Nyeduh asik di Presotea

presotea-sunplaza-medan-1
Tampak logo Presotea dari depan lokasi ngantri.

Senin lalu, saya bersama teman saya mampir ke Sun setelah membahas bersama tentang perencanaan pembuatan film yang akan dibuat untuk tugas kelompok. Rencananya saya sama satu teman laki-laki saya pengen makan siang tapi nyari yang murah, alhasil setelah naik ke lantai paling atas malah musti turun ke bawah. Ke A&W. Eh, malah di situ kemahalan. Porsi dikit pula, huft. Tapi untungnya saya masih bisa dibayarin sama temen-temen, ngoahahahaha.

presotea-sunplaza-medan-2
Tampak logo Presotea di gerai.

Beberapa meter dekat dari A&W, saya melihat sesuatu yang mencengangkan di sebelah kiri. Gambar coming soon besar-besar dengan lambang merek Presotea. Saya yang bacanya Presotea, jadi teringat kiriman di grup Facebook terkait undangan untuk komunitas ke acara grand opening mereka. Saya pikir bentar lagi juga bakalan diadain acara yang sama. Dan ternyata benar. Hari Jumatnya, saya dan kawan-kawan anggota BloggerSUMUT diajak sama bang Din untuk mewakili dan menggantikan posisinya untuk komunitas yang diundang sama Presotea. Awalnya saya ragu gak bisa datang karena syuting film, namun masa bodohlah, saya bilang aja bisa datang. Bang Zikri katanya datang, dan saya udah berusaha ngajak teman-teman di komunitas lainnya, namun respon yang didapat adalah kemungkinan mereka bisa datang.

presotea-sunplaza-medan-3
Menu utama yang menjadi highlight.

Esoknya, saya udah siap banget untuk pergi. Saya dan bang Zikri udah berusaha kontak-kontakan, dan jawaban dari komunitas pun hasilnya juga masih kemungkinan. Saya sempat ajak juga teman-teman dari sekolah untuk ikutan, namun responnya malah cuman minta nitip aja. Ih, mental gratisan tapi kok gak mau usaha.

Yaudah, akhirnya pukul tiga pas saya pergi sendiri jalan kaki dari sekolah (karena memang dari sekolah ke Sun Plaza, tempat di mana Presotea membuka cabang baru dan lagi grand opening). Makan waktu sekitar sepuluh menit lah. Sampai sana, saya tungguin bang Zikri. Saya coba mention di Twitter, eh ternyata enggak dibales-bales juga. Barulah pas sampai jam empat kurang sepuluh menit, bang Zikri koar-koar, katanya: “lama kali nyari-nyari si Ade, sampai setengah jam lebih!”. Awak yang daritadi nungguin di tempat duduk di antara tempat main anak-anak sama J.CO pun cuman bisa bingung dan kecewa dengan kabar darurat mendadaknya bang Zikri. Akhirnya saya balik lagi ke sekolah demi bisa ngajak temen-temen sekolah yang masih kepengen buat dapetin teh gratisan.

Usai solat Ashar, saya coba lagi tuh ajak temen-temen yang tadinya enggak mau. Saya bujuk mereka dengan lomba minum, dan tertarik. Sebelum berangkat, saya telpon dulu sama person in charge mereka untuk memastikan. Dan akhirnya, saya, dua teman saya dan dua adik kelas saya pergi barengan ke sana lagi dengan berjalan kaki.

Di sana, saya langsung tanya ke orang yang lagi in charge. Menurut dari DM bang Din yang dikirim kemarin, namanya Reza. Saya tanya Reza untuk memastikan, dan Reza dengan perhatian mempersilahkan kami untuk menunggu sambil para karyawan menyiapkan tiga cup teh ukuran besar dengan rasa yang berbeda untuk kami berlima. Kami pun mengambil tempat di space yang kosong di dalam. Tampak sampah-sampah cup teh berserakan dan belum dibersihkan. Saya anggap ini wajar karena: mungkin karyawan yang lain lagi pada sibuk, karyawan yang lain enggak sempat ngurusin, lagi banyak pembeli sehingga untuk urusan yang satu ini keteteran, tempatnya tergolong kecil, jumlah karyawan yang pas-pasan dan toko baru saja buka.

