Memahami perasaan menyukai, di dalam diri sendiri

Tuhan menciptakan insannya terlahir ke dunia ini. Tuhan, dalam menciptakan makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini, memberikan akal pikiran dan hawa nafsu padanya. Akal pikiran berfungsi untuk berpikir dan menerima pikiran dan pendapat orang lain, sementara hawa nafsu lebih condong ke perasaan dan keinginan seseorang untuk mendapatkan sesuatu hal yang diinginkannya.

Saya, sebagai seorang insan, tentulah punya kedua hal tersebut. Walau demikian, saya belum tentu bisa menggunakan akal pikiran dan hawa nafsu dengan seimbang dan mengendalikan sepenuhnya.

Berdasarkan dari apa yang saya alami beberapa hari ini, saya merasa akal pikiran yang saya gunakan jauh lebih merosot dibandingman sebelumnya. Kemampuan saya dirasa berkurang jika dibandingkan dengan teman-teman. Mungkin sebabnya saya kurang maksimal ya dalam mengoptimalkan kemampuan yang ada pada diri saya dan juga kurang percaya diri. Padahal Allah sudah menciptakan manusia lebih sempurna dibanding makhluk hidup yang lain. Sekalipun ada yang cacat, tapi saya yang lebih sempurna dibanding mereka mengapa belum bisa jauh lebih hebat dari mereka ya… aku berpikir demikian.

Lain halnya dengan hawa nafsu. Semua orang juga pasti punya, dengan kadar yang berbeda-beda. Aku yang sepantasnya sebagai anak SMA biasa, merasa hawa nafsuku sangat liar.

Kebanyakan orang bilang, masa SMA adalah masa yang paling indah, dan justru masa di mana kondisi emosional anak-anak berada di puncak ketidakstabilannya. Saya justru berada di kondisi tersebut.

Saya bisa katakan demikian, karena saya rasa, di masa inilah saya mengalami naik turun emosi secara tidak konstan; mengalami segala gejolak hidup yang penuh lika liku.

Bukan, bukan berarti saya sekarang ini mengais demi mencari nafkah, bukan. Akan tetapi, lingkungan pertemanan yang beragam, ditambah dengan kondisi lingkungan yang surrealistis (di dunia maya) membuat pandangan saya terhadap dua dunia menjadi berbeda.

Termasuk di dalamnya dalam perasaan suka menyukai. Seseorang yang berasak dari kaum Hawa. Kedengarannya hal ini cukup rumit ya, namun sebisa mungkin saya akan coba rangkum sesingkat-singkatnya.

Syahdan, orang tua titahkan saya agar saya tidak terjerumus ke lingkar pacaran agar tidak terjadi hal yang diinginkan. Tak disangka, saya melanggar janji. Berawal dari main-main di SMS, malah jadi suka. Rasa suka itu masih tetap ada sampai kurun waktu satu bulan.

Usai itu, saya pun diputus olehnya, dan merenungi nasib diri saya. Berbagai cara agar mendapatkan gadis yang disukai pun dilakukan. Rata-rata saya tergolong langsung suka pada pandangan pertama, agresif, dan langsung to the point menyatakannya tanpa masa pendekatan terlebih dahulu. Tentu ini menjadi sebuah hambatan bagi saya. Tak jarang saya lebih banyak ditolak ketimbang diterima.

Pada awalnya sih masih sebatas suka, lalu pendekatan. Namun semenjak belakangan ini kebiasaan buruk saya, maaf, saya enggak bisa jelaskan karena aib pribadi, semakin parah dan menggerogoti akal pikiran dan hawa nafsu saya.

Semakin saya meneruskan, semakin menjadi jadi hawa nafsu saya. Malah cuma karena memikirkan perempuan sejenak, bisa kambuh kebiasaan buruk saya.

Tentu inilah yang bikin saya gelisah. Teman perempuan yang semula saya sukai, malah bisa kembali saya sukai. Hanya karena terpikirkan kembali perasaan lama dan terbayang akan sesuatu yang membuat saya jadi galau.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa perasaan suka yang saya alami ini mungkin saja belaka. Bisa saja karena saya terlalu banyak membiasakan diri dengan kebiasaan buruk sehingga membuat persepsi hawa nafsu saya jadi semakin menjadi-jadi.

Saya pribadi sejujurnya tidak suka dengan apa yang kini saya pikir dan saya bayang-bayangkan. Namun bagaimana lagi, mau tak mau saya mesti tak memercayai akan perasaan menyukai seseorang. Sampai waktu yang telah ditentukan.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s