Nyesek di tes yang (amat) tegang

Nyoro~

Kembali lagi di blog Sumatran!

Kali ini wa akan bahas gimana detik-detik menjelang tes masuk SMA yang sebenarnya tidak disangka-sangka bakal lebih sulit dari tes-tes psikotes yang ada di buku (yang sebenarnya lebih sulit dari yang di buku, karena yang di buku jelas-jelas untuk PNS).

Hari-hari sebelum tes, sebelumnya aku sudah mempersiapkan segalanya yang diperlukan untuk mengikuti tes masuk SMA yang diinginkan. Sudah lengkap, mulai dari SKHU, rapor, data diri, akte kelahiran, eh… akte mah gak pake. Ya pokoknya semua dah lengkap lah.

Nah, selama masa-masa menjelang tes ini, aku susah banget mencoba untuk main. Setiap kali aku main berlama-lama, aku selalu disulitkan dengan keluhan orangtuaku yang menyuruhku dengan nasihat supaya belajar giat agar bisa masuk ke SMA favorit yang diinginkan. Aku berusaha menjauhi diriku agar terhindar dari mereka, namun sia-sia.

Akhirnya, dengan ancaman yang bertubi-tubi dilancarkan kepadaku, aku berniat belajar juga (walau nggak sungguh-sungguh).

Ampun mak, saya janji bakal belajar

Saya belajar… tapi bingung mau belajar apa.

Psikotes? Okelah mari kita latihan psikotes. Aku langsung mengambil buku psikotes yang pernah digunakan oleh mbakku pas sebelum mau masuk ujian. Begitu lihat judul bukunya…

Dafuq is that!?

BUKU APAAN INI!? Masa buku buat calon PNS!? EMANGNYA AKU MAU MASUK KERJA APA!?

Mau tak mau, akhirnya aku kerjakan juga. Dan juga aku mengambil psikotes yang bersumber dari internet, dengan sasaran peminat yang sama: untuk PNS. Dafuq.

Di antara latihan psikotes yang aku jalani, yang paling susah itu adalah saat hitung-hitungan. Males ngitungnya, pengennya yang tulisan aja. Kalo sinonim, antonim, sama sinonim-antonim sih mudah. Hubungan kalimat pun juga aku rasa mudah. Tapi kalau masuk dalam hubungan mekanikal, aku kurang pandai menyelesaikannya dengan singkat, bahkan gak kupelajari (males bacanya, tl;dr dah).

Akhirnya, besok pun tiba juga psikotesnya. Aku pergi agak pagi dengan mamaku. Dengan keadaan yang kocar kacir, apa-apa ada yang ketinggalan, bensin sepeda motor habis, lupa bawa helm, maka telatlah aku masuk ke SMA sampai jam 7.

Di SMA pada rame euy. Sekitar seribu siswa sudah hadir berkumpul dalam tes kali ini. Susunan pembagian ruangan pun berubah dari yang biasanya. Harusnya sih ruangan 16, tapi karena psikotes duduknya satu meja dua orang maka jadinya ke ruangan 10.

Rame banget woy!

Satu per satu ruangan disebutkan, siswa yang disebutkan nomor urutnya pun berurutan masuk ke ruangan. Aku pun juga masuk setelah dipanggil ruangan dan nomor urutnya. Di satu ruangan itu aku sempat ngelirik ketemu Laras, Febby, Ayok… yah segitu doang.

Karena hari ini psikotes, teganglah aku. Awalnya otak nyesek, stress. Mental down. Terus badan keringetan, burket bercucuran. Segala macam lah.

Ujian pertama kali diawasi oleh orang-orang yang saat ini sedang melanjutkan studinya di Unimed, jurusan psikologi. Fiuh, kirain yang ngawasin guru-guru di sini.

Tes pertama adalah tes menghitung cepat, dikasih lima empat puluh soal dikerjakan dalam waktu setengah jam. DAFUQ. Mana bisa woy ngerjain soal sebanyak ini dalam waktu sesingkat mungkin. Karena banyak yang kurang tau, jadinya banyak yang dikosongin. Sempat ada yang ditandain tapi gak diisi. Akhirnya siap tak siap dikumpul juga. Asem lah.

Tes kedua adalah memikirkan perbandingan antara satu kata dengan kata kedua, dan dicocokkan di satu kalimat sehingga menjadi berkesinambungan. Aku rasa ini mudah dipahami, walau ada beberapa yang sulit.

Tes selanjutnya adalah memikirkan benda abstrak, di mana kita akan memilih jawaban untuk gerakan benda/garis/gambar abstrak selanjutnya. Ini okelah.

Dan tes terakhir untuk sesi pagi adalah tes berpikir secara mekanikal. Kita disuruh memahami bagaimana gerakan selanjutnya. Ini memang bikin otak panas sekaligus stress. Soal ada 75, dikasih waktu singkat. Pele lah.

Abis itu istirahat lima belas menit. Masih kurang fresh juga, laper. Eh udah masuk aja. Ada dua tes lagi…

Tes pertama itu tes pribadi diri satu jam. Dan tes terakhir tes layaknya tes abstrak, tapi dibagi empat sesi per tiga menit. Abis itu pulang…. akh capek. Mikirin soal yang bejibun tapi rada males. Mana musti belajar buat besok. Ah, belajar apa sih buat besok? Mata pelajaran? Oke, terpaksa buka-buka buku persiapan UN. Malah yang dibaca IPA doang, lainnya nggak. Tepar dah.

Udah Jumat aja. Berangkat lebih nyaman dari kemarin. Nyampe juga udah tau di mana tempatnya. Masih bisa ngelirik nengok Laras dan temen-temen satu sekolah sih. Malesnya tes hari Jumat adalah aku duduk di pojokan dekat pintu ==”

Kali ini tiap-tiap tes dibagi dua sesi. Dan setiap tes mata pelajaran dikasih empat puluh lima menit buat ngerjain soalnya. Tes pertama Bahasa Indonesia, okelah. Tes kedua Matematika, SUSAH ANJIR BO. SETENGAH DARI 30 SOALNYA AMIT AMIT GAK BELAJAR AKU SAMA SEKALI !@#$%^&*(). Abis itu break. Masuk lagi, tes ketiga IPA, not bad. Tes keempat Bahasa Inggris, soalnya ada yang ngetroll tapi okelah. Abis itu selese… Lega dah.

Besoknya deg-degan nunggu hasil pengumuman. Jam lima aku datang ke sana. Wih, lama bener nunggunya. Ngaret. Eh tau-tau nongol aja papan pengumuman. Gak sabar, semua orang nyerobot kek demo massa. Aku juga. Satu per satu kutengok, wih temen-temenku lolos juga. Begitu nengok aku… AKHIRNYA LULUS JUGA.

ASIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIK. MAKASIH BANYAK YA ALLAH T_T

Yah selamat juga buat temen-temen yang udah lulus. Sayang Laras nggak lulus ;_;

Advertisements

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s