Huru hara selama MOS empat hari

MOS adalah saat saat pembinaan. MOS adalah saat saat berhura-hura. Tapi awalnya aku nggak nganggep kalo MOS itu sesuatu yang menyenangkan. Malah sesuatu yang nyesek di hati.

Ceritanya seminggu sebelum MOS. Saat itu aku sudah memikirkan betapa ribetnya dan malesnya mengikuti MOS. Kutanya teman-temanku, apakah aku ikut ke sana untuk MOS atau tidak. Ada yang jawab iya, tapi malah kalau emang rasanya ogah-ogahan, mending gak usah ikutan aja. Aku kebetulan kan anak rajin, jadi nggak mungkin nggak dateng. Maka kuputuskanlah dengan bulet kalau aku bakal mengikuti MOS.

Agak berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya, SMAku, SMA Negeri 1 Medan, ternyata memiliki jadwal MOS yang lebih cepat. Lebih cepat dua minggu dari sekolah-sekolah lainnya. Makanya aku pun heran. Kenapa sekolah ini bisa lebih cepat MOSnya, sementara yang lain MOSnya baru dimulai setelah tahun ajaran sekolah dimulai? Mbleh, tapi gapapa jugalah, MOSnya udah dimulai sebelum masuk sekolah. Udah ambil langkah aman duluan lah, istilahnya.

Sebenarnya, MOS di Smansa (singkatan buat SMA Negeri 1 umumnya) ini harusnya lima hari, karena ada satu hari persiapan menjelang MOS. Hari Jumat. Tanggal 22 Juni.

Tidur agak cepat, bangun agak pagi-pagi. Seperti hari biasa sekolah, aku udah siap dengan kemeja putihku dan celana keper hitamku. Datang dan hadir demi persiapan MOS, aku diantar ke sekolah oleh mamaku. Bawaan tidak ada, dan seadanya, hanya buku tulis, pulpen, dan kuitansi pesanan baju sekolah.

Di sana, aku ketemu teman-teman seangkatan SMPku dulu. Yah, cowoknya rata-rata kutemui dan ada lebih dari sepuluh. Nggak hanya teman-teman SMP, teman-teman les, pesantren kilat kantor orangtuaku, dan SD pun juga banyak yang kutemui bersekolah di sini.

Sebelum dimulai arahan persiapan menjelang MOS, terlebih dahulu kami semua dipilih regu-regunya secara acak. Dimulai dari regu 1 sampai regu 16, ada yang satu orang sendiri seangkatan di regunya. Ada yang satu regu banyak temen seangkatan. Aku kebetulan di regu 11, dan ada satu temenku yang dari SMP dulu. Zhafira namanya.

Nah, jadi kami dapet kelas yang berada di posisi kiri dari depan sekolah ya. Di situ, kelas sudah dihadiri oleh kak Livia (sebagai ketua regu) dan kakak penanggung jawab regu, yaitu kak Gadis, kak Fahri, kak Novira, kak Kevin, dan kak Yoga. Pembukaan arahan dibuka oleh kak Livia, dengan komat kamit membaca peraturan tata tertib MOS yang sebenarnya udah ada ditempel di sudut lobi sekolah. Capek capek nulis, eh tau tau udah ada di situ. Aku baru tau kalo ada pas istirahat. Mbeh.

Kemudian, kakak-kakak penanggung jawab regu menuliskan semua ketentuan lainnya yang diperlukan, bahan dan alat yang dipakai selama empat harinya di hari MOS. Ada ketentuan untuk buku catatan dan buku tandatangan, ada juga ketentuan untuk topi toganya, badge nama, dan ikat pinggang rumbai-rumbainya. Tapi ukuran topi toga sama badge namanya pake teka teki, membingungkan pula! Hufft, bikin capek aja. Pas hari itu pulak, pas ada ujian terakhir les bahasa Inggris untuk kenaikan tingkat (tepatnya udah habis masa tingkatan lesnya, udah tingkat puncak).

Nah kira kira gini ukuran yang musti dipecahkan dari kakak-kakak penanggungjawab regu.

