Ringannya gowes beramai-ramai di Gowes As’ik bersama Tribun 2014

Agar tidak diundur-undur seperti post sebelumnya, sudah waktunya saya mau tepati janji saya di post sebelumnya, yaitu ngebuat post tentang kegiatan saya hari ini (24/8). Yaitu gowes dan review. Tapi karena saya belum sempat menamatkan novel visualnya sampai habis, maka untuk hari ini saya skip dulu deh. Mungkin besok baru bisa saya review.

Belakangan ini saya kurang olahraga. Lemes. Sekujur tubuh kaku akibat jarang diregangkan. Buktinya aja saat Jumat kemarin, baru beberapa kali putaran saya lari keliling lapangan sekolah aja udah ngos-ngosan. Mau gimana lagi, salah saya juga yang letoy akibat enggak olahraga selama beberapa hari ini. Saya belum olahraga dengan santai tapi semangat setelah besoknya menjelang ketegangan weekend final test di tempat les dimulai, teman saya Egy ngajak saya untuk ikutan acara gowes santai besok. Saya, yang kemarinnya kelelahan akibat enggak sama sekali mengerti setelah diskusi, dan langsung tepar setelah sampai di rumah, menyanggupi ajakannya. Penting juga lah, apalagi udah beberapa hari enggak meregangkan badan dan kaki. Anehnya Egy enggak tahu ketika saya tanya gimana dan di mana mendaftarnya. Mungkin bapaknya yang daftarin kali ya, pikir saya. Yaudah, saya yang masih di tempat les dan bingung mau daftar, kontan saya kasih tahu ke orang tua supaya saya didaftarkan di acara besok. Saya beri tahu kalau acara gowesnya sama seperti tahun lalu, karena yang sponsor dan yang mengadakan masih sama. Telkomsel dan Tribun. Beberapa menit kemudian, orang tua saya bilang saya sudah didaftarin sama temen orang tua saya. Okelah, aman. Yang penting bisa santai berolahraga setelah pedihnya menghadapi soal-soal yang bikin kepala amburegul emesyu, eh, maksudnya bikin kepala pusing berat akibat terlalu dipikirkan gimana menjawab soalnya.

Namanya juga saya, tiap kali ada acara yang berakhir dengan mulai di pagi hari, pasti saya selalu ngaret. Usai kelar mengerjakan soal-soal weekend final test, saya sempatkan diri untuk berlama-lama dengan memesan makan malam di dekat tempat les. Saya baru sampai rumah sekitaran pukul delapan lewat empat puluh lima. Emang disengaja pulangnya lebih lama. Sampai kamar, langsung deh saya main beberapa match Dota 2 dan menganggurkan diri di depan laptop sampai sekitaran jam satu. Lalu saya tidur selama kurang lebih empat jam. Masih ngantuk, dan sinyal dalam diri saya memberitahu kalau saya musti bangun walaupun kantung mata dalam kondisi berat untuk dibuka. Saya berusaha menjaga diri saya dari tidur dengan membuka laptop dan bermain sebentar. Sekitaran jam enam, saya pun ditelepon Egy.

“Di mana kau De?”, tanya Egy di fajar yang sudah cukup terang benderang. Dengan santai saya ngomong: “Ini masih di rumah,”. Gembel tenan emang dikau, De.

“Cepat laaaa, telat kita nantik,” gerutu Egy di telingaku. Dengan kondisi setengah hati, aku menjawab bersiap diri sesegera mungkin. Panggilan pun ditutup. Aku pun beranjak dari tidur dan mengguyur sekujur tubuhku, lalu kukeringkan tubuhku. Sambil memakai baju, papaku muncul dari lantai bawah dan langsung ngomel mengapa saya masih sempat berlama-lama di atas. Saya enggak bisa komentar apa-apa.

Begitu mau berangkat, papa saya sempat nanya gimana saya mau menghubungi. Karena saya cuman ada internet dan enggak ada pulsa, saya sempat diocehin sebentar. Papa saya pun menanyakan nomer saya dan langsung memberitahukan ke temennya agar nanti sesampai saya di sana saya bisa langsung membayar uang pendaftaran ke temen papa. Saya pun diberi uang lima puluh ribu dan dibilang supaya setengah uangnya disisakan untuk dibalikin. Saya pun berangkat.

Memakan waktu lebih kurang tiga puluh menit sampai ke Lapangan Benteng. Karena enggak ada pulsa, saya jadi bingung mau menghubungi antara teman papa dan teman saya. Saya mencoba berpikir, dan ternyata saya kepikiran untuk isi pulsa. Di stand Telkomsel. Di lapangan.

Habislah lima ribu untuk mengisi saldo pulsa lima ribu. Saya langsung menelpon teman papa, dan akhirnya kami ketemu juga di tempat panitia. Beliau memberikan saya jersey gowes untuk eventnya, dan sebagai gantinya saya mengganti uang pendaftaran. Transaksi berhasil. Hehe.

