Pendapat orang tua soal gaming dan Nendoroid

Saya senang banget dapet juara dua, trus kepengen beli Xbox. Saya udah minta ini kepada orangtua saya, tapi orang tua saya malah mengalihkannya dengan memberi uang saku 300 ribu (sudah saya pakai buat beli balance PayPal sih haha) atau tunggu giliran berikutnya. Sebenarnya saya juga sudah bersyukur kalau sudah diberi hadiah, tapi kok rasanya kurang ya 😦

Selama ini, apa yang saya minta belum juga diwujudkan. Hadiah selain Xbox, yang saya inginkan, yaitu Nendoroid, dirasa orang tua saya malah kekanak-kanakan. Aneh, menurut mereka. Mereka menganggap anak laki-laki punya ‘boneka’ itu sesuatu yang membuat anak laki-laki itu menjadi banci. Saya menolak pendapat ini mentah-mentah. Saya punya contoh, misalnya bang Ferris, dia ini masih SMA (?) tapi passionnya ngefoto, main game, sama ngumpulin Nendoroid. Sesuatu yang wajar. Saya ambil contoh lagi. Seorang bernama Niko Radityo ini menjabat sebagai editor MacWorld Indonesia, sekaligus salah satu kru penting di Wayang Force, aplikasi reader di Android. Dia ini udah nampil di berbagai acara televisi, udah terkenal istilahnya, dan juga gemar game, anime, dan ngumpulin figma dan Nendoroid. Jadi saya pikir Nendoroid itu sesuatu yang wajar untuk dikumpulkan pria. Nendoroid semata-mata bukanlah ‘boneka’, tetapi lebih dari itu. ‘Boneka’ kan cuma bisa dipakaikan baju, kalo ini bisa berpose, lebih dari sebuah ‘boneka’. Selain itu, Nendoroid juga bisa diganti faceplatenya, beda dengan ‘boneka’ yang cuma bisa digerakkan anggota tubuhnya.

Terus, mengenai Xbox, yang ingin saya beli, juga dibantah sama orang tua.

Alasannya bervariasi. Ada dibilang, agar saya tunggu giliran mengingat SMA nanti biaya yang dikeluarkan besar (nah, ini masuk akal lah). Terus, ada dibilang, nanti saya kebanyakan main game (lha, saya kan passionnya ke gaming, jadi gak bisa ditolak dong passion saya!?) dan nggak belajar (siapa bilang nggak belajar, saya juga belajar kok! walau frekuensinya sekarang nggak seberapa rajinnya sih ^^). Ada juga alasan lainnya, yaitu banyakan game juga ga bagus. Saya balas balik dengan contoh, bahwa semua umur gaming itu gak ada matinya. Saya ambil contoh masbro Panji, seorang PNS yang masih gemar ngegame. Eh, ibu saya malah nyeletuk bilang, ah gak kerja kali yah kalo orangnya PNS. Yeeeeeeeh, dikasih tau juga, malah ngeyel XD

Pas awal sebelum ini semua, saya minta ke ibu saya, nanya apa itu. Saya bilang, Xbox itu seperti PS. Eeeeeeh ibu saya malah gak mood beliin saya Xbox. Ditanya lagi, berapa harganya. Saya bilang, harganya itu sekitar 2 jutaan. Malah bikin gak mood lagi. Huh. Maunya orang tua apa sih.

Lagian, saya tunjukkan juga tantangan dari abang Ari Awan setelah habis membaca postingan saya yang isinya berkaitan dengan pembuatan akun klonengan bersama teman saya demi memenangkan kontes kumpulin like dengan hadiah kupon belanja $100 di Amazon dari Flutterscape. Eh, ibu saya nggak percaya lagi deh saya bakal dapet hadiah yang diberikan, tapi malah cuek bebek, seolah-olah laki-laki itu gak pantas mainin ‘boneka’, ntar dikira bencong. Begitu mungkin yang ada di pikiran ibu saya.

Sampai sekarang, saya masih kesulitan dalam mencari orang hanya dengan mengklik I want this. Pasalnya, banyak aja kesulitan yang saya temui. Mulai dari bad mood lah, kurang paham lah, dll. Tapi, dengan hanya memberikan giveaway, wants berubah naik secara signifikan. Rasanya saya perlu nambah lagi giveaway ya hahaha.

Dan tentu saja, sampai sekarang saya masih pengen punya Xbox di rumah buat dimainin, punya Nendoroid apa aja (termasuk Haqua juga), dan upgrade, mungkin, kalau orangtua mau mengabulkan permintaan saya.

Advertisements

3 thoughts on “Pendapat orang tua soal gaming dan Nendoroid

Ingin berkomentar? Jangan segan-segan!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s