Gencar razia anak sekolah, efek kecelakaan si Doel

Razia di flyover Daan Mogot by masiwink at Flickr

Semenjak kasus AQJ alias Doel si Ahmad Dhani yang masih berumur 13 tahun, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sampai tidak sadar dan… bum! Kecelakaan menimpa Doel, teman yang menumpangi mobilnya, dan beberapa pengendara lainnya. Ada yang luka-luka, bahkan meninggal dunia. Si Doel malah tidak tahu dengan jelas kronologis kejadian kecelakaannya, mungkin karena ikut terbawa oleh kecelakaan yang dialaminya. Efek dari kecelakaannya ini pun meluas sampai ke seluruh Indonesia. Kabarnya yang menabraki mobil itu pun disebar oleh media. Polisi pun semakin gencar melakukan razia selama sebulan ini, gara-gara ‘dia’.

Seperti di kota saya tentunya. Entah belakangan ini razia-razia anak sekolah yang dilakukan polisi cukup sering. Tapi tak tahu lah ya maksud ngerazia ini untuk kepentingan siapa sebenarnya. Apa karena kejadian si Doel sehingga para polisi yang sering lalai kembali rajin merazia para pelanggar lalu lintas? Atau cuman alasan klise untuk mengeruk duit anak-anak sekolah? Kita tak tahu.

Pernah kemarin-kemarin, pas lagi ramai-ramainya razia, saya sempat linglung mau pulang. Begitu keluar dari pagar sekolah, ada abang-abang becak yang bilang ke saya kalau di sana masih ramai ada razia para polisi. Saya pun bingung. Tapi, ah biarin aja. Saya tak menggubris omongan abang becak tadi dan langsung menuju lokasi tempat sepeda motor saya diparkir. Datang abang tukang parkir yang biasanya, bilang kalau tadi ada pak polisi yang habis ngerazia di jalan yang berlawanan. Begitu datang wartawan untuk menanyakan mengapa dirazia, para polisi pun kabur. Katanya sih, nyari uang makan. Ah, tapi ada benarnya juga walau tidak sepenuhnya benar.

Topik ini pun juga hangat dibahas di sekolah, pada saat sepulang sekolah dan pada saat pengarahan oleh guru-guru BK terkait kenalakan remaja. Memang sih, untuk yang belum punya SIM dan belum berusia 17 tahun (alamak, musti kelas tiga gitu?), belum pantas naik sepeda motor. Apalagi kebut-kebutan sepeda motor yang rawan kecelakaan dan kemungkinan jadi mayat dikubur sangat besar. Saya sebagai pelajar yang belum memenuhi ketentuan untuk mendapatkan SIM musti sering-sering menghindar gencaran razia polisi, apalagi kebut-kebutan. Pantang besar itu. Buat yang lain, juga hati-hati. Demi keselamatan dan keamanan bersama juga.

Advertisements

4 thoughts on “Gencar razia anak sekolah, efek kecelakaan si Doel

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s