Merasa terpojok

Gak marah sih, tapi nyesek aja. Lagi mengendalikan emosi karena perdebatan yang berujung ke ngambek.

Aelah. Sementang si Egy bisa ngomong, aku gak bisa ngomong dengan jelas. Dia menertawakan kelemahanku. Aku, entah kenapa, gak bisa ngomong dengan jelas walaupun aku pengen dan mau supaya enggak ngomong dengan enggak jelas lagi. Tapi, walaupun begitu, gak ada yang mau ngalah. Dan terakhir, akupun yang harus mengalah. Sepertinya kaum muda lebih mendominasi dari kaum yang lebih tua.

I missed my previous chairmate. Not just like now. Like shit.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s