Perjuangan batin masuk SMAN 1

Gak terasa bentar lagi masuk SMA. Kira kira begitulah anggapan aku menjelang bulan Juni ini. Padahal baru menikmati satu bulan liburan saja sudah disuguhi dengan ujian berikutnya, yaitu tes masuk SMA.

Bulan Mei yang baru aja liburan sekolah ke Prapat, kemudian hangout bareng teman, lalu ke Jakarta buat gath sama ikutan pesta nikahan anak saudaranya mama, terus ada mbak yang menemani liburan sekitar dua minggu. Kemudian perasaan senang liburan itu sirna gara-gara ada tes masuk SMA. Harusnya gak usah ada tes-tes masuk SMA gitu ya. Yah mau gimana lagi, SMAnya pake tes. Jadi mau tak mau harus ikutan tesnya deh.

Akhir bulan Mei, setelah kepergian mbak Riri ke Bandung karena masa liburannya telah habis, aku menunggu kepastian kapan dibukanya tes. Beberapa hari sebelumnya, ada temanku yang mengirim SMS perihal syarat-syarat masuk SMA Negeri 1. Di SMSnya, dengan lengkap dia tulis segala macam tetek bengek syarat-syarat masuk SMA 1. Banyak pula yang belum kupersiapkan.

Sementara masih nyantai, aku gak terpikirkan untuk masuk ke SMA lainnya. Pengennya sih swasta, tapi yah nanti kalau swasta, kesempatan peluang untuk masuk ke universitas favorit nanti rendah. Gak sebanding ama kualitas sekolah yang disiplin, kenyamanan terjamin, dan prestasi aman. Orangtuaku malah menyuruhku untuk masuk negeri. Ya alasannya karena itu. Peluang masuk ke universitas favorit itu tinggi. Dapet jalur undangan chancenya tinggi gitu. Aku masih enggan masuk ke negeri, karena suasana kelasnya ancur, ditambah lagi dengan prasarana yang tidak nyaman. Walaupun pake embel-embel RSBI tetep aja tampaknya suram sekolah di situ. Dengan abang-abang kelas yang nakal, lengkaplah sudah penderitaan masuk SMA negeri.

Belum tahu gimana nanti pendaftaran untuk SMA Negeri lainnya. Aku udah fokus ke SMA 1 aja tanpa mikir-mikir panjang ke SMA lainnya. Jika seandainya aku tidak lulus, mungkinlah jika nantinya aku akan mencoba masuk di SMA-SMA negeri lainnya. Dan tidak ada kemungkinan aku untuk masuk ke SMA Harapan, karena aku tak mau lagi bersekolah di angkatan yang sama.

Hari kelulusan, aku dinyatakan lulus (ya iya lah). Pas hari itu aku pergi bersama papaku. Rencananya papaku mau ngasih sedikit oleh-oleh (sopannya sih hadiah) sama wali kelas. Ngasih duit. Alasannya sih, kasihan nengok wali kelasnya (meh, gak ada alasan yang lebih bagus apa? -_-). Tapi demi kebaikan, karena gak ada amplop maka ngasih hadiah ditunda sampai Senin.

Seninnya, aku diantar papaku ke sekolah. Tiba teringat mau ngasih duit buat wali kelas, aku lupa ngambil amplop di lemari. Tapi masih ada amplop bekas surat keterangan sekolah. Malah papaku marah-marah. Katanya masa pake amplop itu. Bah. Di sekolah aku mengambil SKHUku yang bersifat sementara dan hanya untuk mendaftar itu sendirian. Aku harus menunggu dan bersabar agak lama untuk mendapatkannya. Aku harus mencap stempel surat-surat yang diperlukan, membayar sejumlah uang untuk legalisir, dan terpaksa mengambil uang untuk ibu itu demi membayar uang legalisir surat. Amplopnya malah gak jadi terbeli. Setelahnya, aku langsung menelpon mamaku untuk menjemputku kemudian pergi ke SMA 1 untuk mendaftar.

Ya, masih sepi sih. Masih bisa diitung dengan jari yang mendaftar. Hari Senin masih lega. Esok Selasanya, aku bangun kesiangan. Malah nggak sempet ngambil nomor ujian bareng mama. Yah mau gimana lagi, mamaku terpaksa mengambil sendiri nomor ujiannya.

Dan setelah itu,  mamaku langsung menyuruhku agar tak banyak bermain dan belajar menghadapi persiapan masuk SMA 1 Medan……….

Advertisements

2 thoughts on “Perjuangan batin masuk SMAN 1

  1. Untuk mencapai sesuatu itu akan nikmat setelah melewati perjuangan…sesuatu yang didapatkan dengan mudah tak ada kenangan yang tertinggal…

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s