Saya yang baru saja duduk, mempersiapkan segala peralatan perang. Enggak deng, cuman perlengkapan biasa sebagai blogger. Kamera dan laptop. Untuk kamera, saya gunakan sisa-sisa sampah cup tea yang ada untuk dijadikan selfie, karena ada kontes selfie untuk grand opening mereka. Sayang, karena keterbatasan waktu (padahal hari ini gabut banget) sampai telat untuk upload fotonya, dan akhirnya enggak dapet prize karena uploadnya tadi Magrib serta atasan dari Presotea cabangnya udah pada balik duluan ke Jakarta. Dan laptop untuk bahan sebagai perantara upload foto-foto selfie, tapi enggak sempat karena daritadi asyik kedistract melulu sama penjelasan dari mas Reza dan satu lagi yang lupa saya namanya siapa.

presote-sunplaza-medan-4
Rencananya bareng temen-temen komunitas ke sini, tapi apa daya yang bisa menyempatkan diri hanya temen-temen dari sekolah saja.
presotea-sunplaza-medan-5
Mencoba foto selfie, namun baru bisa ngupload keesokan harinya dan telat.

Cukup lama, akhirnya datang juga. Tiga cup teh berukuran besar dengan rasa berbeda dan satu bungkus panjang cup minum mini diantar sama mas Reza. Beliau menyodorkan kami masing-masing sebuah brosur, yang mana bisa kamu lihat di bawah ini. Ada banyak banget aneka rasa yang bisa kamu lihat.

presotea-sunplaza-medan-6
Brosur disertai promo.
presotea-sunplaza-medan-7
Daftar menu di belakang brosur.

Bersamaan dengan itu, ia juga menuangkan cup teh ukuran besar satu per satu ke cup minum mini agar kami bisa langsung mencoba dan merasakan rasa dan sensasi yang diberikan dari setiap rasa teh di tiga cup ukuran besar tersebut. Ada Blueberry Fruit Tea, House Special Milk Tea, dan Winter Melon Milk Tea. Di antara ketiga rasa tersebut, hanya House Special Milk Tea yang ketika diminum langsung tehnya enggak ada pakai topping apapun. Sementara Winter Melon Milk Tea cukup menguras tenaga mulut untuk menyedotnya karena ditambah topping… semacam bola-bola nata de coco dan disusul oleh Blueberry Fruit Tea.

presotea-sunplaza-medan-8
Tiga cup teh sampel dengan beberapa cup mini.
presotea-sunplaza-medan-9
Tiga sajian sampel teh yang kami coba saat grand opening.

Setelah kami berlima meneguk masing-masing tiga rasa dari sampel teh yang diberikan, mas Reza pun membeberkan sedikit penjelasan mengenai Presotea.

Presotea, yang fokus menjual produk teh, mulai didirikan pada tahun 2006 di Taiwan. Sampai post ini dibuat, sudah ada kurang lebih 250 outlet didirikan. Di Indonesia sendiri, pertama kalinya hadir pada tahun 2012 di Jakarta. Dan untuk wilayah Medan, outlet Presotea baru ada di Plaza Medan Fair di lantai dasar dan di Sun Plaza Lower Ground. Untuk waktu ke depannya, Presotea juga akan membuka outletnya di Lotte Centre Point (dekat Stasiun KA Medan). Untuk menu yang bisa kamu lihat sebelumnya, ada 24 pilihan rasa yang berbeda dengan topping yang berbeda pula. Kalau kamu temukan di tempat lain mungkin hanya 3-4 pilihan rasa saja.

presotea-sunplaza-medan-10
Tempat-tempat penyimpanan kantung teh.

Sebagai nilai plusnya Presotea, dalam proses pembuatan tehnya Presotea tidak menggunakan dispenser yang langsung jadi, akan tetapi dengan menggunakan mesin espresso. Kalau kamu bandingkan dengan toko/outlet/penjual teh lainnya, mungkin mereka tehnya sudah siap saji dan tinggal diambil lewat dispenser saja. Mungkin atas pemakaian mesin espresso itulah namanya jadi Presotea (espresso+tea) kali ya.

Usai mas Reza membeberkan penjelasan singkat mengenai Presotea, saya sempat bertanya sedikit mengenai promo grand opening seperti melempar magic dice yang berlaku hanya untuk pembelian minimal lima puluh ribu rupiah dan menunjukkan struk, promo buy one get one, lomba minum lima cup dalam dua menit (karena keterbatasan berupa banyaknya orderan, maka dipercepat menjadi tiga), dan lomba selfie. Mengenai lomba minum tadi, mas Reza mencoba diusahakan untuk mempersiapkan minumannya sesegera mungkin.

Sambil menunggu, saya mencoba ke tempat dapurnya. Sebelumnya saya sudah diberi izin sama person in chargenya, diperbolehkan untuk melihat-lihat isi dapurnya. Kebetulan, yang sedang in charge di dapur Kusdinar selaku supervisor mempersilahkan saya dan menerangkan banyak banget tentang cara kerja proses pembuatan teh di dapurnya Presotea. Mulai dari pengambilan kantung teh yang akan disaring sampai cup teh dibungkus, lengkap dijelaskan olehnya.

