Lagi-lagi jarang nulis lagi

Untuk kesekian kalinya, saya mengulang kesalahan yang sama. Kesalahan jelek yang pernah terjadi sebelumnya, yaitu males nulis.

Sebenernya saya senang sih menulis. Menulis itu kata orang bisa melatih daya ingat. Tapi, yang membuat saya berat untuk menulis itu bukan di saat saya memikirkan apa yang mau saya tulis. Kalau soal memikirkan, saya juga bisa memikirkan apa saja, kapan saja, dan di mana saja saya berada. Saya bisa memikirkan saya lagi ngapain sekarang, kejadian apa yang terjadi saat ini, dan sebagainya. Penghalang saya menulis lagi-lagi adalah melakukannya. Padahal esensi dalam menulis kan adalah dengan mengerjakannya. Soal mengingat dan memikirkan apa yang mau ditulis, okelah itu menjadi nomer satu. Tapi yang amat penting adalah melakukannya. Dan lagi-lagi saya mengulanginya. Huft.

Akibatnya ya, saya jadi enggak mengerjakan tugas saya yang seharusnya sudah saya persiapkan tapi malah enggak kelar-kelar akibat kemoloran saya untuk tidak melakukannya. Sebut saja tugas wawancara saya yang sudah dua bulan ngaret, kini sudah digantikan oleh seseorang yang sudah ketemu langsung sama orang yang bersangkutan satu hari setelah ketemu tatap muka di acara roadshow sebuah startup accelerator yang hadir di kota Medan pada tiga hari yang lalu.

Nasib memang, tapi ya mau gimana lagi. Saya baru aja kelarin satu artikel wawancara yang juga agak lama selang ngaretnya, dan kelar dua minggu setelahnya. Perjuangan berat buat saya.

Anyway, di post selanjutnya saya akan ngepost tentang gowes yang akan saya ikuti besok, dan juga review game Shan Gui, sebuah game novel visual buatan seorang warga negara Tiongkok yang secara tersirat memperkenalkan lokasi budaya dunia di daerahnya. Selamat malam, dan sampai jumpa di post selanjutnya! 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Lagi-lagi jarang nulis lagi

  1. Yah wajar sih. Nulis kan lebih mikir dibandingkan berbicara yang bisa dikoreksi langsung. Dalam menulis kan bukan hanya sekedar melimpahkan apa yang sedang cerita, tapi bagaimana mengulang kejadian/ide/pengalaman yang pernah terjadi menjadi tulisan yang beralur, terstruktur, dan tentunya mudah dimengerti oleh pembacanya.

    Jadi, jarang nulis itu wajar, karena nulis itu memang sulit. Tapi setidaknya jika dapat menguasai kemampuan berkomunikasi via tulisan, akan memudahkan orang untuk mengerti level intelektual seseorang. hahaha.

    1. Hmm, begitu ya. Saya rada-rada enggak terbiasa berbicara lancar sih, tapi saya lebih demennya ke nulis ketimbang berbicara. Walaupun berbicara juga ada esensi komunikasi yang pentingnya, tapi ya kenyataannya kemampuan menulis saya lebih daripada kemampuan berbicara saya dengan orang-orang.

      1. Yah semuanya juga tergantung kebiasaan. Saya sudah terbiasa dengan menulis, yah memang lebih lancar dibagian menulis. Ada juga yang terbiasa berbicara, yah terbiasa berbicara.

        Cuman yang bikin kecewa, tingkat intelektual diskusi di berbicara lebih sedikit karena kurangnya lawan bicara yang mau diajak berdiskusi menarik. Beda dengan di dunia maya dan menulis, semuanya terbuka, alhasil kebiasaan menulis masih bisa dihidupkan dibandingkan kebiasaan berbicara. Dan tentunya menulis itu jelas lebih mikir dibanding berbicara, karena harus ada seninya biar pembaca mengerti apa yang kita sampaikan.

        Nanti ada waktunya kamu mulai membiasakan diri saat berbicara (pekerjaan). Jika kamu punya lebih banyak sepak terjang di bidang menulis, yah pastinya cenderung memilih ke menulis dibandingkan berbicara. Tentunya dimana-mana dibutuhkan kemampuan komunikasi verbal dibandingkan tulisan karena lebih ringkas dan cepat dibandingkan menulis.

        1. Nah itu dia. Kenyataannya yang saya alami sekarang masih lebih dominan di menulis ketimbang di berbicara. Namun ya, seperti yang Taruma bilang, suatu saat nanti kemampuan verbal jauh lebih dibutuhkan di pekerjaan sehari-hari daripada kemampuan menulis. Ya, mungkin suatu saat nanti. Tapi saya sendiri juga tidak tahu kapan.

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s