Enggak lama-lama banget, setelah isi pulsa saya ketemu Egy dan sepupunya di tengah lapangan. Saya sempat meninggalkan dia sebentar untuk ketemu temen papa, dan sambil menunggu dia juga untuk mengisi pulsa beberapa saat. Sebelum acara dimulai, Egy sempat ngajak sarapan bareng, tapi saya bilang nanti aja karena mau dimulai. Justru di saat beberapa menit sebelum dimulai, Egy dan sepupunya kebelet pipis. Yaudah deh, mereka berdua langsung menitipkan sepedanya ke saya dan berlari menuju toilet di kantor TNI yang bersebelahan dengan convention center dan lapangan.

Lima belas menit kemudian, sirine tanda dimulainya acara gowes santai dibunyikan dengan nyaring. Kami bertiga pun mulai mengayuh sepeda. Rutenya bisa kamu lihat di sini.

Mengingat ini acara gowes santai, jadi hampir semua rute kami jalani dengan santai. Walaupun ada sebagian titik-titik yang berusaha kami lampaui dengan take over, dan di akhir rute saya sempat ngos-ngosan kecapean. Adapun di tengah jalan kami sempat bercerita-cerita mengenai gowes, lelucon seputaran sepeda yang dipakai dengan unsur penjajahan, dan sebagainya. Selama kami mengayuh sepeda, kami juga melihat rombongan orang-orang yang jalan kaki santai. Tapi mukanya pada berlumuran pilox dan cat. Saya lihat acaranya disponsori Telkomsel. Wow, dalam satu hari Telkomsel mengadakan dua acara toh. Dari situlah muncul celetukan “jalan santai untuk anak muda, gowes santai untuk golongan classy”. Singkat cerita, selama empat puluh lima menit saya menempuh lima belas kilometer, dari ujung garis start akhirnya saya pun sampai juga ke ujung garis finish.

Sebelum sampai ke titik finish, ada satu titik yang disebut dengan drop box. Lokasinya di Istana Maimun. Dari sepengetahuan saya, kenapa pihak penyelenggara kok pakai logonya Dropbox ya? Walaupun beda warna, tapi sebenernya asal pake logo suatu entitas bisa dituntut loh. Walaupun hanya di dalam peta penunjuk rute. Di sana, kami bertiga merobek potongan tiket untuk supaya bisa diundi. Toh ujung-ujungnya kami bertiga tidak mengikuti acara undiannya dikarenakan pasti memakan waktu lama untuk menunggu undiannya kelar.

Sampai finish, kami bertiga pun langsung mencari tempat yang teduh dan membeli sarapan. Kami memilih di tempat di gerbang timur yang berseberangan jauh dengan gerbang barat dekat garis start/finish. Kami bertiga membeli nasi gurih. Nasinya tidak seenak yang di komplek rumahku, tapi begitupun kata Egy nasi ini enak untuk di kelas area perumahaannya. Hahaha. Habis makan, Egy dan sepupunya menyempatkan diri untuk membeli minuman. Saya enggak ketinggalan untuk dititipkan membeli minuman. Setelah beberapa tegukan meminum minuman yang baru saja dibeli, atas usul Egy kami bertiga pun pergi ke McDonalds Merdeka Walk untuk kembali beli makanan di sana. Sebelum berangkat, saya sempat menukarkan kupon snack untuk ditukar dengan makanan ringan, minuman, dan… sabun cuci? Naas, Egy dan sepupunya lupa merobek kupon snack saat berada di titik drop box.

Alhamdulillah, sampai di sana kami diperbolehkan untuk parkir di selip-selip dinding sama satpamnya. Begitu kami bertiga buka pintu masuk, eh tahu-tahu di sana juga rame. Rame dari rombongan yang baru saja jalan santai. Saya nunggunya sampe kurang lebih setengah jam untuk order.

Awalnya saya mau pesen menu untuk sarapan, tapi setelah saya melihat menu Happy Meal, saya jadi kepikiran untuk mengambil mainannya yang kebetulan sekarang lagi musim Doraemon. Akhirnya saya pesan Happy Meal deh. Sempat Egy nyeletuk ke saya: “Udah gede masih aja beli Happy Meal, masih aja ngincer mainan De”. Saya tepis dong dengan argumen golongan pemuda yang sudah menikah malah masih ada yang beli Happy Meal. Eh, dibantah lagi. Katanya kalo mereka kan pengkoleksi. Lain cerita kalo saya, begitu katanya. Iya deh.

Setelah penantian yang cukup lama, akhirnya pesanan kami tiba juga. Kami pun langsung melahap makanan kami masing-masing. Usai menyantap makanan, saya sempat memindahkan minuman saya ke botol minuman yang tadinya kami bertiga beli di lapangan, untuk dibawa pulang. Lalu kami pun bubar, pulang ke rumah masing-masing.

Err, untuk foto menyusul saat pagi ya.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s