Sampai sempat-sempatnya aku buat daftar syarat-syarat MOS untuk SMA Negeri 1 Medan. Malamnya, aku tanya teman-temanku dan tak ada yang bisa memecahkan teka-tekinya semua. Keknya emang musti kakak-kakak penanggungjawab regu yang jawab itu semua, tapi gak mungkin kutanya lagi. Aku pun nggak tau gimana cara menghubungi mereka. Sabtunya bahan baru kubeli semua. Minggu aku kebelet mengerjakan itu semua. Aku ke sana ke sini menanyakan ukuran untuk badge nama dan topi toganya. Tali pinggang rumbai dibantu dibuat oleh mamaku, sementara topi toga (yang awalnya kekecilan karena nggak tau ukuran persisnya gimana) dan badge nama (yang hampir sedikit lagi ukurannya mendekati ukuran yang sesuai teka teki) jadi juga.

Pagi esok harinya, aku terbangun dengan cepat. Buku tandatangan mau kuisi semua daftar nama namanya, tapi belum siap. Kukerjakan pagi-pagi supaya cepet siap, eh tau taunya belum siap juga. Tiba-tiba Laras nanya, apa-apa aja yang dibutuhkan selama MOS. Meh, katanya baru setelah hari Sabtu ditelepon suruh ikut MOS dari pihak sekolah. Aku geleng-geleng kepala. Padahal nggak lolos tes tapi dipanggil juga. Ckck. Aku cuma bisa diam. Pagi itu aku sedikit terburu-buru, sambil kukerjakan sisa buku tandatanganku, kuberitahu dia soal buku catatan dan buku tandatangan. Gara-gara itu pula aku sedikit terburu-buru dan hampir telat. Aku, yang lupa membeli susu pun akhirnya terpaksa membeli susu biar nggak kena marah. Eh, malah kebeli susu sachet. Jadinya minumnya ya kentel kentel gitu sambil diminum :v

Hari pertama MOS, agak gimana-gimana gitu. Pagi-pagi diawali dengan apel pagi. Begitu juga dengan hari hari berikutnya. Setelah itu, akan ada kegiatan-kegiatan lainnya. Hari pertama sih ada latihan LKBB sama bermain games di lapangan. Sebelumnya, juga di hari persiapan MOS ada latihan LKBB juga sih.

Di games, yah entah karena kakak-kakak penanggung jawab regunya yang kurang kreatif atau apa, jadinya malah bengong aja. Nggak bengong terus sih, kita kita udah disuruh bawa alat-alat untuk permainan sebelumnya. Ada tali rafia, sarung (aku kira mau solat jenazah :lol:), sendok, dan alat lainnya yang aku lupakan. Tapi yang dipakai hanya sarung aja. Itupun buat permainan oper-operan sarung. Yang kena atau yang lepas kena hukuman. Sempat hampir kena sih aku, tapi syukurlah aku gak kena.

Selama hari ini, belum ada satupun yang menyumbang yel-yel. Padahal sudah disuruh dari hari persiapan menjelang MOS. Dengan sangat amat terpaksa sekali pun kakak-kakak penanggungjawab regu yang menyumbang yel-yelnya. Saking nggak tahunya. Dan saking segannya jadi nggak ada yang nyumbang yel-yel.

Sebelum games itu pula, ada pula pemeriksaan kelengkapan, seperti topi toga, badge nama (yang punyaku salah ukuran sampe dikoyak-koyak dan musti ngebuat ulang lagi :() panjang rambut dan pita rambut untuk perempuan. Halah, capek-capekin aja. Badge nama musti buat ulang lagi. Topi toga juga (waktu itu emang ukurannya KECIL AMAAAAAAAAT sampe diejekin kak Fahri). Huah capek.

Habis main games, LKBB, terus istirahat. Makan siang. Untunglah punyaku habis semua. Ah, hari pertama masih ada yang megang hape, kulihat pada disita. Tapi hari-hari berikutnya hape yang bawa nggak pada disita. Aneh.

