Awal Desember dan Hari AIDS

Photo by max_thinks_sees

Untuk saat ini sampai minggu depan, saya (mungkin) enggak panjang lebar kalau ngeposting. Pusing mikirin postingan blog dan persiapan kebut semalam menghadapi ujian, haha.

Kemarin, baru aja hari AIDS sedunia dirayain. Pasti dong, berbagai cara untuk menghadang terjadinya HIV dan AIDS terjadi, seperti pada di Indonesia, diadakannya Pekan Kondom Nasional. Tapi, di balik itu, masih ada banyak aja yang menganggap salah kaprah jika diadakannya Pekan Kondom Nasional.

Tolak Pekan Kondom Nasional, begitu sih katanya.
Tolak Pekan Kondom Nasional, begitu sih katanya.

Saya mungkin memihak dari sebagian pemikir-pemikir sekuler, tapi saya juga tidak menyalahkan apa yang dibilang oleh orang-orang yang berpaham Islamisentris, yang rata-rata merupakan mayoritas penduduk di Indonesia.

Iya, kita tahu, bahwa zina merupakan perbuatan seksual yang dilakukan di luar hubungan nikah. Sesuai dalil yang dikatakan di kitab suci Al-Quran, perbuatan zina jelas merupakan haram. Lalu, mengapa kampanye tersebut dikaitkan dengan penolakan penyebaran adanya pekan kondom nasional? Nah, sebenarnya yang menjadi tujuan bukanlah terang-terangan memutlakkan penggalakan zina secara nasional, tapi kan untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS secara massal.

Kalau kita bolehlah pikir ulang kembali, pemikiran bahwa diadakannya pekan kondom nasional agar lebih banyak lagi penyebaran free sex, kalau diumpamakan sama aja dengan pengkampanyean helm tapi mendorong untuk lebih banyak terjadinya kecelakaan. Atau, bisa juga dengan sosialisasi seat belt tapi mendukung orang untuk kebut-kebutan di jalanan.

Kembali ke konteks AIDS, pemerintah bermaksud untuk meredakan penyebaran HIV/AIDS dengan menggalakkan penggunaan kondom di seluruh Indonesia. Di satu sisi, ada baiknya bagi kaum yang masih melakukan seks dan tidak menyebarkan penyakit HIV/AIDS. Namun, di satu sisi, bagi kaum agamais yang sadar akan seks mungkin tidak menyetujuinya. Soal mereka yang tidak begitu peduli tentang agama, yah mungkin alangkah baiknya kita sadarkan secara damai, tidak dengan cara frontal dan memaksa. Kalau belum sadar juga, mungkin ya belum saatnya. Wallahu ‘allam bishawab.

Advertisements

4 thoughts on “Awal Desember dan Hari AIDS

  1. Mau komentar, dengan menerangkan terlebih dahulu dasar pemikiranku:

    1) Kemarin ada lihat twit dari Pihak Kementrian terkait PKN (@puskomdepkes), yang meluruskan tentang PKN. Bahwa program itu adalah program swasta (salah satu produsen kondom yang memasarkan produknya di Indonesia).
    2) Mengenai isu “pembagian kondom gratis” yang kemudian diterjemahkan sebagai “kampanye dukungan seks bebas” ternyata tidak ada pembagian kondom gratis, tetapi PKN lebih ke arah edukasi (pembagian media informasi dsb).

    Melihat dua hal tersebut saja, aku ngerasa gak perlu ditentang tuh kampanye (atau promosi) dari sang produsen kondom. Aku melihatnya lebih ke arah promosi mereka saja. Sama seperti promosi minuman dingin yang kadang bagi-bagi sample gratis, ya diterima saja. Kalau haus diminum, kalau gak suka bisa dikasih ke adiknya.

    Tambahan:
    Aku juga pernah dapat informasi bahwa kondom tidak melindungi 100% dari penyebaran HIV (terkait ukuran virus dan pori-pori kondom, bahasa awamnya) — yang artinya memang pemilihan PKN pada tanggal 1 Desember (Hari AIDS Sedunia) tidak relevan untuk dikatakan sebagai salah satu metode pencegahan. Tetapi, salah satu cara penyebaran AIDS yang diketahui secara umum adalah melalui aktifitas seksual, dan kondom memang berkorelasi terhadap hal itu, barangkali itulah alasan kenapa hari itu yang dipilih sebagai PKN.
    Barangkali, masih ada hari-hari lain yang cocok untuk kampanye produsen kondom ini, misalnya Hari Kontrasepsi Dunia (26 September) atau Hari Kependudukan Dunia (11 Juli) — yang notabene lebih pas mengaitkan kondom dengan masalah reproduksi.

    1. Yep, aku setuju sama pendapatan bang Nich. Lagian ngapain sih pake RT-RT dan ikut-ikutan media segala untuk memberantas PKN ini, kalau memang tujuannya untuk promosi/sarana penyebaran pendidikan tentang seks.

      Terus, seperti yang abang bilang, enggak ada dibagikan kondom gratis ya. Padahal udah dikampanyekan gitu, eh tahu-tahu dibubarin. Pemerintah dan perusahaan kondom swastanya salah apa coba :-/

      Tadi sempet juga lihat di news feed FB, itu truk dari perusahaan kondom swasta yang mengkampanyekan kesannya appealing banget. Gak sesuai dengan yang dikampanyekan.

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s