Ada baiknya, ada buruknya

Masing-masing dari kita menjalani yang namanya rutinitas kehidupan. Setiap kita menjalani rutinitas kehidupan, pasti ada aja yang namanya permasalahan. Dan permasalahan ini bukannya cuman sekali aja, namun bisa berkali-kali.

Dan ada berbagai macam penyelesaian yang berbeda untuk satu masalah saja. Dampak dari penyelesaiannya ini, ada yang buruk dan ada yang baik.

Contoh: saya sebenarnya tidak diperbolehkan pacaran, namun saya akhirnya melanggar. dan untuk keempat kalinya, saya yang sudah komitmen untuk tidak ingin berpacaran lagi, justru malah masih ngelirik cewe yang lain. Dan walaupun dia terkesan nolak atau insyaf atau sudah digaet sama cowok lain, justru ada sisi positif dan negatifnya. Dimulai dari sisi negatifnya, saya mengalami yang namanya galau berkepanjangan. Biasalah itu, kalau tidak sesuai harapan dan targetnya, kan selalu muncul rasa kecewa. Positifnya, saya masih diberi kesempatan waktu untuk mengurus diri sendiri. Karena diri sendiri aja masih sering diingetin. Gimana saya ngurus diri sendiri, apalagi ngurus diri orang lain. Amburadul.

Diharapkan, dari melihat dampak baik dan buruknya, dapat direnungkan kembali bahwa tak selamanya kita berpikir negatif akan sesuatu hal. Menyesal tanpa memikirkan nilai kebaikan dalam kejadian tersebut, bukanlah pilihan yang cocok.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s