Dihantui Wejangan Orang Tua Tentang Masa Depan

Malam kemarin, saya baru saja selesai mengaji. Biasanya kalau tiap minggu saya ngaji rutin manggil guru ngaji. Kalau enggak digituin, ngajinya bolong-bolong bahkan enggak ngaji sama sekali. Ahahaha.

Usai menyalami guru ngaji, saya panggil adik saya untuk mengingatkan akan gilirannya mengaji. Biasanya giliran mengaji di rumah ya saya duluan baru adik saya. Kadang-kadang, saya saja yang ngaji. Kadang-kadang juga si adik yang ngaji duluan baru kemudian saya. Kalau adik saya yang ngaji sendirian, tergolong jarang.

Begitu saya membuka pintu, ternyata adik saya lagi solat. Emak saya yang saat itu lagi duduk di pinggiran kasur, memanggil saya. “De, ke sini bentar,” katanya.

Haduh, another parent counseling. Udah mulai enggak enak lagi, pikir saya. Saya enggak bisa menolak kalau sudah dipanggil begitu sama orang tua. Sementara adik saya yang baru saja selesai solat boro-boro keluar kamar demi mengaji, batin saya udah merasa enggak enak begitu memikirkan apa yang ingin diomongkan sama mereka.

“Ayo duduk sini, ada yang mau diomongin,”

Akhirnya saya duduk juga dan mulai ndengerin apa yang mereka omongin.

Intinya sih mereka ngomongin tentang masa depan. Masa depan. Masa depan. Masa depan. Begitu terus, berulang-ulang. Mulai dari mau les di mana di kelas tiga nanti, kemudian dilanjut dengan pemilihan jurusan, penggiatan belajar demi peningkatan nilai rapor, pengurangan jam bermain, sampai advice mengenai dampak negatif dari bermalas-malasan.

Untuk soal kepengen les di mana, saya juga masih bingung mau les di mana. Jujur aja sih ya, les di Primagama itu untung-untungan sama tentor lesnya, like what my father said that night. Sebelum itu, orang tua sempat menanyakan di mana tempat bimbingan belajar yang saya rasa cocok untuk menunjang belajar saya.

Saya yang kala itu kebingungan, hanya bisa hening.

Diam.

Enggak ngomong apa-apa.

Setelah beberapa menit menunggu saya mengeluarkan sepatah dua patah kata untuk menyebut di mana tempat bimbingan belajar yang cocok, abah merekomendasikan saya agar mengambil bimbingan belajar di SSC (Sony Sugema College).

Menurut beliau, katanya tentornya reliable dan kuantitas cukup banyak untuk melayani anak-anak yang belajar di sana. Kalau di Primagama dan di tempat bimbingan belajar lainnya, mungkin enggak banyak yang bisa ngelayani setiap saat. Beda sama di SSC, begitulah kata abah. Ia udah cukup menaruh trustnya di sana. Saya pun hanya bisa membisu. Bingung mau menentukan.

Sambil kedua orang tua komat-kami berbicara, saling menasihati secara bergantian, saya berpikiran gelisah sekaligus enggak tenang. “Kapanlah selesai mereka ini menasihatiku?” pikirku.

Setelah cukup lama (ya, lama, sampe satu jam), akhirnya saya menemukan titik cerah. Bebas dari jeratan parent counseling. Terakhir itu abah sempat nanya: “Jadi, di mana Ade mau les?”

“Oh, belum tahu ya. Yaudah dicari besok ya.”

Saya memberi tanda menganggukkan kepala dan bergegas keluar dari kamar yang hampir sempat menjadi neraka Jahannam bagi pikiran saya. Sambil melangkah menuju pintu kamar, emak sempat menawari gorengan. Namun saya tolak karena udah penat banget pikiran ini, memilih hanya untuk minum air putih dan keluar dari kamar.

Advertisements

2 thoughts on “Dihantui Wejangan Orang Tua Tentang Masa Depan

  1. Ahaha, bener banget ini 😀 ortu nyaranin saya ikut les tapi saya masih ogah-ogahan, soalnya males keluar rumah. tidak ada minat untuk les privat kah? :3

    1. Minat les privat sih ada, dulu. Cuman yaaaaaaaa keknya susah juga kalau diskusi cuman sama satu guru per mapel doang. Jadi kayaknya lebih condong pengennya ke les bimbel di luar aja.

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s