Review: Shan Gui

2014-08-25_00042

Overview

Sebagai seseorang yang rajin memperhatikan item-item baru di Steam Greenlight, saya melihat satu novel visual bernama Shan Gui. Saya sudah lama penasaran untuk memainkan novel visual ini setelah hadir di salah satu queue list Greenlight saya. Melihat novel visual ini artnya yang begitu menarik, saya jadi tertarik untuk memainkannya, dan langsung memberikan vote ‘yes’ untuk game ini. Tampaknya novel visual ini dibuat oleh sekumpulan orang Tiongkok yang juga mempunyai gaya seni gambar yang unik.

Dua bulan setelah game ini disubmit di Greenlight, tepat tanggal 19 Agustus game ini dirilis di Steam Store. Dengan harga $4.99 (sekitar 59 ribu rupiah), novel visual ini sangat bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau. Saya ingin sekali membelinya, namun karena keterbatasan kemampuan untuk membeli, saya hanya mengandalkan satu cara: barter dengan game yang saya punya. Saya coba membuat listing barter bundle Tropico 4 dengan Shan Gui. Beberapa jam setelah saya buat listingnya, ternyata ada seseorang yang ingin barter dengan saya. Setelah terjadi kesepakatan di antara kami berdua, ternyata setelah saya mainkan beberapa saat, orang tersebut tidak lain adalah proofreader untuk penerjemahan novel visual tersebut dari bahasa Mandarin ke bahasa Inggris.

2014-08-25_00029
Suasana taman yang memukau.

Novel visual ini menggunakan engine Ren’Py di platform Steam. Sebelum Shan Gui dirilis di Steam, novel visual tersebut masih menggunakan engine WuShuang 3rd Anniversary Edition. Saya sendiri belum pernah memainkan novel visual yang sebelum dirilis di Steam dan baru memainkan versi yang sudah ada di Steam saja.

The Story

2014-08-25_00010
Han Hui sedang meratapi kesedihan di pojokan.

Novel visual ini memfokuskan cerita pada seorang perempuan bernama Han Hui yang baru saja menjadi maba (mahasiswa baru), mengalami keretakan hubungan keluarga, dan sedang berjalan-jalan di sebuah tempat yang dulunya merupakan tempat yang ia pernah datangi di saat ia masih kecil. Cerita mengalami perimbangan antara fiksi dengan pengenalan tempat-tempat lokasi wisata di Nanjing, di mana lokasi-lokasi tersebut termasuk ke dalam lokasi wisata warisan budaya dunia.

DI saat Han Hui berjalan-jalan di antara tempat-tempat tersebut, dia berusaha untuk mencari tempat untuk melepas rasa haus, namun ketika dia menemukan toko, toko itu pun tidak buka. Akhirnya ia pun kelelahan dan sempat pingsan. Tersadar, Han Hui melihat sosok He Jia, seorang perempuan yang bersosok asli rubah, berdiri di depannya.

2014-08-25_00011
Tiba-tiba He Jia muncul dalam wujud setengah rubah setengah manusia.

Han Hui sempat kaget melihat sosok seseorang di depannya, namun lama-lama Han Hui merasa terbiasa berada di dekatnya. He Jia mengaku sebagai seorang anak SMA cukup berprestasi yang baru saja cabut dari sekolahnya. Apalagi dia menganggap Han Hui sebagai kakaknya sendiri. Dengan sukarela He Jia menawarkan diri untuk menjadi pemandu Han Hui mengelilingi daerah ini. Maka dimulailah perjalanan kedua perempuan ini ke berbagai titik-titik pemandangan yang indah, seperti Zijin Shan dan Elephant Way.

2014-08-25_00030
Arah dari puncak menuju Elephant Way.
2014-08-25_00031
Elephant Way.

Cerita terasa pelan dan membosankan di awal, namun di pertengahan akan ada suasana kelam yang menghantui pikiran Han Hui di mana kenangan lamanya teringat kembali. Di saat He Jia mengajak Han Hui berada di tea house, di situ Han Hui baru menyadari bahwa arsitek di balik tea house adalah ayah si Han Hui sendiri.

2014-08-25_00019
Han Hui menikmati hidangan kopi dan sweet osmanthus (zaitun manis?).

Han Hui pun juga baru menyadari benar sifat asli ayahnya dari manager tea house yang merupakan teman ayahnya, walaupun sebenarnya ia sudah merasakannya. Oh ya, tak lupa ada juga adegan yuri di antara Han Hui dan He Jia di pertengahan maupun akhir cerita, mengingat He Jia terlalu mesra sekali berada di dekat Han Hui. Sampai-sampai He Jia berpesan agar Han Hui kembali lagi suatu saat nanti.

2014-08-25_00022
He Jia dan Han Hui, menikmati cipratan air di danau yang memukau.
2014-08-25_00025
Err… self-described ya.

Sepulang Han Hui dari sana, Han Hui belum menyadari sosok asli He Jia, sampai akhirnya ketika ditelpon temannya dan diberitahu, rupanya He Jia adalah seorang rubah, tiga dari empat bersaudara, dari seorang guru yang bertapa di Zijin Shan. Dia pun terkejut. Temannya pun melanjutkan, berpesan supaya Han Hui balik ke sana. Dengan catatan dia musti membawa sesajian. Han Hui teringat akan janjinya dengan He Jia untuk membawakan sandwich buatannya. Dia pun berterima kasih kepada temannya, menutup teleponnya, dan bersiap untuk pulang ke rumah dan mempersiapkan kunjungan selanjutnya untuk menemui ‘sang adik’ kembali.

The Art and The Music

2014-08-25_00045
Danau yang memukau.
2014-08-25_00038
Kawasan jalur yang asri.

Sejauh saya mengikuti alur cerita dari novel visual Shan Gui ini, menurut saya ya, artnya oke. Gaya gambar tokohnya unik juga. Khas mangaka Tiongkok, mirip gaya gambar tokoh di manhwa tapi enggak terlalu mirip di manga. Garisnya tebal dan tegas. Gaya gambar matanya juga bisa saya bilang unik.

Untuk musiknya, saya memberikan kesan bagus. Alunannya pelan, sejuk, enak didengar. Cocok deh buat menikmati alur cerita lambat novel visual Shan Gui.

Verdict

Setelah novel visual ini dirilis di Steam Store, banyak yang review bahwa novel visual ini tidak terlalu bagus. Mengapa demikian? Ada yang bilang bahwa novel visual ini terlalu pendek untuk dinikmati. Ada juga yang bilang novel visual ini tergolong kinetis. Mengapa demikian? Kita hanya diberi sudut pandang mengikuti alur cerita Han Hui dan kita tidak ada melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengubah alur cerita. Bisa dibilang kita membaca sebuah novelet dalam versi visual. Begitulah.

Toh walaupun banyak yang bilang begitu, saya menganggap novel visual ini masih layak untuk dimainkan dan dicerna ceritanya. Sangat direkomendasikan untuk penggemar softcore yuri. Dan begitu pun saya masih mengharapkan cerita lebih dari ini, karena endingnya yang menggantung. Akankah Han Hui balik lagi kah untuk menemui He Jia? Atau adakah peristiwa tak terduga yang terjadi menimpa di antara mereka berdua? Hanya developerlah yang tahu.

Saya beri nilai tujuh dari sepuluh untuk game ini.

2014-08-25_00017
Kemesraan di antara Han Hui dan He Jia.
Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s