Bitter (?) seventeen

Entah mau nulis apalah ini… udah jarang nulis juga. Tapi diusahakan nulis panjang lah. Heheh.


 

Tak terasa, akhirnya sudah memasuki umur yang ketujuh belas. Enggak terasa memang.

Udah banyak banget sekian pengalaman dan kejadian yang beraneka rasa telah dilewati. Macam-macam penyesalan dan kesenangan terjadi saat masa-masa kecil hingga saat sebelum menjelang usia tujuh belas.

Kisah masa-masa sekolah? Sejak SD emang gak pernah tenang. Banyak banget kesulitannya ketimbang kesenangannya. Lebih sering masuk BP daripada jadi anak-anak baik. Selalu merasa bahwa dikit-dikit salah, dikit-dikit gak bener. Jadinya ya begitu.

SMP udah agak normal lah, walau semenjak kelas 2 jadi agak-agak membandel. Enggak pendiam kayak awal-awal kelas 1. Mungkin karena udah banyak kenal sama orang-orang (baca: teman-teman) yang ada di situ. Tambah lagi kalau di SMP dulu kelasnya juga enggak banyak-banyak amat. Toh tetep aja yang jadi teman sehobi juga masih dikit amat, masih bisa dihitung dengan jari. Dan saya bisa mengatakan bahwa merekalah yang paling setia, di mana tiap kali ada acara pasti mereka selalu meluangkan waktunya untuk bareng pergi. Gak peduli mau ada kontes, pertandingan, perlombaan, atau hanya sekadar kopdar atau event-event bertajuk blogging.

SMA……. nah ini yang bikin rada-rada ndak enak juga. Awal masuk udah bikin first embarrassing time. Mbikin topi upacara kayak topi Aladin. Masuk kelas telat, dapetnya di bangku paling belakang. Pertama kali belajar semangat banget… tapi semenjak ada beberapa guru yang malesin, plus ditambah lagi ndak ada niat untuk mengulang pelajaran, alhasil beberapa pelajaran ada yang ketinggalan sampai nilai pada jeblok.

Percintaan? Alamak. Sudahlah. Saya cukup menulisnya dengan beberapa kata saja. Karena sebenarnya saya juga agak menyesal untuk melanggar kata-kata emak. Memang, nggak secara langsung tepat kayak “begitu pacaran ntar ujung-ujungnya nikah”. Justru, sebelum ujung-ujungnya itu selalu berakhir dengan putus, yang mana saya belum bisa mengurus hubungan untuk saat-saat labil seperti masa anak SMA sekarang ini.

Okelah, saya rasa gitu aja dulu curhatnya. Dan saya ada kepikiran untuk mau membuat tantangan untuk saya sendiri, di mana nantinya saya akan rutin ngepost blog tiap hari selama 30 hari ke depan. Semoga sajalah (~’w’)~

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s