Betah tidur di kamar adik, kepengen juga punya AC di kamar sendiri

Semenjak saya berjanji sama papa saya mengenai masalah masa depan dan perencanaan hidup selama beberapa minggu menjelang ujian semester, ujian praktek, ujian akhir sekolah, ujian nasional, dan bahkan SNMPTN dan SBMPTN, saya musti tidur di kamar adik saya demi menghindari yang namanya bermain berlebihan. Tak pelak, saat itu saya meminta untuk diberi kesempatan bermain game di turnamen pada minggu itu, dan untungnya saya masih diberi kesempatan.

Seharusnya saya lebih giat lagi belajar, tapi kondisi batin saya yang mana sudah retak di percintaan (jangan tanyakan mengapa) membuat kebiasaan buruk saya kembali kambuh dan makin memperparah kondisi keimanan saya yang mudah tergoyah. Walau demikian, saya masih ingin merebut kembali kesadaran saya dan mengembalikannya ke jalan yang benar.

Sejak akhir pekan itu, jujur saja saya masih kelepasan untuk bermain game. Saya coba stop, tapi kalau enggak diuninstall rasanya sulit banget. Mau tak mau, saya musti uninstall gamenya. Begitu juga dengan game-game yang sehari-hari saya mainkan. Usai mengalami kekalahan di turnamen, saya memutuskan untuk vakum di segala game, termasuk game yang saya ikut pertandingkan, Dota 2. Perlahan, waktu bermain saya yang tercatat di profil Steam saya mulai berkurang. Tampak ada perbaikan di sisi pola jam bermain. Alhamdulillah.

Tapi, sulitnya adalah saya masih sulit untuk melepas kebiasaan untuk ngecek jejaring sosial utama, yaitu Facebook. Twitter sudah saya coba untuk stop, dan hasilnya terlihat jelas. Walaupun demikian, tetap sajah kambuhnya kembali datang hehe.

Nah, mengenai saya tidur di kamar adik, jadi kamar adik kan ada ACnya. Dulu di kamar saya, yang mana merupakan kamar orang tua saya sebelum menjadi kamar saya, masih ada ACnya. Well, setelah proses pembangunan kamar orang tua saya di bawah selesai, ACnya pun juga ikutan pindah beserta barang-barangnya. Sementara, kamar adik saya yang semula merupakan kamar kakak saya, dipasanglah AC. Setelah kakak saya lulus SMA dan mulai memasuki kuliah, kamar tersebut lantas menjadi kamar adik saya. Dan tentunya ACnya juga masih di kamar tersebut.

Sementara saya, di kamar saya sendiri, merasakan betapa nestapanya tidur di kamar dengan kipas angin, di kota yang suhu normalnya ya biasa saja. Enggak dingin, hangat ke panas iya. Dingin pas hujan saja.

Maka, semenjak saya terus tidur di kamar adik saya karena perintah orang tua dan tentunya juga ada kemauan sendiri, saya jadi jarang menggunakan meja belajar saya di kamar saya sendiri untuk belajar. Pakai sih pakai, tetapi saya malah lebih banyak memakai untuk menggunakan laptop saya. Membuka buku untuk membaca atau mengerjakan sesuatu di kamar sendiri dengan suhu yang standar dibanding kamar adik yang belakangan ini saya tidur sana, tentu membawa keirian tersendiri. Memang enggak terlalu parah irinya, tapi ya perlahan-perlahan saya jadi kepengen punya AC di kamar sendiri.

Akibatnya ya saya justru malah lebih banyak menghabiskan waktu di kamar adik saya jika saya membutuhkan hawa yang dingin, walau sebenarnya saya rentan akan dingin. Gampang kedinginan, iya. Tapi ya lama kelamaan enak gitu.

Kalau saja di kamar saya juga dipasang AC… bukannya malah tambah enak, malah bikin tagihan listrik tambah bengkak. Saya kan orangnya rada-rada lupa kalau mau mematikan suatu benda elektronika, baik itu lampu maupun kipas. Mengingat saya juga sebentar lagi mau kuliah di pulau Jawa, rasanya sebentar banget mau pakai AC di kamar sendiri. Hanya tersisa sekitar sepuluh bulan lagi, sampai akhirnya saya meninggalkan kamar saya yang tercinta.

