Alasan di balik segala sesuatu tercipta berpasangan-pasangan

78_8

dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, (QS. An-Naba: 8)

Sewaktu dalam kemacetan di tengah jalan saat perjalanan mau pulang dari sekolah ke rumah, saya berpikir akan sesuatu. Bahwa sesuatu, apapun itu, pasti kurang dan ada sesuatu yang akan melengkapinya sehingga menjadi sepasang sesuatu yang lengkap dan memiliki fungsi sebagaimana mestinya. Saya umpamakan, seperti halnya seorang pelajar seperti saya yang saat ini sedang bersekolah dalam jurusan IPA. Walaupun jurusan IPA adalah jurusan yang ia tempuh saat ini, namun kenyataannya tidak selalu ilmu IPA yang dibutuhkan. Ilmu IPS juga dibutuhkan. Setidaknya, untuk kadar pendidikan Indonesia yang tergolong tinggi untuk meningkatkan kemampuan pelajaran di jurusannya masing-masing, tapi apa salahnya mempelajari ilmu di luar jurusannya di luar waktu sekolah?

IPA dan IPS adalah salah satu contoh dari sekian banyak sesuatu yang diciptakan untuk dapat berpasang-pasangan. Ketika IPA dan IPS berpasangan menjadi suatu Ilmu Pengetahuan Campuran, tentu saja memiliki pasangannya yaitu Ilmu Agama. Setinggi-tinggi apapun ilmunya, tanpa memiliki dasar ilmu agama, orang tersebut bakal memiliki ilmunya tanpa memiliki dasar yang kuat dan hanya berdasarkan pemikiran logis saja.

Masih banyak lagi sesuatu yang diciptakan berpasang-pasangan. Allah menciptakan manusia menjadi laki-laki dan perempuan yang berpasang-pasangan, siang dan malam yang berpisah tetapi menjadi sepasang dan disebut hari, langit dan isinya yang saling melengkapi dan mengisi satu sama lain, dan lainnya.

Seperti yang dinyatakan dalam sebuah ayat dalam al-Quran.

36_36

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. Yaasin: 36)

Bahwa segala sesuatu yang diciptakan baik di muka bumi maupun seluruh alam semesta ini, pastilah berpasang-pasangan dan tidak ada yang berpisah satu sama lain. Mulai dari hal yang terkecil sekalipun, sampai hal yang jauh lebih besar dari luas Bumi yang kita tinggali ini. Kalaupun belum berpasang-pasangan, mungkin waktu belum mempertemukan kedua belah pihak untuk berpasang-pasangan, sampai pada waktunya tiba untuk ‘dipertemukan’.

Tujuan mengapa Allah menciptakan segala sesuatu hal di dunia ini, tidak lain dan tidak bukan adlaah untuk mengerti dan mengingat akan banyak kebesaran-kebesaran yang telah diciptakan oleh-Nya. Supaya tidak takabur atas segala sesuatu yang berbau ‘pasangan’ melenai kehidupan di dunia yang bersifat fana dan tidak kekal ini, dan selalu bertawakal kepadaNya.

Seperti yang difirmankan oleh Allah melalui ayat ini.

51_49

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (QS. Adz-Dzariyat: 49)

Begitulah. Selebihnya, wallahu ‘alam bisshawab.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s