Rencana sesi foto buku tahunan kelas yang waktunya ngaret (banget)

Berhari-hari setelah sesi foto buku tahunan pertama dengan menggunakan seragam sekolah sebagai dresscode yang wajib (wakil kepala sendiri bilang, bahwa di buku tahunan, minimal foto-foto yang akan ditampilkan di buku tahunan 50% kuotanya musti memakai seragam sekolah), teman-teman saya kembali merencanakan untuk menyelesaikan sesi foto buku tahunan di kali keduanya. Proyek ini sangat dibantu atas kerjasama ketua kelas, teman yang punya koneksi dengan fotografer, dan teman-teman lainnya.

Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah yang sedikit panjang, maka dapatlah tema yang ditawarkan sudah kami sepakati bersama. Temanya cukup sederhana, vintage, tapi oke, yaitu foto bersama di rerumputan ilalang dengan dresscode baju formal dan foto dengan baju bebas. Fotografernya bilang, mereka sudah dapat tempat yang cocok dengan tema itu. Tempatnya di dekat Pantai Sri Mersing. Saya pikir, tempatnya cukup jauh, soalnya tempatnya sendiri dekat dengan Pantai Cermin, Perbaungan, Deli Serdang. Sehingga tak mungkinlah bila saya pergi sendirian ke sana. Pergi melewati rute rumahnya teman saya, lalu lewat jalan tol dan kemudian sampai di sana melewati jalan sempit. Apalagi saya musti mengisi bensin yang banyak demi pergi ke sana dengan naik motor. Maka, saya pun memilih jalan alternatif untuk pergi ke sana: nebeng mobil teman. Hehehe.

Di diskusi tersebut, salah seorang teman saya bilang, untuk jadwal perginya nanti dipastikan pukul delapan pagi sudah harus kumpul semua. Tapi, ia juga kembali menambahkan bagaimana dengan urusan ke salon mereka. Ketua kelas kami bilang oke saja, asal cepat dan langsung siap. Saya sangsi, soalnya mengingat mereka bakal pergi ke salonnya pukul.. enam, atau tujuh, saya kurang ingat. Tapi yang pasti ngaret banget lah jadinya. Saya jadi ingat pengalaman saat di Bandung, mama saya panggil tukang riasnya saja mereka janjinya datang sekitaran pukul setengah empat pagi. Iya, setengah empat pagi sudah datang ke apartemen demi merias dan segala tetek bengek salon lah pokoknya. Tapi yang penting siap dan oke. Jam tujuh-delapan kami sekeluarga pergi ke Sabuga tepat waktu.

Betul saja, ketika saya datang hampir telat — saya sampai ke assembly point sekitaran pukul delapan kurang lima belas –, masih sedikit yang baru datang. Di atas pukul delapan, sedikit demi sedikit teman-teman mulai datang dan berkumpul. Kami masih belum berangkat juga sampai pukul sembilan, karena masih ada datangnya dengan jadwal jam karet, ada yang baru bangun lah, dan ditambah lagi fotografernya masih mencari-cari properti-properti yang bakal digunakan untuk sesi foto ini. Barulah pukul sepuluh kami berangkat menuju lokasi sesi foto. Benar-benar menghabiskan dua waktu yang beharga.

Di tengah perjalanan, teman saya yang menyediakan tebengan menyesali tindakan mereka memilih melewati tol Amplas daripada tol Tanjung Morawa. Menurutnya, beda-beda tipis antara tol Amplas dan tol Tanjung Morawa. Kalau macet sih, bolehlah lewat tol Amplas, tapi katanya kalau pagi-pagi ini biasanya tidak terlalu macet, makanya tak salah bila ia menyesalkan pemilihan rute mereka. Akan tetapi, rada nggak enak juga bila tidak mengikuti mereka. Maka tetap pada tujuan utama, kami semobil ikut melewati jalan tol Amplas menuju Pantai Sri Mersik.

Naas, perjalanan kali ini benar-benar tidak dapat diprediksikan. Mungkinlah prediksi kami benar kalau kami bakal makan siang, tapi nggak begini juga. Kami makan di rumah makan, yah, bisa dibilang tekor juga kalau nggak punya banyak uang. Makan di rumah makan masakan Padang. Saya yang cuma bawa uang 85 ribu, hanya bisa pasang muka masam. Mau tak mau, saya ikutan makan juga bersama mereka. Dan uang yang kena untuk tombokan semeja bersama teman-teman pada saat itu adalah 50 ribu seorang. Aduh! Dompet saya terasa sedikit lowong, meninggalkan lembar-lembar ribuan dengan jumlah total 35 ribu.

Usai makan, kami melanjutkan perjalanan. Eh, di jalur masuk menuju Pantai Sri Mersik, jalannya dihalau karena ada galian perbaikan jalan. Kami terpaksa putar balik mobil kami, dan beruntunglah ada seorang bapak yang merupakan warga sekitar, membantu kami menunjukkan ke jalan alternatif. Halangan muncul kembali di saat salah satu mobil rombongan kami ada yang tertinggal dan tersesat di belakang. Padahal mobilnya offroad, Rover Sports. Enak dipakai di jalanan yang berlubang. Tapi yang pakai, sepertinya kakaknya, sudah begitu lamban pula pakainya.

Kami pun tiba juga di tempat tujuan, memakan waktu tiga jam dari pukul sepuluh. Ah… kalau saja kami tiba di sana pukul sembilan, pasti sampainya juga bakal lebih cepat dan begitu juga waktu selesainya.

Ada momen lucu yang saya saksikan ketika sampai di tempat lokasi sesi pemotretan. Di saat mobil-mobil rombongan kami sampai, eh ada cowok cewek lagi pacaran di bawah pohon. Teman saya teriak ke mereka. Merasa nggak enak, apalagi banyak mobil yang jelas-jelas mengganggu momen mereka, mereka pun batal melakukan rencana mereka dan pergi dengan menaiki motor si cowok. Hahahahahaha.

Sesi foto yang kami lakukan menarik sekaligus melelahkan. Kami berfoto ria selama lima jam, bergilir (baik foto sendiri, foto bersama grup, maupun foto bareng semuanya). Sampai akhirnya saya melewatkan jadwal les saya untuk kesekian kalinya dan bakal pulang telat.

Dan ujung-ujungnya, ketika saya sudah sampai di sekolah demi melihat apakah motor saya masih aman atau tidak, saya sempatkan diri ke Juno dan menunggu tagih janjinya fotografer. Katanya bakal di sana sampai pukul sembilan, namun nyatanya ketika saya tunggu sampai pukul setengah sembilan orangnya tak kunjung tiba. Yaudalah saya pulang saja. Eh, pas saya buka Line lagi di rumah, katanya bentar lagi udah sampai Juno. Ya ampun.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s