Pemanfaatan Teknologi VR untuk Proses Pembelajaran dan Penelitian Akademik

Source: http://www.ludumdare.com/compo/author/jceipek/
Source: http://www.ludumdare.com/compo/author/jceipek/

Inovasi tercipta di saat seseorang menemukan efisiensi gabungan dari beberapa hal yang sudah pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa produk yang sudah banyak dihasilkan oleh banyak orang atau banyak lembaga, seperti televisi yang merupakan gabungan dari kaca, papan sirkuit, penerima sinyal satelit dan speaker.

Inovasi tidak datang dengan mudah. Sebelum memikirkan sebuah inovasi, yang harus dipikirkan terlebih dahulu adalah mengeksplorasi gap di sebuah bidang yang bisa dimanfaatkan, barulah menemukan ide inovasi dan mengimplementasikannya. Tujuannya agar meringankan beban saat melakukan kerja aktivitas dan meningkatkan efisiensi untuk mencapai hasil yang maksimal di bidang tersebut.

Banyak bidang yang bisa dieksplorasi untuk mengimplementasikan ide inovasi, namun untuk tulisan ini bidang yang ingin saya bahas adalah di seputar pendidikan.

Di berbagai institusi pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi, salah satu proses kegiatan belajar mengajar yang menunjang pelajaran siswa adalah dengan melakukan praktek penelitian di ruang laboratorium di gedung institusi tersebut. Tidak hanya pelajaran IPA, tetapi pelajaran IPS juga dapat melakukan praktek penelitian.

Praktek penelitian mencakup beberapa tahapan, mulai dari perencanaan sampai penarikan kesimpulan. Pada saat praktek penelitian memasuki tahap sampling, tentunya memerlukan barang-barang yang diperlukan untuk melakukan praktek penelitian. Untuk praktek penelitian secara kuantitatif, mungkin hanya memerlukan data-data yang sudah tersedia (dari grafik, tabel, dll). Namun, untuk praktek penelitian secara kualitatif tentu harus menyediakan alat-alat, bahan-bahan, dan objek-objek yang ingin diteliti.

Jika kita menghitung seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk meneliti, tentu amat besar sekali angka yang dihitung. Jumlah barang-barang yang dibutuhkan untuk minimal satu orang saja sudah cukup besar biayanya, bagaimana dengan satu kelas yang terdiri dari 20-40 siswa? Tentu jauh lebih besar dari itu. Bagaimana pula jika seandainya barang-barang yang dibutuhkan banyak? Atau barang-barang yang pada saat melakukan praktek penelitian tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, usulan berupa solusi yang bisa saya berikan adalah dengan mengganti barang-barang yang diperlukan untuk melakukan praktek penelitian dengan menggunakan VR head-mounted display (alat penampil virtual reality yang dipakai di kepala) seperti Oculus Rift.

Lho, mengapa mengganti barang-barang tersebut dengan VR head-mounted display? Dengan menggunakan alat tersebut, para siswa dapat melakukan praktek penelitian secara virtual dengan memasangkan alat penampil di kepala seperti kacamata yang didukung oleh sarung tangan sensorik yang dapat membantu proses pergerakan tangan secara virtual dan software VR yang didesain khusus untuk melakukan praktek penelitian.

Secara biaya, tentu akan menghemat biaya dibandingkan dengan membeli barang-barang yang dibutuhkan secara terpisah. Selain itu, masalah-masalah yang sering ditemukan selama melakukan praktek penelitian seperti tiba-tiba terjadi kecelakaan dalam bereksperimen dengan bahan-bahan berbahaya dapat diminimalisir dengan VR head-mounted display ini. Para siswa akan aman selama mereka melakukan praktek penelitian dengan menggunakan alat tersebut, karena selama mereka mengerjakan dan terjadi proses error saat meneliti tidak akan membahayakan siswa sama sekali. Hanya terjadi konsep game over and try again seperti layaknya sebuah game yang menemukan akhir yang buruk dan meminta kita untuk kembali lagi dari saat sebelum itu.

Ide inovasi menggunakan VR head-mounted display sebagai perantara para siswa menghubungkan antara dunia nyata dengan dunia maya untuk melakukan penelitian mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya. Namun, di zaman teknologi yang sudah semakin canggih dewasa ini, tidak ada yang tidak mustahil untuk mewujudkannya. Selama hal tersebut baik, berguna, dan diperlukan oleh orang-orang di kalangan tertentu, pasti suatu saat nanti ide inovasi ini bakal ada di masa mendatang. Percayalah.

Advertisements

One thought on “Pemanfaatan Teknologi VR untuk Proses Pembelajaran dan Penelitian Akademik

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s