My perceived mind of Festival of Smansa 6

1962900_1461172084103490_1836539623_n

Halo gaes.

Di sini, saya akan menulis seputaran Festival of Smansa 6 yang diselenggarakan pada Sabtu, 8 November 2014.

Teruntuk anak-anak Festival of Smansa, anak-anak Smansa yang sudah mengikuti Festival of Smansa 6, anak-anak sekolahan sekitar kota Medan yang juga mengikuti Festival of Smansa 6, dan umum, dimohon pengertiannya ya. Kalian bisa mengabaikan tulisan ini sebelum membaca lebih lanjut, karena tulisan saya ini tidak merepresentasikan sesi acara Festival of Smansa 6 secara keseluruhan; saya cuman menulis ini secara intisari dari pandangan saya sendiri. Bakal ada kata-kata yang terlalu absurditas dan sarkastik di tulisan ini, jadi jangan keberatan dong ya karena saya sudah menyatakan sebelumnya.

Festival of Smansa 6 kali ini mengambil tema ‘back to nature’. Dengan tagline “Let the forest light your world” dan logo dengan nuansa klasik, alam, dan hutan, ditambah dengan maskot gorilla, Festival of Smansa 6 hadir dengan mengutamakan nuansa alam.

Menurut pengamatan saya di awal, panitia Festival of Smansa sudah berjuang keras membuat festival ini sedemikian menariknya. Tentu saya enggak bisa bilang: “Wah, Festival of Smansa kali ini kok jelek banget ya..”, padahal sendirinya saya juga mingkem enggak melakukan sesuatu yang berarti buat Festival of Smansa, kecuali secetek bengek tulisan tentang argumen yang tiada artinya dibandingkan dengan besar usaha yang mereka keluarkan untuk bisa membuat Festival of Smansa 6 ini direalisasikan.

Dengan kurun waktu dua bulan sebelum acara dimulai, Sanggar Seni Smansa, begitulah tim di balik Festival of Smansa ini, gencar melakukan gerakan awal. Seperti biasa, selagi acaranya masih dipersiapkan dengan matang, saya melihat proposal yang dicetak sudah layak memenuhi kriteria sebagaimana proposal pada umumnya, termasuk sponsorship yang ditentukan.

Oya, di Festival of Smansa kali ini, Sanggar Seni Smansa mengundang Midnight Quickie dan RAN sebagai bintang tamu utama di panggung musik Festival of Smansa, lo.

Seperti biasanya, Festival of Smansa menghelat banyak kompetisi, seperti kompetisi dance, kompetisi band, dan kompetisi fotografi. Di Festival of Smansa 6 ini, saya melihat kompetisi-kompetisi berikut kembali hadir mewarnai acara. Tetapi saya belum melihat apakah ada lagi kompetisi yang bakal dibuat dari pihak Sanggar Seni Smansa itu sendiri. Kompetisi-kompetisi yang dimaksud tidak termasuk kompetisi-kompetisi yang dibuat di luar pihak tim Festival of Smansa ya, seperti kompetisi game yang dibuat oleh booth ekskul dan booth kelompok pegiat aktivitas budaya pop Jepang.

Mengenai acara-acara yang berlangsung selain kompetisi-kompetisi, ada acoustic lounge, tempat di mana kamu bisa dengar lagu-lagu akustik; photo exhibition, di sini kamu bisa foto bersama teman-teman kamu tentunya dengan tema Festival of Smansa kali ini; maze, cari keseruan dan tantangan dengan memasuki dan keluar dari labirin; street campaign, konvoi tahunan yang biasa diadakan untuk mempromosikan Festival of Smansa itu sendiri; food market, tempat jajanan makanan serba ada; dan clothing market. Ke semua bagian-bagian acara ini sudahlah diterapkan di Festival of Smansa sebelumnya. Saya tidak menampik adanya acara-acara baru. Mungkin untuk booth-booth di luar yang sudah ada, sepertinya ada perubahan-perubahan baru.

Tak ingin kalah dengan acara-acara sekolah lainnya, Festival of Smansa berhasil mendapatkan sponsor dari brand-brand lokal terpandang. Sebut saja Unfinished Market, Le Chic, Soho, Resep Nenek Moyangku, dan Medan Bakery. babezphoto sebagai salah satu sponsor Festival of Smansa terdahulu, kini juga ikut meramaikan Festival of Smansa kali ini.

Di sela-sela panitia berusaha sana-sini untuk menjual tiket, membuat properti untuk acara, persiapan koreografi untuk dance, dan lainnya, saya melihat ada potensi mangkir belajar di kelas. Yaaa, alasannya sih partisipasi di dalam kepanitiaan acara Festival of Smansa ini. Sebagian guru ada yang mengizinkan, sementara sebagian lainnya tidak setuju karena mesti mendahulukan pelajaran dahulu ketimbang acara-acara sekolahan. Well, saya memandang netral dengan pendapat-pendapat guru ini. Tidak ada yang salah. Semuanya benar. Hanya saja, dalam pelaksanaan waktu, untuk kelas 12 harus pintar-pintar juga mengatur waktunya untuk belajar dan untuk menyiapkan acara.

Dengar-dengar sih, ada yang baru di Festival of Smansa kali ini: acara jalan santai dengan rute Smansa – A Doe A Coffee dengan menggunakan glow pack yang tentunya juga mereka sediakan dan mereka jual, workshop bersama sponsor, dan sistem ticketing Festival of Smansa kali ini baru dari sebelumnya. Karena ada teman saya yang bisa dibilang berpengalaman dalam mengoprek bahasa pemrograman dan perangkat lunak, sehingga ia menciptakan sistem barcode untuk ticketing. Nilai plus untuk keamanan Festival of Smansa kali ini. Saya sendiri masih bingung, apakah dengan sistem seperti ini masih terjadi kelonggaran dalam keluar-masuk acara?

10802520_1579562345606924_317699100_n
Pecah? Pecah, kata mereka.

After all, saya mengatakan acara ini sukses. Sukses secara pelaksanaan, walau terdapat banyak ketimpangan di berbagai sisi. Sebut saja aksi pemotongan pohon demi lahan panggung utama. Padahal bertema alam, tapi kok malah memotong cabang pohon? Lain cerita kalau temanya berbeda, jadinya enggak terkesan ironis. Terus, free pass juga sepertinya masih dinomorduakan ya prioritasnya? Saya pribadi kurang tahu, mengingat Sabtu kemarin saya tidak datang. Harga tiket juga semakin mahal, membuat saya kesulitan membeli (lagi krisis dompet, kakaaaaaak). Dan lagi-lagi durasi acara yang cuman sehari saja.

Dan ada satu lagi yang bikin saya tercengang. Editan videonya kurang maksimal. Yaaah, saya mah think positive ajalah, mungkin mereka juga kepepet deadline sehingga enggak bisa buat semaksimal mungkin cuplikan videonya. Videonya bisa kamu tonton di sini:

Advertisements

3 thoughts on “My perceived mind of Festival of Smansa 6

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s