(Pengen) jadi rajin, ceritanya..

Bos saya di Tech in Asia ngeping ke saya setelah sekian lama enggak ada kabar mengenai tulisan saya satu pun.

“Woi masbro! Lu masih niat nulis nggak sih?” kalau dengan pemahaman kasarnya doi bilang kayak gitu. Saya sih sebenernya pengen sih, walau gaji yang ditawarkan enggak gede-gede amat. Tapi yang jelas bisa membantu saya banget, at least untuk uang jajan lah. Worth of three days pocket money.

Saya jawab: “Masih bro. Jujur aja sih, gue beberapa hari ini procrastinate melulu”. Ngejawabnya gitu aja, lantang. Kayak enggak ada perasaan bersalah. Padahal, dalam hati saya itu ada perasaan bersalah. Dah dikasih kerjaan, kok enggak disyukurin sih, De? Enggak dilaksanakan pula kerjanya. Paling enggak ya ada lah satu tulisan yang membantu mengcover procrastinate. Tapi sampai sekarang belum ada.

Belum ada sampai bermenit-menit, si bos langsung jawab dengan bijak:

“Bro, masa lo procrastinate terus sih? We have been waiting your posts for weeks. Okelah, gue admit ini masih dalam tahap learning.”

“Supaya lo enggak terlalu procrastinate, belajarlah jadi rajin.”

Hampir bisa dikatakan setiap hari, hidup saya procrastinate banget. Ini gak hanya di dunia jurnalis startup di tempat saya bekerja sekarang, tetapi juga di seluruh aspek di kehidupan saya. Mulai dari belajar sampai hal terkecil seperti enggak memperhatikan diri sendiri. Kayak enggak ada kepikiran kalau pengen sukses itu musti ngejer target X dan Y.

Saya sadar bahwa saya menjadi ignorant dan absent-minded terhadap diri sendiri dan diri orang lain. Gak merhatiin pelajaran. Nilai pun sembarangan aja. Kerjaannya pun kalau enggak browsing atau main game di laptop mulu. Gak pagi, gak siang, gak malem. Pasti ada aja buka laptop. Gak peduli juga tempatnya di mana. Di kamar, di kelas, di masjid, bahkan di kamar mandi sekalipun! (pernah sih, sekali.)

Emak saya berkali-kali ngomel ke saya kalau saya itu musti begini lah, musti begitu lah. Endless advices from her, tapi enggak saya dengerin. Semacam sia-sia ajalah emak buat ngingetin, tapi yah namanya juga orang tua, pastinya enggak mau kalo anaknya enggak maju-maju. Mungkin kalian yang baca post ini pada mikir, kalau saya sebaiknya musti berubah. Berubah menjadi lebih rajin. Berubah menjadi lebih disiplin. Berubah menjadi lebih tertata dalam mengurus diri sendiri, lalu bisa deh mengurus diri orang lain.

Nah, dari semenjak diping bos saya, saya merasa ada sedikit sadar (bukan berarti banyak atau enggak ada lho ya…) bahwa rajin itu penting. Yang bisa saya simpulkan setelah mendapatkan pencerahan dari sang bos dan juga setelah melalui seruntutan ibadah adalah:

  1. Rajin itu penting.
  2. Rajin itu bikin jadi disiplin.
  3. Rajin itu bermanfaat untuk membiasakan diri.
  4. Rajin itu buat bikin kita enggak menunda-nunda waktu.
  5. Rajin itu bikin kita jadi lebih bertanggung jawab.
  6. Rajin itu membuat kita bisa mengatur diri sendiri maupun diri orang lain.
  7. Rajin itu SANGAT PENTING!!!

Mungkin saya bisa awali sifat rajin dengan hal-hal kecil ya. Seperti membiasakan diri bangun cepat, enggak tidur lagi pas udah pagi, olahraga dan berangkat lebih cepat, dll. Hal-hal seperti menaruh catetan tempelan juga sebenarnya membantu, tapi masalahnya saya belum ada biaya untuk bisa menebus semua itu. Karena saat ini saya lagi keranjingan sama diskon-diskonnya Humble Bundle, makanya saya jadi susah rajin untuk berhemat. Apalagi masih banyak ada hutang menumpuk dan setia menunggu saya.

Saya usahakan deh bos, supaya lebih rajin. Aamiin.

Advertisements

2 thoughts on “(Pengen) jadi rajin, ceritanya..

  1. Kalo itu mah enggak lah bang. Stress juga kalo liburan enggak nyantai, cari aktivitas lain. Cari mati juga itu namanya, hahahaha.

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s