Habis makan siang, kami semua solat di mesjid. Yang beragama non-muslim mungkin bisa ikut sama PA atau KSSK. Kegiatan ini selalu ada kok sampai hari terakhir. Dan habis itu dipersilahkan pulang. Aku, yang belum siap buku tandatangan dan terpaksa harus pulang karena sudah dijemput oleh mamaku. Sebelumnya aku ambil dulu pesanan bajuku. Yang lain pada boro-boro ngumpulin tanda tangan, karena takut akan hukuman yang diberikan.

Di rumah, aku langsung boro-boro memperbaiki badge namaku, topi toga, dan tali pinggang rumbai dibenerin mamaku supaya lebih banyak lagi yang menjuntai. Buku tandatangan yang semula salah ukuran kubenerin lagi, kutulis di buku baru. Udah siap semua sih, tapi yang belum siap ya yang nama namanya terus kelas terus dll gitu gitu deh. Jadinya kusiapin lagi. Tapi baru beberapa kolom. Bleh, baru bikin udah salah lagi, katanya sih gak boleh timbal balik. Ya sudahlah, akhirnya terpaksa kuhapus lagi. Hari itu cuman dapet dua, eh tiga tanda tangan. Dari inti OSIS.

Hari kedua, hari Selasa. Kali ini aku lupa membeli susu kotak. Jadi sampai di sekolah, mamaku membelinya di dekat Kampung Keling. Aku gak nyadar kalau mamaku udah membelikan untukku satu, eh malah aku minta dibeliin dari teman yang baru saja kukenal dari satu regu. Halah, jadi satunya kusisain.

Supaya singkat, selama dua hari ke depan (Selasa dan Rabu), kegiatannya hampir sama. Ada kegiatan di lapangan, seperti halnya apel pagi dan siang, apel pagi untuk pembuka dan apel siang untuk penutup. Ada pengarahan di Aula, dan ada pula pengarahan dari bapak ibu gurunya di kelas.

Untuk di Aula:

  • Hari Senin (lupa kalau hari Senin ada juga pengarahan di aula) ada pengarahan tentang Pendidikan Berkarakter
  • Hari Selasa ada pengarahan tentang Peraturan dan Tata Tertib Sekolah.
  • Hari Rabu ada pengarahan tentang Wawasan Wiyata Mandala.

Dan untuk di kelas, ada pengarahan dari Bapak Syawal dan Ibu… BP lah. Lupa saya namanya.

Nah! Di Mesjid pun nggak kalah seru kegiatannya. Habis sholat Zuhur biasanya ada kultum dari bapak ibu guru setiap harinya. Dari Senin sampai Rabu, ada aja yang kultum. Yang terakhir sih kultum dari Bakmiss sekaligus perkenalan Bakmiss itu sendiri. Bakmiss merupakan singkatan dari Badan Kemakmuran Masjid Ibnu Sina Smansa.

Di hari Rabu, ada pengenalan ekskul bagi adik-adik kelasnya yang baru masuk SMA Negeri 1 Medan. Jadi yah sebenernya banyak potensi yang bisa diambil dari kami-kami yang baru masuk ini, dan juga sekaligus sebagai ajang pembinaan dan keeksisan anak baru di Smansa ini. Ada sekitar 25 ekskul yang bisa ditemui, tapi yang aktif (yang bener-bener dikenalin ke adik-adiknya) hanya 19 ekskul. Berikut yang bisa kamu lihat ekskulnya.

  • Bakmiss
  • ICT One
  • Olahraga Prestasi
  • PMR
  • Sanggar Seni Smansa
  • Marching Band
  • Radio Sekolah
  • Pramuka
  • PA
  • KSSK
  • Paskhaskibra
  • Karate
  • Kelompok Ilmiah Remaja
  • Tim Olimpiade
  • EJS (Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Sastra)
  • Sola Gracia
  • Teater Rawit
  • Ekskusi (LSM)
  • Citos (Cinematography of Smansa)
Adapun yang lainnya ada English Club dan lainnya, tapi nggak diperkenalkan karena kurang eksis atau guru pembimbing ekskul enggan mempublikasikan ekskul mereka.

