Empat amalan yang bisa dikerjakan untuk mayit

Mumpung nyimak betul apa yang diucap oleh pak ustadz, yaudah kali ini saya mau bahas satu permasalahan yang udah dibahas sama pak ustadz.

Yang pertama adalah menggantikan puasa yang belum dikerjakan oleh si mayit. Yang kedua adalah menggantikan amalan haji si mayit. Yang ketiga adalah bersedekah, amalannya untuk si mayit. Dan yang keempat, membayar hutang untuk si mayit.

Untuk dalil, saya kurang mampu menjelaskannya, namun jika memang diperlukan, silahkan merujuk ke sini, di sini, di sini dan di sini.

Di dalil pun ada juga kontroversi. Di hadis mengatakan bahwa bolehlah mengerjakan amalan yang menggantikan dan belum sempat dilaksanakan oleh orang lain, tetapi di ayat Al-Quran mengatakan bahwa amalan-amalan tersebut tidak bisa dilakukan oleh orang lain dan harus dilakukan secara masing-masing.

Meneruskan pernyataan di atas, ada sebagian mengatakan bahwa tidaklah sah amalnya jika dilakukan oleh orang lain. Dan adapula yang mengatakan sebagian bahwa jika amalannya yang tertinggal belum dikerjakan masih bisa dilakukan oleh orang lain. Seperti Imam Syafi’i dan Imam Maliki, mereka tidak setuju jika amalannya dilakukan oleh orang lain karena amalan tersebut haruslah dikerjakan secara pribadi alias oleh masing-masing. Namun oleh yang lainnya mengatakan tidak demikian.

Walaupun begitu, tetap pada kenyataannya tidak semua amalan bisa dikerjakan oleh orang lain untuk menggantikan amalan si mayit yang belum dilaksanakan. Seperti solat, mengucap dua kalimat syahadat, zakat, dll.

Berbeda dengan amalan-amalan yang tertinggal yang (mungkin) masih mengalir pahala untuk si mayit, di antara yang tiga ini: sedekah jariyah, doa anak soleh, dan ilmu yang berguna. Keempat amalan utama yang di atas hanyalah yang tertentu dilakukan menurut ketentuan dalil yang ada. Selain itu, bukan berarti bermaksud jika dilakukan selain empat amalan utama di atas berarti bid’ah.

Kesimpulannya, yang bisa kita kerjakan, kerjakanlah dulu. Hutang yang ada antara Allah dan manusia hendaknya didahulukan kepada Allah baru sisanya. Yang sudah yakin ada dalilnya baru empat amalan yang disinggung di atas, sisanya belum diketahui asal-usulnya.

Kira-kira begitu aja hasil khotbah singkat yang saya cerna dan bisa saya sampaikan. Segala kekurangan ada pada diri saya, dan segala kelebihan ada pada Allah swt.

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s