Pengen, tapi sayang kalau sebentar.

Galau, tapi entahlah bakal terwujud atau enggak.

Advertisements

4 thoughts on “Betah tidur di kamar adik, kepengen juga punya AC di kamar sendiri

  1. Wih giat sekali yah. Saran saya, jangan lupa untuk menikmati masa-masa sekolah. Bergaul ama teman (lebih disarankan di dunia nyata, kalau dunia maya, sampingkan saja), bergalau ria soal percintaan, mungkin kalau sudah beres semuanya sempat merasakan krisis identitas/eksistensi. haha.

    Saran saya untuk meningkatan fokus pada belajar:
    1. Install Rescue Time, sederhananya, program ini bisa merekam aktivitas kamu di media elektronik. Setiap harinya bakal keliatan hasil laporan produktivitas kamu. Saya selama semester ini menggunakannya, mungkin kalau semester ini sudah beres baru bisa yang namanya evaluasi pembelajarannya gimana. Kamu bisa liat setiap minggunya berapa kamu mencapai produktivitas. 🙂 Rescue Time bisa diinstall di android, PC, browser (gak tau klo iOS).

    2. Install Stayfocusd (chrome) atau leechblock (firefox), kalau niat mau belajar banget, pakai sistem nuke. App itu berfungsi untuk memblock situs-situs yang kamu anggap menganggu aktivitas belajar kamu.

    3. Pakai app (android) Clockwork Tomatoes (cmiiw namanya). Jadi konsep belajarnya gini, 30 menit belajar, 5 menit break, 30 menit belajar, 5 menit break.. dst tapi di putaran keberapa breaknya menjadi 15 menit. Ingat memaksa otak bekerja terus menerus bisa menambah stress. 5 menit break bisa dipakai untuk ke-wc, solat, cuci muka. Ingat, gak perlu terlalu strict.

    4. Atau malas mengikuti rutin/aplikasi diatas, pakai sistem sederhana. Asumsi kamu sekolah di siang hari, pasang alarm di jam, dimana kamu perlu disadarkan. Kalau disekolah, yah gak usah dipasang. Ini jadwal pribadi saya, Kalau ke kampus: 04.30 – 09.00 – 15.00 – 17.00 – 19.00 – 21.00 – 23.30. Kalau di rumah: 04.30 – 07.00 – 11.00 – 15.00 – 17.00 – 19.00 – 21.00. pokoknya bikin alarm, yang kamu sadari bakal bunyi, sehingga kamu sadar kalau kamu bisa revisi aktifitas kamu (pas lagi maen kali, jadi inget).

    Saya gak tau yah dampak kerajinan di posisi sekolahan, karena saya dulu gak begitu rajin-rajin amat. Plan untuk disiplin ada, cuman gak saya lakuin kalau bukan hal-hal penting. Saran penutup saya sih, jangan lupa nikmati masa-masa sekolah. haha. 🙂 Dan sukses deh ke kampus idamannya. Kalo boleh tahu, targetnya emang kemana? mungkin bisa diceritain lagi di blogpost berikutnya.

    1. Kalau bergaul ama temen sih, bisa bisa aja. Tapi kalau enggak sehobi atau enggak seminat juga rada susah diajak ngobrol duluan :v
      Cari cewek.. hmmm, kayaknya pas kuliahan aja deh ya biar asik heheh.

      1. Udah pernah nyoba, dan dulu hasilnya kebanyakan gabut ketimbang produktif 😐
      2. Ini juga sudah dicoba. Belum dicoba sih kalau Chrome.
      3. Hmm, boleh juga.
      4. Kalau alarm, takutnya enggak kebangun kalo disetel. Hehe. Tapi untuk kegiatan lain, rasanya sih oke-oke aja.

      Hahaha, saya pribadi juga enggak rajin-rajin amat kok ini heheh. Siip, ntar diceritain di postingan blog selanjutnya ajah 😛

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s