Sempat ada kejadian heboh di hari Rabu. Temen sebangkuku sakit demam selama dua hari pas MOS. Pas hampir pulang, kelas kami diteriakin kakak-kakak MOS. Dipukulin meja, bentak-bentak, bagaikan FPI lagi berbuat anarkis. Maki-maki. Nyuruh introspeksi diri. Mata disuruh tutup. Tapi masih banyak yang buka. Heleh… cuman gara-gara nggak nyapa guru dan kakak kelasnya. Saya sih segan, mungkin yang lainnnya juga kali ya?

Hari Kamisnya, aku sempat lupa membeli stok makanan dan minuman yang diperlukan untuk gerak jalan. Katanya disebutkan kek napak tilas, tapi sebutan itu kurang pas buat kegiatan gerak jalan ini, karena napak tilas adalah sebutan untuk mereka ulang kembali kejadian dulu. Tapi, yah kalau memang maunya begitu, ya terserah deh 😆

Hari Kamis emang spesial abis dah. Pake baju olahraga. Masih banyak pula yang belum kebagian baju celana, apalagi yang gak muat ukurannya. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah saya dapet baju celana olahraganya ❤

Nah, rute gerak jalan kali ini memakan arah di Smansa – Taman Ahmad Yani. Bisa dibilang memutar, tapi gak jauh-jauh amat mutarnya. Di perjalanan, di antara semua regu, bisa dibilang kami yang paling banyak membawa makanan. Sesampai kami di Taman Ahmad Yani, kami langsung melahap makanan minuman kami. Sempat aku habiskan banyak, kemudian hampir sempat tidak bisa menelan lagi, malah ditawarin makanan lagi. Pffft.

Di situ, kita juga sekalian foto-foto dan latihan untuk penampilan regu. Mendadak abis, dari hari Rabu yang cuman rencana doang, latihan hanya sehari, dan langsung bisa! Ajaib! Fantastique! Magnifique! Wew.

Habis bersenang-senang di Taman Ahmad Yani, kami kembali ke sekolah. Banyak yang bersahut-sahutan, berteriak-teriak nggak jelas dan saling ejek mengejek. Saling balas membalas.

Hari Kamis memang agak lama dari biasanya. Pulangnya agak lama, dan solatnya juga bakal solat Asar di mesjid.

Yang paling malesin adalah penampilan. Penampilan regu kali ini agak sedikit kocak dari biasanya. Drama musikal gitu loh. Aduh, apalagi penampilan Ceribelek yang sedikit menggoda pikiran. Moso wa memimpin gerakan Ceribelek di depan!? Ah tapi mendinglah, daripada penampilan regu-regu lainnya yang… gimana gitu. Tapi menang! Bleh.

Ngutip dari fotonya kak Livia. @ 2012

Ah, gapapalah. Gak bakal menang juga. Tapi menang regu terbaik bo!! Regu terbaik!!!

Eits… ada juga pemenang nominasi King dan Queen MOS. Untuk kali ini jatuh ke Damos dan satu lagi… yang disuruh nyanyi ke depan terus berhasil dan… nyabet gelar Queen. Entah lupa aku namanya.

Dan juga untuk nominasi kakak-kakak MOSnya menyabet gelar-gelar ter-, ah udah lupa. Enggak inget lagi.

Kalo ada yang kurang, mohon maaf ya :p


Penulis adalah pelajar random di SMA Negeri 1 Medan yang akan menempuh kelas 3 SMA. Sedang mencoba untuk gigih bertarung di kancah UN dan SBMPTN nantinya. Kalau ada yang mau ditanyakan soal MOS, mention ke @naufv ya.

Advertisements

9 thoughts on “Huru hara selama MOS empat hari

  1. Hahahahaha
    Saya suka ceritanya kok gak bilang2 sih bentak” itu kakak kan bisa ikutan

  2. Pak MenDikBud yg mulia,sy usul,bagaimana jika kegiatan MOS berupa ceramah agama menurut agama masing2 siswa selama masa Orientasi secara terus menerus,tanpa kegiatan lain..setuju?karena menurut saya MOS yang sekarang ini mendidik siswa jadi tidak tahu malu!biarlah mereka jenuh gak apa2,dari pada jenuh dengan membawa sifat pendendam dan tak tahu malu,minimal ada sedikit pesan moral agama yang nyangkut!

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s