Keterbatasan berpikir dalam menganalisis soal

Setiap manusia diberi akal dan pikiran oleh Sang Pencipta. Dalam setiap kelahiran, manusia diberi satu organ tubuh yang sangat amat vital dan juga kaya akan sel-sel otak yang belum tersambung satu sama lain. Jika manusia mempelajari satu hal, maka sel-sel otak tersebut akan membentuk suatu hubungan yang menghubungkan satu sel otak dengan sel otak lainnya. Jumlah sel-sel otak ini diperkirakan sekitar satu trilyun sel. Semua informasi yang ada di dunia ini belum tentu cukup untuk mengisi kapasitas satu otak manusia biasa.

Dan apa hubungannya dengan judul tulisan saya yang berkaitan dengan keterbatasan berpikir dalam menganalisis soal?

Sebenarnya ini merujuk ke keadaan saya kemarin, di mana saya sedang mengerjakan soal-soal kimia pada saat les. Tentor asyik menerangkan begini begitu, saya hanya bisa bengong. Mau tanya pun segan, mau komplen puk tak sudi. Ujung-ujungnya saya jadi merasa kebingungan sendiri karena tidak bisa mengerjakan soal-soalnya. Mau tanya temen, tapi temennya masih pada dijelasin sama tentor.

Waktu itu saya masih berprinsip bahwa saya musti bisa mengerjakannya terlebih dahulu. Toh begitu yang dibilang tentor-tentornya. Barulah kalau ada yang tidak dimengerti barulah ditanyakan ke tentornya, apakah ada yang salah, dan kalau ada di mana kesalahannya dan bagaimana jalan yang benar untuk mengerjakan soal-soalnya tersebut. Saya yang masih terpengaruh seperti itu jelas belum bisa mengerjakan soal-soal secara mandiri, apalagi kalau saya ini yang masih rada-rada males, tidak rajin mengerjakan soal-soal, dan enggan menanyakan penyelesaian soal-soal tersebut ke tentor-tentor. Huft.

Seminggu belakangan ini pun, sekelas diberi tenggat waktu untuk mengerjakan kembali soal-soal W-Fit (weekend final test) les pada hari Sabtu lalu. Sejauh ini baru ada dua pelajaran yang disuruh mengerjakan kembali dari dua tentor di dua mata pelajaran yang berbeda, yaitu Matematika dan Kimia. Saya sebenarnya ingin mengerjakan soal-soal W-Fit Kimia dengan mendiskusikannya ke tentor, akan tetapi dikarenakan saya berniat pulang dari warnet langsung ke tempat les, ban roda sepeda motor depan malah bocor lagi. Kronologis lebih lanjut akan saya jelaskan di postingan selanjutnya. Yang jelas, saya enggak bisa terus-terusan stuck di pengerjaan soal-soal. Karena, di saat saya stuck, saya enggak bisa maju. Saya enggak bisa paham. Saya enggak bisa tenang bahwa saya sudah mengerjakan soal-soalnya ini.

Maka, saya memutuskan untuk mengerjakan soal-soalnya sendiri dulu nih di rumah hari ini. Apalagi penyelesaian soal-soal W-Fit untuk Kimia musti dikumpul besok lagi. Huft. Doakan saya ya semoga saya bisa mengerjakan soal-soal ini dengan lancar dan tenang tentunya.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s