Pelanggan memesan salah satu teh dari menu yang ada, lalu memilih topping, sebanyak apa kadar gula dan es yang diinginkan oleh pelanggan. Setelah dicatat di struk dan dibayar oleh pelanggan, karyawan mencetak tanda pesanan dan menempelkannya ke cup teh, kemudian dibuatkan teh sesuai pesanan yang ada. Karyawan mengambil kantung teh dengan rasa yang dipesan pelanggan dari sekian banyak toples berisi beberapa kantung tebal berbagai aneka jenis teh. Kantung teh tersebut kemudian dimasukkan ke dalam semacam alat press, bagian dari mesin espresso dan menekannya dengan tekanan yang kuat. Di saat penekanan yang bersamaan, mengalir air bertemperatur panas dari mesin, dan dialirkan ke gelas tuang warna hitam dengan gagang berjenis isolator. Seperti yang sudah disinggung di tiga paragraf sebelumnya, kalau Presotea enggak menggunakan dispenser untuk menghidangkan teh yang dipesan pelanggan, tetapi diolah lagi.

presotea-sunplaza-medan-11
Mesin espresso yang digunakan untuk mem-press kantung teh dengan tekanan sangat kuat sehingga menghasilkan hasil yang mantap.

Gelas tuang hitam ini kemudian diambil, dituangkan topping (jika pelanggan memesan dengan topping) dan gula (banyak tidaknya sesuai permintaan pelanggan), lalu semuanya dimasukkan ke dalam blender.  Setelah diblender, teh dimasukkan ke cup teh dan dimasukkan es (banyak tidaknya sesuai permintaan pelanggan), diberi penutup dan cup teh siap diberikan ke pelanggan.

presotea-sunplaza-medan-12
Tempat penyajian topping dan variasi rasa untuk menu lainnya.
presotea-sunplaza-medan-13
Yang beda dari yang lain: topping plum.
presotea-sunplaza-medan-14
Tempat pemanas, penyimpanan es, dan blender. Untuk beberapa menu yang dirasa perlu.
presotea-sunplaza-medan-15
Seorang karyawan menuangkan hidangan teh/kopi ke dalam blender.

Setelah mendapatkan penjelasan yang jelas tentang proses pembuatan teh di Presotea, saya berterima kasih ke mas Kusdinar seraya meminta kartu nama jika seandainya saya punya pertanyaan di seputar Presotea. Saya pun kembali ke tempat duduk semula. Karena semuanya sudah lama menanti lomba minum yang tadi dijanjikan, saya coba tagih ke mas Reza. Sayangnya, beliau enggak dapat menepati janji karena permintaan pelanggan yang daritadi masih terus ada. “Kalau tadi datangnya pas jam 3, mungkin bisa diadakan”, katanya. Sebagai gantinya, ia memberikan enam kupon gratis cup teh dan enam pack isi 8 bungkus celup teh tiap packnya. Saya yang mendengar kabar buruk tersebut hanya bisa menghela nafas dan mengiyakan saja.

presotea-sunplaza-medan-16
Antrian pelanggan Presotea yang saya rasa cukup ramai.
presotea-sunplaza-medan-17
Empat pack kantung teh dari Presotea, dengan empat aneka rasa yang berbeda.

Saya bagikan kupon gratis cup teh masing-masing orang satu kupon. Saya dapet dua, karena yang datang cuman lima orang, ngoahahaha. Pada akhirnya, mereka berempat pake kupon mereka masing-masing. Setelah pesanan datang, Umar pun langsung pulang. Sementara yang lain masih pada nunggu karena saya ordernya belakangan, dan bayar untuk ngetes apa bisa ikut magic dice. Eh ternyata musti pembelian minimal lima puluh ribu. Tapi, masih bisa ditolerir karena dapat promo buy one get one. Saya beliin satu lagi untuk Kevin (karena saya masih ada hutang sama dia) dan bonus freenya untuk saya dong..

presotea-sunplaza-medan-18
Daftar menu Presotea.
presotea-sunplaza-medan-19
Kamu bisa pilih toppping, kadar gula dan banyaknya es sesukamu.

Kesimpulannya.. untuk outlet pendatang baru saya rasa oke lah, walau untuk persoalan tempat saya rasa kurang besar mengingat kemarin pas pembukaan rame banget yang ngantri dan yang nyiapin tehnya memerlukan proses cukup lama. Apalagi, tempatnya yang dipakai merupakan tempat yang dulunya outlet Red Mango. Entah karena sepi pelanggan atau kenapa, sehingga tutup tiba-tiba dan langsung aja tempatnya diserbu Presotea. Langkah bagus namun bisa berubah sewaktu-waktu. Semoga saja usaha outletnya Presotea masih bertahan untuk beberapa bulan mendatang.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s