Menyadari jati diri sebenarnya di lingkungan asal

Sebagai seorang makhluk sosial, ada kalanya ia bergaul dan berinteraksi terhadap sesama maupun alam di sekitarnya. Salah satunya, bergaul dengan sesamanya. ‘Sesamanya’ pun tidak benar-benar sama seperti dia. Ada yang derajatnya lebih tinggi dari dia, dan ada pula yang derajatnya lebih rendah dari dia.

Pada suatu kini, sang orang ini lebih banyak bergaul dengan orang kalangan atas, sehingga banyak dalam dirinya yang merasa direndahkan olehnya. Ketidakmampuan, ketidakbisaan, ketidaksanggupan, dan banyak hal yang tidak bisa dicapai oleh si orang ini walaupun dapat diraih oleh orang-orang di sekitarnya yang ternyata justru jauh di atas dia.

Sungguh, kalau ia benar-benar memahami betapa jauh lebih tinggi derajatnya dari orang-orang yang ada di sekitarnya, dia tidak bakal bertingkah laku merendah seperti ini kepada orang-orang yang lebih tinggi daripada orang-orang di atasnya. Dia bakal jauh lebih mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya jauh lebih dari apa yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang tidak bisa sepertinya.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s