Menjelang Ujian, Eh… Ada Kejutan

Mungkin saya udah bilang ya di post-post sebelumnya kalau saya dalam dua minggu ini mau ujian. Well, untuk hari ini sih sudah mulai seharusnya.

Hari ini, saya kedapatan ujian dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan TIK.

Untuk pelajaran Bahasa Indonesia, kelihatannya soalnya mudah untuk dikerjakan tetapi susah dan sulit untuk menjawab. Saya jadi teringat kata guru Bahasa Indonesia saya pada tiga hari sebelum memasuki masa-masa ujian. Katanya sih, menurut dosen beliau yang dulunya pernah menyampaikan hal yang sama dengan saat beliau ngomong hal yang sama kepada kami siswa yang sedang diajarnya di kelas, menjawab soal-soal Bahasa Indonesia janganlah menggunakan logika saja, namun menjawab dengan perasaan.

“Menjawab soal-soal boleh saja dari awal, namun kalau merasa sulit ya dilanjutkan aja dulu dengan menjawab soal lain,” katanya.

Beliau menerangkan, dengan menunjukkan bukti hasil tes beberapa siswanya dengan mengerjakan satu soal cerita. Hampir semuanya tidak bisa menjawab dengan benar. Padahal kenyataannya, dengan membaca ceritanya terlebih dahulu, terbaca jawabannya. Padahal, kalau kita jeli, membaca jawabannya pun tanpa membaca ceritanya sebenarnya bisa saja. Kalau ada satu jawaban yang dirasa berbeda dengan keempat jawaban lainnya, maka itulah jawabannya. Biasanya sih pemikiran macam ini yang saya pakai. Enggak kayak siswa-siswa yang salah jawab seperti yang guru saya bilang. Asal jawab aja, terakhirnya salah. Jangan sampai deh.

Ujian Bahasa Indonesia saya berlangsung aman. Pengawas kali ini enggak terlalu awas matanya, jadi saya bisa mengerjakan dengan tenang sekaligus santai.

Setelah ujian Bahasa Indonesia, selanjutnya ada ujian TIK. Untuk ujian TIK, saya bilang, saya rasa mudah banget untuk ngerjain soal-soalnya, mengingat soal-soal yang dikerjakan hanya berkisar di Microsoft Excel. Ya, Excel doang. No more, no less.

Tapi ya begitu. As I have to quoted my father, dia bilang kalau semakin mudah makanya semakin enteng. Sampai-sampai enggak teliti, dan akhirnya bersalahan. Ada benernya juga sih bapak bilang gitu. Saya orangnya juga gampang langsung ngerjain soal dan ngejawab tanpa mikir dua kali kalau jawabannya bener atau enggak.

Untungnya, untuk pengawas ujian TIK kali ini, yang awalnya saya rasa waspada juga, ternyata enggak. Kalau sudah buka koran, suka mondar mandir, buka laptop, sudahlah. Aman-aman saja itu. Enggak ada halangan untuk mengerjakan ujian. Santai saja. Jadi untuk hari ini saya lancar-lancar saja sejauh ini.

Oh ya, mengenai kejutan yang saya sebutan di judul, itu kejadiannya malam sebelum hari ujian dimulai. Sebelum emak, adik, dan anak asuh berangkat pulkam, eh ternyata dikasih hape baru. Alhamdulillah. Setelah sekian lama hape rusak karena kecebur di kloset karena getar-getar setelah ditinggal di kamar mandi, akhirnya dapet hape pengganti deh. Suatu kesenangan pribadi yang tak terpikirkan sebelumnya. Speknya sih enggak bagus-bagus amat, tapi mencukup deh. Yang penting bisa dipake buat nelpon sama SMS.

Untuk besok, ada ujian Agama. Doakan saya bisa mengerjakan soal-soalnya ya guys!

Advertisements

2 thoughts on “Menjelang Ujian, Eh… Ada Kejutan

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s