat milik pedagang kaki lima di pintu masuk kolam renang Selayang.

Di kala saya sedang menghabiskan bekal dan menyeruput Pop Ice rasa cokelat, datanglah seorang aparat yang memberitahukan kepada seorang ibu pedagang kaki lima penjaja minuman di tempat saya sekarang ini. Seolah-olah bapak itu mengatakan untuk mengingatkan kepada para PKL yang di sekitar untuk ke tempat yang aman. Saya rasa ini ada semacam penggerebekan PKL yang berjualan di pinggir jalan Dr. Mansyur ya. Saya kurang jelas beliau mengatakan apa, tapi sepertinya dia bilang agar PKL yang baru mulai berjualan ini diperingatkan.

Tidak hanya itu, saya melihat aparat yang seorang ini menggeser tenda tempat berjualannya para PKL ke tempat dekat pintu masuk. Memang sih, sudah ada aturan yang memberlakukan PKL untuk tidak berjualan di pinggir jalan apabila tidak punya surat izin. Tapi niat aparat ini baik ya, sekalipun mungkin menurut saya caranya kurang tepat.

edit dikit biar rapih. sebelumnya diketik dari hape sih hehe.

Advertisements

3 thoughts on “Penertiban PKL oleh aparat di Jalan Dr. Mansyur

  1. Melihat dari sisi lain, PKL yang berjualan disitu tahu tidak bahwa lokasinya dilarang berjualan. Tidak sedikit juga ada kesan “baru tahu” atau kaget dari sisi PKL untuk mengurangi sanksi dari tindakan penertiban. Anggep aja kamu ketahuan nerobos lampu merah, atau menginjak ruang henti khusus marka, ekspresi yang biasa diberikan tidak jauh dari tidak bersalah dan tidak sengaja. Dan bagi aparat yang kerjanya mengingatkan terus, bisa saja jadi jengkel dan bikin kebijakan 1 kali peringatan selanjutnya digusur gitu.

    Yah, kalau kamu bisa ngerasa ada niat baik dari aparat, kamu sempet berpikir gak, niat para PKL berjualan di tempat terlarang niatnya apa. hehe.

    1. Sebenarnya saya ingin berkata demikian, namun ketika saya menulis di sudut pandang yang seharusnya rasanya begitu biasa. Makanya saya bikin dalam sudut pandang yang berbeda.

      Ya sudah pasti enggak bersalah, karena selain ketidaktahuan mereka karena kurangnya edukasi, juga faktor usia membuat peringatan enggak mempan bagi mereka yang sudah berumur lebih dari 40 tahun.

      Niat bagi para PKL yang berjualan? Tetap mencari nafkah, sekalipun di tempat terlarang lah. Hohoho.

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s