Selamat jalan, Bu Murni

Mendengar kabar bahwa seorang guru di sekolah SD saya dulu telah uzur dalam usia dan kemudian pergi meninggalkan dunia ini, tentulah saya merasa sedih dan berkabung. Apalagi, kalau diingat-ingat balik, ada banyak hubungan dan interaksi yang membekas di benak pikiran saya.

Sebagai salah satu wali kelas kala saya masih SD dulu, dia dikenal peduli dengan anak-anaknya dan bertindak laku sebagai mana layaknya seorang guru dan pengganti orang tua di rumah. Saya masih ingat ketika saya pernah melakukan beberapa tindakan tak layak dan justru malah berujung ke kantor BK/BP akibat ulah saya itu. Tapi, di semua itu, masih menimbulkan rasa kenangan batin yang tersisa di diri saya.

Sebagai salah satu mantan siswanya yang mendengar berita berkabung ini, cukup menyakitkan setelah empat tahun baru berpisah dengannya. Tepatnya sih tidak empat tahun juga. Terakhir kali saya ketemu sang almarhumah adalah pada saat ingin masuk SMA dan tidak ada kartu NISN sehingga harus meminta ke sekolah dasar lama untuk meminta surat keterangan resmi. Pada saat itu, setelah mengambil surat keterangannya dan hendak pulang, saya menyaliminya dulu. Itulah terakhir kalinya saya bertemu dengannya.

Paling tidak, saya merasakan jasa-jasanya dalam mengajari saya di bidang Bahasa Indonesia dan Seni Rupa. Selamat jalan, bu. Semoga engkau baik-baik saja di sana. Amin.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s