Apakah Kemacetan dalam Antrean Kasir Dapat Diatasi? (Studi Kasus: Wingstop-Carls Jr)

Apakah Kemacetan dalam Antrean Kasir Dapat Diatasi? (Studi Kasus: Wingstop-Carls Jr)

Sebenarnya hari kemarin saya mau bahas ini, tapi karena lebih cocok dijadikan tulisan terpisah, maka saya tulis aja di sini.

Saat Pemilu, biasanya pasti ada promo. Salah satunya yang mengadakan promo itu Wingstop dan Carls Jr. Di salah satu gerai di suatu area di kota Bandung, kedua gerai ini menyatu dalam sebuah bangunan. Tempat kasirnya pun bersebelahan. Tapi kenapa justru di saat antrean ramai, yang membludak itu malah di tempatnya Wingstop, sedangkan di Carls Jr sepi? Padahal mereka sama-sama memberikan diskon dan ada promo Ovo yang berlaku di dua gerai.

Yuk, mari kita bahas.

Continue reading “Apakah Kemacetan dalam Antrean Kasir Dapat Diatasi? (Studi Kasus: Wingstop-Carls Jr)”
Advertisements

Merasakan Pemilu di Negeri Parahyangan

Kalau ditanya sudah berapa kali saya mencoblos, maka jawabannya adalah tiga kali. Pertama kali saya mencoblos pada Pemilu 2014, lalu ikut coblos juga pada saat Pilkada 2018, dan baru-baru ini saya ikut mencoblos juga pada Pemilu 2019.

Dua momen pencoblosan saya ikuti di tempat asal saya, kota Medan. Namun kali ini berbeda, karena saya coblos di negeri Parahyangan. Untuk ketiga kalinya saya mencoblos, baru pertama kali ini saya mencoblos di luar tempat asal sekaligus pertama kalinya mencoblos di Bandung. Lebih tepatnya di kabupaten, bukan kota.

Continue reading “Merasakan Pemilu di Negeri Parahyangan”

Menanggapi Persoalan Bandara Kertajati yang Sekarang Masih Sepi

Video YouTube ini muncul dalam notifikasi saya dan saya tonton setelah melihat notifikasi tersebut. Dan reaksi saya setelah menonton video tersebut adalah: mengapa bandara Kertajati (yang diresmikan hampir setahun yang lalu) harus diributkan karena memang masih terasa sepinya?

Continue reading “Menanggapi Persoalan Bandara Kertajati yang Sekarang Masih Sepi”

Berbagi Pengalaman Pra-Coblos Pertama Kali di Luar Domisili (+ Cara Dapatkan Formulir A5 untuk Ikut Pemilu)

Setelah 5 tahun tidak mencoblos pada pilpres, kali ini saya memiliki kesempatan itu kembali. Balik ke 2014, harusnya saya sudah bisa memilih pada pilpres. Umur saya waktu itu sudah masuk 17 tahun. Tapi waktu itu saya belum punya KTP-el. KTP saja masih yang dalam bentuk kertas, bukan dalam bentuk kartu. Hanya saja PPS (Panitia Pemungutan Suara) setempat memberikan saya selebaran surat yang berfungsi sebagai surat izin agar saya bisa ikut mencoblos di TPS (Tempat Pemungutan Suara) terdekat tanpa harus menunggu KTP-el sampai terlebih dulu. Sehingga saya dinyatakan sudah bisa ikut pesta demokrasi negara karena sudah melumeri jempol saya dengan tinta warna ungu.

Tapi itu kan dulu. 5 tahun kemudian, saya yang tadinya seorang anak pelajar SMA kelas 11, sekarang sudah menjadi seorang mahasiswa yang sedang menempuh semester ke-delapan. Di tengah-tengah pusingnya mengerjakan skripsi, tentu ini menjadi salah satu masalah penting buat saya. Karena pertama, saya tidak mau golput. Saya tidak mau kehilangan hak suara saya dibiarkan begitu saja. Kedua, walau di antara kedua kandidat pasangan tidak ada yang lebih baik, tapi tidak salah juga bukan untuk memilih lesser evil di antara kedua belah pihak. Oleh sebab itu, saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menggunakan hak pilih ini.

Continue reading “Berbagi Pengalaman Pra-Coblos Pertama Kali di Luar Domisili (+ Cara Dapatkan Formulir A5 untuk Ikut Pemilu)”